
Kata sambutan yang diucapkan oleh Joaquin berhasil mengundang decak kagum dari para tamu undangan. Tepuk tangan meriah mengiringi Joaquin dan Noura yang kembali turun ke bawah. Singkat padat dan jelas pidato dari Joaquin menandakan bahwa pria itu adalah pria yang tidak suka basa basi dan terlihat sangat bertanggung jawab.
" Selamat tuan Robinson, aku pikir menanti anda ini punya sesuatu yang tak dimiliki orang lain. Bahkan mantan tunangan putri anda tak bisa sebaik menantu anda. " ujar salah satu rekan kerja daddy Adeard.
" Terima kasih tuan, aku juga merasa seperti apa yang anda katakan. Joaquin memang pria yang berbeda. " ujar daddy Adeard menyetujui ucapan rekan kerjanya itu.
Daddy Adeard terus melihat ke arah Joaquin dan Noura, dapat dia lihat perhatian yang begitu besar untuk putrinya. Joaquin juga tipekal orang yang mampu berpikir dengan tenang. Satu hal yang tak akan pernah Joaquin lakukan yaitu mengkhianati Noura.
Joaquin mengambilkan beberapa makanan yang diinginkan oleh bumil nya. Terlihat dia membawa nampan yang berisi begitu banyak makanan, lalu memberikan itu pada Noura. Tanpa banyak bicara Noura langsung saja makan dengan lahap, sudah tak peduli lagi pada image semenjak dirinya hamil.
" Pelan-pelan nanti kau tersedak, " ujar Joaquin memberikan segelas minuman pada Noura.
"Hem." Noura menjawab dengan berdehem.
Joaquin memperhatikan Noura makan, sesekali dia mengambil sisa makanan yang menempel diujung bibir Noura. Menyenangkan itulah yang dia rasakan sekarang. Bisa mendampingi istrinya yang sedang hamil, bisa menjadi suami siaga.
Mommy Rita nampak berkumpul dengan beberapa ibu-ibu sosialita. Mereka juga tengah membicarakan Joaquin yang sangat perhatian pada Noura. Bahkan sampai ada seorang ibu sosialita yang mengatakan ingin Joaquin menjadi menantunya. Mommy Rita langsung mendelik pada ibu itu.
" Enak saja mau mengambil menantu kebanggaanku. " gumam Mommy Rita saat melihat ibu-ibu tadi pergi dari gerombolan temannya.
" Iya, itu nggak sadar apa gimana putrinya itu. Masih sangat baik Noura di segala hal. Tak mungkin juga menantu kamu mau sama anaknya. " ujar salah seorang teman mommy Rita membelanya.
" Benar jeng. Jangan dipikirin. " ujar seorang lain lagi.
" Iya jeng, saya juga yakin menantu saya tak akan seperti yang kemarin. " ujar Mommy Rita.
Perkataan mommy Rita itu menyulut api amarah seseorang yang tak sengaja mendengar hal itu. Nampak wanita ini mengepalkan kedua tangannya. Orang yang dimaksud ini adalah mama dari Robin. Dia tak Terima jika anaknya di jelek - jelekan di muka umum seperti ini. Tapi tak ada yang bisa dia lakukan karena semua ibu-ibu yang ada di samping mommy Rita akan membela mommy dari Noura itu.
" Ini semua gara-gara Siska. Coba kalau dia tak muncul dihadapan Robin, sekarang ini aku pasti sudah membanggakan diriku di depan mereka semua. " geram mama Robin pergi dari tempatnya.
__ADS_1
Noura sudah menghabiskan makanan yang tadi dibawakan oleh Joaquin. Dia bahkan bersendawa sangat keras menandakan dia benar-benar kenyang. Joaquin tersenyum melihat istrinya yang sejak hamil entah kenapa jadi sedikit berbeda. Lebih apa adanya tak jaim jika di depan orang.
" Nou,. " panggil Joaquin.
" Ya? " Noura melihat wajah Joaquin.
" Kita honeymoon yuk! " ajaknya.
" Udah ada baby bukan lagi honeymoon sayang tapi baby moon. " ujar Noura membenarkan.
" Kau benar juga. Bagaimana kalau ke Hawaii ke resort yang dulu kau disain? " Joaquin menawarkan.
" Boleh, kalau tak salah itu di pulau pribadi milikmu kan? "
" Iya kita ke sana ya. Tapi tunggu kandungan kamu kuat dulu baru kita berangkat. "
Keduanya masih berbincang dengan serunya tak memperdulikan tamu undangan di sekitar mereka. Tertawa bersama kita saling melontarkan candaan dan kata-kata cinta. Orang yang melihat kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu pasti ikut merasakan bahagianya mereka.
Dua jam lebih pesta pengangkatan Joaquin akhirnya selesai juga. Noura dan Joaquin serta kedua orang tua Noura sekarang ini sudah sampai di mansion keluarga Robinson. Meraka semua masuk ke kamar masing-masing membersihkan diri dan beristirahat.
Joaquin juga harus segera mengistirahatkan badannya karena besok adalah hari di mana dia akan menjabat sebagai CEO di Ad company. Saat melakukan pidato tadi Joaquin mengatakan bahwa dia hanya sebagai pengganti saja karena dia tak ingin dianggap sebagai seseorang yang memanfaatkan situasi. Joaquin juga tak ingin disebut sebagai perebut karena tanpa banyak orang yang tahu dirinya punya banyak perusahaan di bawah naungan kepemimpinannya.
" Sayang, kita jadikan babymoon? " tanya Noura. Kini keduanya sudah berbaring di ranjang dengan tangan Joaquin sebagai bantal Noura.
" Jadi sayang, tapi tidak untuk waktu dekat ini. Tunggu sampai kandunganmu kuat baru kita pergi. " jawab Joaquin. Dia membelai pipi chubby milik istrinya.
" Janji ya! " Noura menyodorkan jari kelingkingnya.
" Janji. " Joaquin menautkan hari kelingkingnya pada jari kelingking Noura.
__ADS_1
Setelah itu keduanya kembali mengarungi mimpi bersama. Joaquin mendekap tubuh istrinya guang sudah semakin gemuk itu dan tangannya memberikan usapan pada perut Noura. Noura tertidur setelah memainkan bulu-bulu halus yang ada di dada Joaquin.
Malam yang panjang itu menjadi saksi bisu kedua insan yang saling mencintai itu. Bagi yang tak tahu bagaimana pengorbanan keduanya untuk bisa bersama mungkin hanya akan mengatakan cinta mereka tak sehebat cerita Romeo dan Juliet. Padahal untuk bersama banyak yang perlu mereka berdua korbankan. Tapi biarlah keduanya saja yang tahu, karena cinta tak butuh pengakuan dari orang lain cukup kita sendiri yang tahu.
Keesokan harinya Noura sudah mempersiapkan pakaian kerja untuk suaminya yang masih berada di dalam kamar mandi. Hari ini Joaquin akan mulai bekerja sebagai CEO di Ad company jadi Noura ingin mempersiapkan semua kebutuhan suaminya.
Noura bahkan sengaja membuatkan sarapan untuk Joaquin dengan tangannya sendiri. Dia ingin menjiwai peran sebagai seorang istri yang baik.
" Kau sudah siap sayang? " tanya Noura. Dia membuka pintu kamar dan melihat sang suami sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
Noura terpesona, dia sampai melongo melihat suaminya yang sangat tampan pagi ini. Rasanya tak ingin jika suaminya itu pergi keluar mansion, dia ingin Joaquin tetap berdiam diri di kamar saja agar tak ada orang lain yang menikmati ketampanan Joaquin.
Joaquin yang memakai kemeja berwarna putih dengan jas berwarna navy senanda dengan celana kerjanya. Wajah yang penuh pesona dengan sedikit bulu-bulu halus yang menghiasi rahang tegasnya. Air liur Noura sampai keluar dia salah satu sudut bibirnya karena terlalu terpesona dengan sosok suaminya yang tampan itu.
" Nou, air liur mu keluar. " ujar Joaquin membuyarkan lamunan Noura.
" Ah..... Iya.... " Noura gelagapan karena ketahuan sedang mupeng.
" Kemarilah, kau boleh memeluk dan mencium sepuas hatimu. " Joaquin menggerakkan telapak tangannya meminta Noura mendekat.
Mendapat lampu hijau, langsung saja Noura berjalan mendekat memeluk tubuh kejar suaminya. Noura menghirup rakus bau tubuh Joaquin yang selalu membuatnya nyaman dan tenang. Rasanya tak ingin melepaskan pelukan ini, tapi apalah daya keduanya mereka memiliki jadwal kegiatan masing-masing.
" Bolehkah aku membawamu kemana pun aku pergi? " tanya Noura.
...**********...
Hai readers, author usahakan mulai bisa up beberapa bab dalam satu hari ya. Semoga aja nggak bosen baca karya author. Tolong jangan lupa dukungannya buat author 😄😄
__ADS_1