
Semua orang di pagi ini menyambut hari baru dengan suka cita, lain dengan seorang pria yang sudah kepala 5 itu. Pria tua itu menatap nanar sebuah dokumen yang menyatakan bahwa perusahaannya bangkrut.
Tidak bisa memenuhi tenggat pinjaman pada bank, batal proyek dan juga uang perusahaan yang dibawa lari oleh direktur keuangan. Lengkap sudah penderitaan pria itu. Dalam semalam perusahaan yang dia dapat kan dengan susah payah harus gulung tikar
Belum lagi para pemegang saham yang menuntutnya. Dia juga harus memberikan sahamnya pada CEO JN corp. karena tidak mampu memenuhi isi perjanjian mereka. Rumah, villa, koleksi mobil bahkan usaha milik istrinya sudah dia jual tapi tetap tak bisa menutupi kerugian perusahaannya.
" Apa yang sebenarnya terjadi, dalam semalam apa yang aku perjuangkan selama ini langsung menghilang. Siapa orang yang sudah berani bermain denganku? " geram Joshua.
Pria tua itu adalah Joshua, dia telah masuk ke dalam jebakan Joaquin hingga tak menyadari rekan bisnisnya adalah lintah yang menghisap harta dan kekayaannya. Bahkan tanpa sepengetahuan Joshua, orang yang membeli semua aset yang dia jual adalah Joaquin.
Tap.... Tap... Tap....
Suara beberapa langkah kaki yang diperkirakan lebih dari lima orang berjalan menuju ke ruangan Joshua. Asisten sekaligus sekretaris Joshua langsung membukakan pintu kala orang-orang dengan pakaian jas hitam datang.
" Selamat pagi tuan Joshua. " sapa pria yang penampilannya sedikit berbeda dibanding dengan pria lainnya.
" Siapa kalian? " tanya Joshua.
" Kami adalah orang yang ditugaskan oleh Bos kami untuk menagih bunga hutang kepada Anda. Ini sudah lewat beberapa jari dari jatuh temponya. " terang pria itu
" Maaf sepertinya kalian salah orang, aku tidak meminjam pada Bos kalian. " ujar Joshua yang masih dengan gaya angkuhnya.
" Nyonya Leona bukankah itu istri anda. Dan lihat surat perjanjian ini, sangat jelas tertulis bahwa anda adalah penjaminnya. Dan ini stempel milim anda bukan. " Pria itu menunjukkan surat perjanjian uang entah bagaimana caranya ada stempel dan nama Joshua di dalamnya.
" Tapi aku tidak tahu tentang hal ini. " sentak Joshua. Pria yang disentak Joshua langsung menyuruh anak buahnya untuk menahan Joshua.
" Aku beri waktu dua hari kau harus bisa menyediakan bunganya. Jangan coba untuk kabur atau kau akan kehilangan lebih banyak lagi. " Pria tadi memberikan ancaman lalu pergi dari ruangan itu setelah menyuruh anak buahnya untuk menghajar Joshua sebagai hukuman karena tak bisa membayar.
" Mission one clear. Kau lihat kan bagaimana kerennya aku menjadi rentenir. Mungkin cocok jika aku meneruskan sandiwara ini menjadi kenyataan. " Theo melapor sekaligus berseloroh mengundang tawa seseorang yang baru dihubunginya.
__ADS_1
Joaquin langsung menutup telefonnya setelah mendapat laporan dari Theo. Dirinya sangat puas melihat wajah Joshua yang sudah kebingungan dan juga pasrah.
" Ini baru awal, akan ki buat kau juga bisa merasakan apa yang aku rasakan. " geram Joaquin.
Joaquin kemudian berlalu kembali ke kamarnya. Dia ingin mengistirahatkan sebentar tubuhnya karena sejak semalam dirinya belum beristirahat karena harus menyusun strategi untuk hari ini.
Di JN corp, Gladiator putri dari Joshua nampak sedang emosi karena dirinya dipecat secara tidak terhormat oleh perusahaan. Kasus yang membuatnya dipecat adalah karena dalam rekaman CCTV terekam dengan jelas Gladiator telah mencuri laporan kerja teman satu timnya. Dia melakukan itu karena dia tidak bisa menyelesaikan laporan itu.
Rencana sampai Gladis mencuri, merupakan rencana yang juga Joaquin susun. Dia menekan Gladis dengan banyak masalah sampai akhirnya Gladis harus melakukan tindakan yang tidak terpuji itu.
" Bagaimana, apa ini sudah bisa memuaskanmu? " ucap Gilbert yang melapor pada Joaquin. Mission two sudah clear.
Hal yang sama juga terjadi pada istri Joshua, Leona mendapat kiriman sebuah amplop yang berisikan foto-foto Joshua dengan Matilda yang dulu pernah bekerja sebagai pembantu di rumahnya namun hanya beberapa bulan saja. Ternyata Matilda telah menjadi wanita simpanan Joshua selama ini.
Bagai disambar petir tubuh Leona luruh ke lantai. Dia terus menangis meratapi hidupnya yang sudah dihancurkan oleh suaminya sendiri. Disaat dia sedang meratapi nasibnya ponsel miliknya tiba-tiba berbunyi.
" Tidak perlu bicara cukup diam dan dengarkan. Jika kau ingin membalas dendam pada suamimu maka ungkapkan kejahatan yang sudah dilakukan suami pada keluarga Cassano di media dengan begitu aku akan mengembalikan semua milikmu saat itu juga. "
" Benar juga apa yang dikatakan orang ini. Jika aku bisa menderita maka juga dia tidak boleh bahagia. Lihat saja Joshua aku akan membalas rasa sakit ini. " geram Leona mengepalkan tangannya dengan kuat.
" Tuan mission three clear. Leona sudah mulai menghubungi media. " lapor Daniel.
Joaquin menampilkan senyum kemenangan setelah berhasil memporak porandakan kehidupan Joshua dan keluarganya. Sedikit demi sedikit rasa sakit yang dialami Joaquin dan orang tuanya juga akan dirasakan Joshua dan keluarganya.
" Tinggal menunggu besok, makan kota akan bertemu lagi paman. " Joaiquin tersenyum smirk.
Keesokan harinya Joaquin talah menyiapkan pengacara yang selama ini selalu menjaga surat wasiat kakek Joaquin dengan baik. Karena hari ini mereka akan mendatangi perusahaan Joshua dan mengambil paksa perusahaan dan harta benda yang seharusnya menjadi milik Joaquin.
Pagi yang paling ditunggu Joaquin telah datang. Pagi ini dia akan mendatangi perusahaan Joshua untuk membicarakan tentang pelanggaran isi kontrak yang ditanda tangani oleh keduanya. Selain itu para pengacara keluarganya juga akan datang untuk membicarakan mengenai isi surat wasiat kakek Joaquin.
__ADS_1
Theo pun pagi ini akan mendatangi Joshua sebagai wakil dari bos rentenir untuk menagih hutang bunga. Sedangkan Daniel hari ini juga memberi hadiah besar untuk Joshua menggantikan ketidakhadirannya ke perusahaan Joshua. Daniel akan membuat hari ini juga Leona mengungkap semua kejahatan dari Joshua.
" Gilbert " panggil Joaquin di telefon. Dia sedang menghubungi Gilbert.
" Ya kak. " Gilbert menjawab.
" Setelah semua selesai, bawa Leona dan putri ke pulau pribadi milikku. Akan aku perlihatkan pada mereka berdua bagaimana neraka dunia ini. " titah Joaquin.
" Baik kak, aku akan berkoordinasi dengan Dan. Lalu apa yang akan kau lakukan pada Joshua? " tanya Gilbert.
" Masukkan saja dia ke rumah sakit jiwa. Oh aku lupa. Perintahkan orang yang selama ini jadi mata-mata kita untuk memberikan obat itu pada Joshua. " ujar Joaquin memberitahukan rencananya.
Tak menunggu jawaban Gilbert, Joaquin langsung mematikan sambungan telefon nya. Dia kini akan segera bersiap untuk ke perusahaan Joshua dengan ditemani Alex.
Dengan mengendarai mobil Bugatti La Voiture Noire, Joaquin berangkat ke perusahaan Joshua dengan Alex sebagai sopirnya.
" Selamat pagi tuan Joshua. " sapa Joaquin dengan senyum liciknya.
" Tuan Joaquin apa yang anda lakukan di sini? " tanya Joshua terkejut dengan kedatangan Joaquin di kantornya.
" Kenapa aku tidak boleh kemari, bukankah kota harus membicarakan masalah pelanggaran kontrak? " ucap Joaquin.
" Tuan ini baru dua hari, saya usahakan sebelum satu minggu saya bisa membayar semua itu. " Joshua memohon keringanan.
" Sekarang kau memohon padaku lalu haruskah aku berbuat sama sepertimu dulu. " gumam Joaquin dalam hati.
" Maaf, saya adalah orang yang sangat menghargai waktu. Satu minggu, apa anda bisa bayangkan berapa kerugian yang harus perusahaan saya tanggung hanya untuk menanti sesuatu yang tak pasti. " sarkas Joaquin.
Brak....
__ADS_1
" Selamat pagi tuan Joshua..... "