
Keesokan harinya setelah semalam mendapat suntikan vitamin dari suaminya, Noura sangat semangat hari ini untuk memulai aktifitasnya. noura begitu senang ketika mendengar sendiri bahwa Joaquin sangat senang mengenai kehamilan dirinya itu. Noura sempat takut jika Joaquin tidak menyukai dirinya yang tengah mengandung itu.
Setelah mengetahui bahwa dirinya hamil Noura mulai merasakan yang namanya ngidam. Pagi itu Noura sangat ingin makan rujak buah. Hal itu tentu saja mendapat larangan ari nyonya Robinson karena ini masih terlalu pagi jika memaan rujak buah.
Mendapat larangan Noura sampai menangis seperti seorang anak kecil yang dilarang makan permen. Daddy Adeard sampai dibuat bingung dengan perubahan tingkah putrinya ketika sedang hamil muda.
Vinda yang sudah merasakan hal itu hanya tertawa, ternyata Noura lebih parah ngidamnya daripada dirinya. Akhirnya mommy Rita pun membuatkan rujak buah untuk Noura tapi tidak terlalu banyak memberi cabe karena takut Noura akan sakit perut.
" Ehm.... Ini sangat enak mom, apa kau mau?' Noura menyodorkan mangga muda yang sudah dicelup ke sambal ke depan mulut mommy nya.
Mommy Rita bergidik ngeri melihat mangga muda yang pasti rasanya masam itu.
" Enggak Nou, mommy masih sayang sama perut mom. " tolak mommy Rita.
" Ini enak lho mom, atau daddy mau? " ganti Noura menyodorkan mangga muda itu pada daddy nya.
" Daddy kan punya magh sayang, jadi nggak boleh makan yang masam dan pedes. " tolak daddy.
Noura kembali dengan lahap menyantap rujak buah itu sebagai hidangan sarapan untuk nya.
Noura dan Vinda kini tengah duduk berjemur di bangku yang ada di tepi kolam renang. Katanya saat hamil akan sangat baik bila sering berjemur. Jadilah kedua ibu hamil itu berjemur. Bila kandungan Noura masih dihitung beberapa minggu lain Vinda yang sudah masuk trimester kedua.
" Makasih ya Vin. Kamu udah menyampaikan kabar gembira ini ke suami kamu jadi Joaquin langsung telefon aku semalam. Aku seneng ternyata dia juga seneng aku hamil. " ucap tulus Noura.
" Nggak ada yang namanya ayah itu nggak suka sama bayi yang berasal dari benihnya sendiri. Kamu lihat Theo, ini bukan darah dagingnya tapi dia bilang kalau semua anak yang terlahir dari rahim ku adalah anaknya. " terang Vinda tersenyum menatap wajah Noura.
Meski diam tapi Noura juga membenarkan apa yang diucapkan oleh Vinda. Mungkin ayah yang membenci seorang anak ataupun kasar adalah ayah yang tidak memiliki hati tulus untuk seorang anak.
__ADS_1
Tepat lima belas menit, Noura dan Vinda kembali ke dalam mansion mereka sekarang ganti duduk di sofa ruang tamu melihat televisi dengan ditemani cemilan sehat untuk bumil. Mereka berdua pun memilih untuk melihat acara musik daripada sinetron atau serial anak. Meski dengan suara yang pas-pasan tidak menyurutkan semangat bumil untuk menyanyi.
Para maid yang lewat melihat kelakuan nona mudanya itu hanya terkekeh saja. Tidak menyangka karena hamil muda nona muda mereka berubah menjadi pribadi yang lain dari pribadinya sendiri.
Di mansion de Niels, Joaquin mendapatkan kabar bahwa Joshua akan kembali ke kota R karena perusahaannya tiba-tiba mengalami masalah. Tentu saja hak itu Joaquin lah yang menyebabkannya.
" Lex, siapkan semuanya. Malam ini kita berangkat menyusul tiga saudaraku. " titah Joaquin.
" Baik tuan. " sahut Alex langsung undur diri.
Joaquin sekarang sedang sangat bersemangat, apalagi dirinya yang akan menjadi seorang ayah semakin meningkatkan semangatnya untuk mengakhiri dendam ini agar tidak akan membahayakan istri dan anaknya. Joaquin ingin anak-anak nya nanti bisa hidup biasa tanpa dibayangi kehidupan dunia mafia.
Persiapan yang dilakukannya ketiga saudara Joaquin sudah siap. Tinggal menunggu perintah Joaquin maka mereka akan langsung melancarkan aksi untuk menggoyahkan posisi Joshua di kelompok mafia nya maupun di perusahaannya.
Gilbert bahkan mendapatkan bantuan senjata canggih dan orang-orang yang sangat berpengalaman dalam menghadapi mafia sebagai bentuk pengabdiannya pada Joaquin anak dari Vincent Cassano.
Malam harinya dengan ditemani Alex dan beberapa pengawal yang mengiringi mobil yang ditumpangi Joaquin mereka berangkat menuju kota R. Di perbatasan kedua kota itu Theo sudah menunggu mereka.
Empat jam mereka sampai di kota R dengan selamat dan tanpa membuat pihak Joshua mengetahui kedatangan mereka. Kini Joaquin sudah tiba di markas yang dimiliki oleh teman ayahnya.
Ketiga saudara Joaquin dan para pimpinan yang datang ke tempat itu dibuat terkejut melihat Joaquin. Bahkan untuk membuat orang-orang itu percaya Joaquin sampai menaikkan celananya ditekuk ke atas untuk memperlihatkan luka yang dialami ya kalau dihajar oleh Joshua.
" Nak, apa kau benar keturunan keluarga Cassano uang terakhir? " tanya seorang laki-laki yang sudah tua.
" Iya tuan. " jawab Joaquin dengan penuh kewibawaan.
" Syukurlah kau hidup. Selama ini saat Nobles mengabarkan kami bahwa penerus dari Cassano masih hidup kami selalu menanti hari dimana kami bisa melihatmu. " terang pria tua itu.
__ADS_1
Mereka pun mulai membicarakan rencana yang akan mereka gunakan untuk menekan Joshua sehingga dia dengan sendirinya akan menyerahkan semua yang seharusnya adalah milik Joaquin sejak awal.
Joaquin terus menekan perusahaan milik Joshua, dia juga sudah mengisi berkas kosong itu dengan isi bahwa Joshua akan menyerahkan semua yang merupakan warisan miliknya kembali menjadi miliknya.
Bila Joshua tidak juga bisa menemukan investor baru maka perusahaan miliknya harus membayar royalti pelanggaran kontrak berupa saham yang ada perusahaannya. Dengan kata lain sebentar lagi Joaquin akan memiliki saham di perusahaan Joshua. Tinggal menunggu satu per satu harta milik pria bre**** itu berpindah dibawah naungan nya.
" Bagus nak, kau memang cerdik dan licik seperti daddy mu. " puji pria bernama Bruto yang dulunya adalah teman satu tim daddy Joaquin.
" Terima kasih paman. Saya merasa tersanjung anda memuji saya sehebat daddy. " ujar Joaquin.
" Nak jika kau membutuhkan sesuatu langsung saja katakan pada kami. Sebisa mungkin kami akan menyediakan itu untukmu. " ucap Bruno.
" Baik paman saya mengerti. " ujar Joaquin.
Setelah dari pertemuan itu Joaquin langsung menuju ke sebuah vila yang adalah vila milik keluarga Daniel. Vila itu tidak diketahui oleh Joshua karena menggunakan nama orang lain saat Daniel membelinya lima tahun yang lalu.
Kedatangan Joaquin langsung disambut oleh para pelayanan di vila tersebut. Kepala pelayan laku mengantarkan Joaquin ke kamar yang akan ditempatinya.
" Halo sayang. " sapa Joaquin. Dia menelfon Noura tapi dengan nomor yang berbeda dari yang kemarin. Kali ini dia memakai nomer dari kepala pelayan tadi.
" Halo... Bagaimana keadaanmu? " tanya Noura di seberang sana.
" Aku baik. aku sangat merindukanmu. Tunggu aku kembali ya." ucap Joaquin.
" Pasti. Aku akan menunggumu. "
Maaf ya semalam udah author ketik dan siap dikirim. Nggak tahunya ada gangguan karena sinyal jelek jadilah terpaksa pagi ini baru up.
__ADS_1
Terima kasih ya sudah mau ikut membaca novel karya author