Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 92


__ADS_3

Joaquin yang ingin ikut ambil bagian dalam kejutan yang dilakukan istri dan anak-anaknya memilih untuk bersembunyi di ruang kerja pribadinya. Dia akan memeriksa beberapa berkas yang tadi sengaja dia tinggalkan karena ingin pulang lebih awal. Nyatanya sekarang inipun dia kembali membuka berkas itu.


Dengan hanya menggunakan kemeja berwarna putih, lengan digulung dan kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya, Joaquin mulai melakukan pekerjaannya. Jika Noura tahu, dia pasti akan jatuh cinta ribuan kali karena Joaquin saat ini nampak sangat mempesona.


Noura dan anak-anaknya kembali masuk ke mansion. Sekitar empat puluh lima menit lagi Joaquin akan pulang, jadi ini merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan diri. Mereka sengaja sepakat untuk memakai baju bernama abu-abu. Warna kesukaan Joaquin.


Waktu kurang dari sepuluh menit lagi Joaquin pulang, Noura dan kelima anaknya sudah berada di halaman belakang, menyalakan lampu yang berkelip dengan banyak warna. Mulai menyalakan lilin yang ada di meja yang akan digunakan untuk acara makan malam nanti.


" Perfect... " seru Noura saat semua persiapannya sudah selesai dengan hasil yang memuaskan.


" Ini indah sekali mom. " puji Galen dengan suara datar dan wajah yang datar pula. Khas dari Galen de Niels.


" Kita hanya perlu menunggu daddy pulang, siapa yang ingin menyambut daddy? " tanya Noura.


" Daddy sudah pulang mom, dia pulang sekitar satu jam yang lalu. Dia ada di ruang kerjanya. " jawab Galen yang sama sekali tidak nyambung dengan pertanyaan Noura, tapi mampu membuat Noura terperangah.


" Benarkah? " pekik Noura yang langsung berlalu menuju lift untuk membawanya ke lantai tiga.


" Kenapa kau baru bilang? " tegur Gafar.


" Daddy pasti sudah tahu tentang kejutan kita. Kau kenapa diam saja dari tadi? " Gaffi ikut menambahi.


" Kalian itu berisik sekali, daddy tak tahu karena uncle Dilan mencegahnya untuk ke sini. " ujar Galen sedikit meninggikan suaranya.


Geya geleng-geleng kepala melihat kakak kembarnya itu selalu saja berakhir dengan pertengkaran setelah semua permainan selesai. Sifat Galen yang baik dan buruk menjadi satu sehingga dia bisa melakukan dua perbuatan baik dan buruk dalam satu kali tindakan.

__ADS_1


Sebagai contohnya, Galen akan menolong Gaffi yang terjatuh, tapi mulutnya akan mengumpat saudaranya itu. Dan setiap kata-kata yang dia ucapkan selalu menyakiti hati saudaranya sendiri. Tapi hal itu tidak membuat hubungan persaudaraan mereka buruk. Nyatanya saudara Galen lainnya tahu, setiap kata kasar yang keluar dari mulut Galen adalah teguran untuk lebih berhati-hati.


Tanpa mengetuk pintu ruang kerja Joaquin, langsung saja Noura membukanya. Bukan karena kesal suaminya datang awal dan bersembunyi. Tapi karena begitu merindukan sang suami. Baru beberapa jam di tinggal saja, hatinya tidak tenang sedari tadi. Padahal mereka pernah empat tahun berpisah.


" Kenapa pulang tapi tidak segera menemui ku? " protes Noura. Dia sudah berdiri di hadapan Joaquin dengan berkacak pinggang.


" Dilan mengatakan padaku bahwa kalian sedang menyiapkan makan malam kejutan. Lalu jika aku datang apa kalian tak kecewa? " ujar Joaquin memberikan alasannya.


" Meski begitu, seharusnya kau menyapa ku. " Bibir mungil milik Noura langsung manyun.


" Jangan menampilkan ekspresi seperti itu, kau sudah punya anak lima Nou. "


" Biarkan saja, yang penting sekarang ini kita sedang berduaan. " ujar Noura terkesan sangat cuek sekali.


" Kata siapa berduaan. " Joaquin menunjuk ke arah belakang tubuh Noura. Hal tersebut membuat Noura terkejut bukan main, pasalnya saat ini sudah ada kelima anaknya berdiri berjejer di belakangnya.


Acara makan malam romantis itu pun akhirnya dilaksanakan setelah Joaquin membersihkan tubuhnya setelah lelah selama setengah hari berada di kantor dengan kepalanya yang terus dipenuhi kata-kata dan nominal uang.


Noura dan Joaquin serta si kembar lima itu duduk manis di kursi mereka masing-masing. Hidangan sedang disiapkan oleh orang-orang yang ada di dapur. Semua masakan kali ini adalah menu favorit dari Joaquin.


" Jadi ini semua adalah makanan kesukaan daddy, mom?" tanya Geya.


" Iya sayang. Ini adalah menu favorit daddy kalian." Jawab Noura.


" Berarti apa yang disuka oleh daddy sama dengan aku mom." celetuk Gaffi.

__ADS_1


" Kau benar, tapi daddy lebih hebat dari kau. Jangan pernah berpikir jika kau bisa disamakan dengan daddy." ledek Ghadi.


" It' oke. Daripada kau yang sama sekali tidak mirip satu pun dengan kedua orang tua kita."balas Gaffi.


" Come on, stop it. Sampai kapan kalian akan terus berdebat sesuatu yang bullshit seperti itu." tegur Galen.


Gaffi dan Ghadi mendelik kesal ke arah saudara kembar tertuanya. Sangat menyebalkan jika ada Galen saat mereka hany sedang ingin saing menggoda. Galen itu tipe anak yang sulit sekali diajak bercanda karena terlalu serius.


Joaquin memutar kedua bola matanya jengah, selalu seperti ini tiap mereka berkumpul bersama. Ditegur pun juga sudah lelah dia melakukannya. Kelima anaknya itu sangat keras kepala dan juga tidak ada yang mau disalahkan.


Malas menanggapi, Joaquin memilih untuk menyantap hidangan yang ada di depan matanya itu. Mendengarkan anak-anaknya bertengkar tidak akan membuatnya kenyang.


" Apa kalian selalu seperti ini?" tanya Noura. Kelima anaknya mengangguk bersama.


" Sayang, apa kalian sudah pernah bertemu dengan saudara angkat daddy kalian?" si kembar kembali mengangguk.


" Jika sudah pernah bertemu, maka mommy akan mengatakan hal ini pada kalian. Saudara itu jangan selalu meributkan sesuatu yang bersifat kecil, dalam artian masalah kecil jangan kalian besar-besarkan. Saudara untuk saing menyayangi entah itu dalam baik atau buruk."


" " Daddy kalian saja yang awalnya tidak memiliki saudara sampai mengangkat ketiga paman kalian menjadi saudara dan mereka sangat kompak meski bukan sedarah, tapi lihat kalian yang sedarah, kenapa tidak bisa saling menyayangi?" tanya Noura. Dia berharap anak-anaknya dapat memahami penjelasannya.


" Mom, kami saling menyayangi, hanya terkadang aku tidak suka mereka itu berisik untuk sesuatu yang tak penting. Aku ingn mereka berpikir sebelum berucap dan tidak akan pernah menyakiti saudara sendiri, karena itu aku meminta mereka diam mom." terang Galen.


" Oke, sepertinya kalian harus lebih sering quality ami bersama mulai dari sekarang."


Joaquin tersenyum mendengar pembicaraan antara anak dan istrinya. Dia bangga pada anak-anaknya dia juga senang sekali melihat cara mereka untuk dekat sama sekali tidak kaku. Joaquin senang karena anak-anaknya mau menerima dan juga baik saat Noura mulai hadir dalam kehidupan mereka. Benar kata orang, darah leih kental daripada air.

__ADS_1


Harapan Joaquin, semoga ke depannya mereka tak perlu lagi mengalami apa yang disebut dengan perpisahan. Joaquin ingin hidup mereka mulai saat ini dipenuhi dengan kebahagiaan dan juga kasih dan saynag.


__ADS_2