
Acara barbeque merupakan acara yang paling digemari oleh pria bernama Gafar de Niels. Jika acara barbeque diadakan, maka Gafar akan menjelma menjadi chef khusus memanggang daging dan sayuran. Gafar tidak akan ikut berkumpul dengan yang lain untuk bergosip, maupun bergabung dengan keasyikan saudara kembarnya yang lain, dia hanya fokus pada bahan yang akan dia panggang.
Seluruh anggota keluarga de Niels memang sering mengadakan acara barbeque karena adanya Gafar yang selau membereskan bahan panggangan, sehingga anggota keluarga yang hadir tinggal makan saja, tidak perlu berkutat dengan asap. Apalagi Gafar tidak pernah sekali pun menolak saat diminta untuk mengurusi masalah bakaran.
Dengan berdendang kecil, Gafar nampak asyik membolak balikkan daging dan sayur yang dia panggang. Ada banyak saudaranya yang mengajaknya berkumpul pun dia tolak dengan halus. Dia tidak akan meninggalkan pemanggang jika seluruh bahan belum semua dia panggang.
Gavriel, anak dari Gilbert dan Sherly, mendekati Gafar yang sedang memanggang sendirian. Meski dia tahu bahwa kakak sepupunya ini memang suka dan tidak keberatan, tapi rasanya kasian juga jika tidak ada yang membantu. Gavriel lah dewa penolong Gafar kali ini.
" Kak, apa kamu nggak capek dari tadi di depan panggangan kayak gini?" tanya Gavriel. Mulutnya bicara namun kedua tangannya bekerja dengan sangat baik di bawah.
" Seneng tahu nggak lihat ini semua makanan jadi kecoklatan kek gini. Apalagi kalau sampai gosong, enak lagi tuh." jawab Gafar ngelantur.
" Ish.... Mana ada orang suka kek gitu kak." protes Gavriel. Gafar langsung tergelak mendengar tanggapan dari saudara sepupunya yang masih polos diusia yang sudah lebih dari dua puluh tahun.
" Aku serius kali kak, eh....malah situ jawabnya ngasal lagi.'' Gavriel negdumel sendiri.
" Capek jelas lah, tapi kalau bukan aku yang mengurusi ini semua mau siapa lagi. Tuh saudara aku aja pada asyik ngobrol nggak penting dibanding ngurusi ini bahan makanan. " ujar Gafar.
" Iya juga ya. Aku bantu kakak deh, biar cepet selesai. " Gavriel mulai memanggang sayap ayam.
Keduanya sama-sama asyik melakukan kegiatan panggang memanggang. Tidak mereka gubris anggota keluarga lain yang ingin mengajak mereka bermain atau mengobrol. Mereka masih asyik dengan kegiatan mereka sendiri.
Dari kejauhan Ghadi melihat asyiknya saudara kembar dan sepupunya itu, pun akhirnya ikut bergabung dengan mereka. Ghadi menggulung lengan panjang kemejanya, lalu mulai ikut memanggang.
" Tuan muda Ghadi juga ikit membantu rupanya. " olok Gafar.
__ADS_1
" Tentu saja, saya adalah tipe orang yang tidak suka melihat saudara kesusahan. " sahut Ghadi.
" Benar sekali, anda terkenal karena kebaikan hati anda serta low profile sehingga banyak yang menjadi teman anda. " sarkas Gafar.
" Lebih baik seperti itu dibandingkan dikenal orang karena sifatnya yang galak. Anda pasti tahu bagaimana yang saya maksud tuan Gafar. " sarkas Ghadi. Gavriel yang ada diantara keduanya sampai bingung dengan maksud dan arah pembicaraan kakak sepupunya itu. Gavriel geleng kepala melihat tingkat gila kakak sepupunya.
Semua daging dan sayur sudah selesai dipanggang, hingga tak tersisa barang sedikit saja. Gafar, Ghadi dan Gavriel membagikannya pada keluarga mereka yang sudah duduk rapi di karpet yang digelar di halaman belakang mansion utama. Ceritanya mereka akan makan lesehan, sambil bercengkrama dengan keluarga yang susah lima tahun lamanya tidak lengkap.
Galen mengambilkan untuk Lucena, sepupu sekaligus kekasihnya saat ini. Berita tentang hubungan mereka berdua saat itu juga langsung disambut bahagia oleh seluruh anggota keluarga. Gaffi juga mengambilkan untuk Bellvania, istri cantiknya yang lemah lembut dan juga begitu penyayang sehingga dia yang awalnya tidak memiliki rasa untuk istri dadakan nya itu, kini sudah cinta mati tidak ingin terpisahkan.
Rouge, putra Matheo mengambilkan beberapa daging yang dia tahu adalah kesukaan dari Geya. Dengan senang hati tentunya Geya menerima uluran piring dari pria yang dia cintai itu. Geya de Niels, putri bungsu Joaquin dan Noura sudah sejak sekolah dulu menaruh rasa pada sepupunya sendiri yaitu, Rouge de Niels. Meski begitu belum sekalipun Geya mengatakan yang sebenarnya tentang perasaannya pada sepupunya itu.
Sedangkan Gafar dan Ghadi hanya bisa saling mengambilkan karena mereka berdua belum memiliki kekasih hati. Biarlah status mereka jomblo, tapi bukan sembarang jomblo. Yang dimaksud adalah Jomblo ganteng dengan segala kekayaan yang dimiliki, belum lagi mereka adalah CEO di anak perusahaan milik JN Group
" Dad, lihat dua perjaka mu! Jomblo ngenes mereka. " Noura menunjuk Gafar dan Ghadi dengan dagunya.
" Yang satu berlebih emosinya dan satu berlebih polosnya. " Noura dan Joaquin tergelak.
" Mommy sama daddy lagi ngomongin siapa sampai ketawanya kek gitu. Seneng banget. " tanya Galen.
" Cieh... duda laku... " ledek Noura.
" Ngiri nih ye.... " timpal Galen.
" Idih ogah... Sana ambil aja. " Joaquin menyahut.
__ADS_1
" Sana temenin kekasih hati, kenapa masih nempel mommy sama daddy terus. " ledek Noura. Anaknya yang satu ini memang yang tertua, tapi sifatnya yang paling manja di antara yang lainnya.
" Malas.. Pengen sama mommy dan daddy. " ujar Galen.
" Kok gitu? " Joaquin penasaran. " Len, itu anak pakan kamu, jangan dimainin. " tegur Joaquin.
" Luce cerewet sekali dad, telinga ku berasa bolong denger dia dari tadi ngomel soal Roseline. Itu berdua benar-benar macam kucing ma tikus. Aku nggak mau bela salah satu ya aku ke sini aja. " cerita Galen.
" Udah duda masak nggak bisa sih ngadepin cewek. " ledek Geya yang langsung duduk di pangkuan Galen.
" Kamu aja deh yang jadi cewek abang. " ujar Galen yang langsung mendapat geplakan dari tiga orang sekaligus.
" Ngomongnya diatur Galen. " tegur Joaquin. Galen nyengir kuda dengan tangannya yang membentuk huruf V di depan dada.
Meskipun hanya candaan, apa lagi memang Galen tidak ada niatan sama sekali dengan perkataannya itu, tetap saja Joaquin dan Noura menegur agar tidak sampai jadi kenyataan. Geya pun juga terlalu dekat dengan Galen lebih dari ketiga saudaranya yang lain. Alasan karena Galen memiliki sifat ngemong sedangkan yang lainnya tidak. Memang benar hal itu, tapi Joaquin dan Noura sekali lagi tidak ingin ini menjadi kenyataan.
" Mommy dan Daddy tenang saja, cinta pertama ku. daddy, cinta kedua ku abang, dan cinta terakhir ku adalah Oge. " ujar Geya menenangkan kedua orang tuanya agar tidak berpikiran yang tidak-todak tentang dirinya dan Galen. Emang dasar mulut abangnya ini nggak ada filternya jadi kalau ngomong nggak bisa dijaga. Asbun saja kerjaannya.
" What? " pekik Joaquin dan Noura.
" Aduh mom, pelan-pelan dong, telinga aku langsung berdengung nih. " protes Galen dengan mengusap telinganya. Noura memekik keras disamping telinga Galen, otomatis pria itu langsung komplain.
" Eh... Lagi seru nggak ngajak nih... " Gafar mendekati.
" Bintang utamanya lagi baru dateng nih, yuk dimulai... " ujar Ghadi.
__ADS_1
Semuanya tertawa, inilah keluarga bahagian Joaquin dan Noura. Selalu bahagia dalam keadaan apapun. Saling menyayangi dan saling menghormati. Tak lupa saling menjaga satu sama lain.