Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
LAMARAN


__ADS_3

Pagi ini cuaca sangat cerah, memberikan semangat bagi insan yang hendak melakukan kegiatan mereka. Cerahnya hari ini juga semakin mendukung apa yang telah dipersiapkan oleh Joaquin untuk sang istri tercinta.


Joaquin kini tengah bersiap untuk pergi ke kantor. Entah ke kantor beneran atau hanya kamuflase untuk menutupi apa yang telah dia persiapan selama dua hari belakangan ini. Bahkan dirinya rela pulang tengah malam dengan alasan lembur pada Noura.


" Kita hari ini jadi pergi kan? " tanya Noura yang saat ini sedang memasangkan dasi untuk Joaquin. Pada awalnya Noura tidak bisa, tapi karena diajari oleh mommy Rita sekarang dia sangat jago dalam memasangkan dasi untuk suaminya.


" Tentu saja, kenapa bertanya seperti itu? " Joaquin balik bertanya.


" Kau kan sudah sibuk dua hari ini, bahkan sampai lembur. Aku takut rencana kita batal karena kesibukan mu. " jawab Noura. Dua hari ini dia tersiksa karena suaminya sibuk bekerja.


" Aku lembut juga agar supaya punya waktu untuk bisa berkencan denganmu hari ini Sayang. Jangan cemberut gitu dong. " rayu Joaquin.


Drama di pagi hari pun telah usai. Kini Joaquin sudah berada di dalam mobil sport mewahnya membelah jalanan ibukota menuju ke Ad company. Hari ini dia hanya memberikan arahan pada Malik dan Moses kemudian dia akan menuju ke tempat dimana nantinya dirinya akan menunggu kedatangan istrinya.


" Selamat pagi tuan. " sapa satpam yang selalu menyambut Joaquin di pintu lobby.


" Pagi pak. Tolong jangan pindahkan mobil saya karena saya hanya sebentar. " pinta Joaquin.


Pak Satpam yang bernama Badrun itu mengangguk sambil tersenyum. Dia adalah satu-satunya orang yang sebagai karyawan biasa bisa berbincang dengan Joaquin. Bahkan beberapa hari yang lalu ada orang suruhan Joaquin datang ke rumahnya memberikan bonus dan beberapa peralatan rumah tangga.


Joaquin tahu kehidupan pak Badrun yang masih harus menghidupi lima anaknya yang masih kecil-kecil. Berharap apa yang dia kirimkan dapat membantu keluarga pak Badrun agar dapat menjalani hidup ini dengan semangat.


Kini Joaquin sudah sampai di lantai tempat kantornya berada. Beberapa karyawan menunduk memberi hormat saat mengetahui atasan tertinggi mereka datang.


" Minta Malik dan Moses ke ruanganku sekarang juga. " Joaquin meminta pada sekretaris barunya.


" Baik tuan. "


Tok.. Tok.. Tok..


" Tuan apa ada yang bisa kami bantu? " Moses dan Malik kini berada di depan Joaquin setelah CEO mereka mempersilahkan keduanya untuk masuk.

__ADS_1


" Hari ini kalian yang tangani semua yang berhubungan dengan kantor. Pulangkan karyawan lebih awal. Aku akan berada di luar kantor dan tak akan kembali lagi. " titah Joaquin.


" Baik tuan. Kami akan memulangkan karyawan satu jam lebih awal. " ujar Malik.


" Tuan jadwal anda di hari senin apakah perlu dibatalkan? " tanya Moses. Dia tahu bosnya itu akan pergi untuk berlibur dengan nona mudanya.


" Tidak perlu, minggu malam aku sudah kembali kemari. Hanya mundurkan saja satu jam, apa bisa? ".


" Bisa tuan anda tak perlu khawatir. "


Setelah pembicaraan itu selesai Joaquin kembali lagi turun ke bawah menuju mobilnya dan meninggalkan Ad company menuju ke tempat yang sudah dia persiapkan.


" Jemput istri ku sekarang juga. Lalu rias dia saat sudah sampai di villa! " titah Joaquin pada seseorang yang ditelfonnya.


Mobil dan dikendarai Joaquin melaju dengan kecepatan tinggi. Dia harus bisa sampai di tempat tujuan sebelum Noura datang. Dia harus mempersiapkan finishing dari rencananya.


Di mansion Robinson, Noura dikejutkan saat ada seorang wanita yang mengatakan bahwa dia diperintahkan Joaquin untuk menjemput nya. Wanita ini adalah salah satu pengawal bayangan dari Noura yang dipersiapkan oleh Joaquin sebelumnya.


" Kita ini mau kemana? Kau tak membohongi ku kan? " tanya Noura yang mulai merasa curiga.


" Kalau boleh tahu siapa namaku? Rasa tak nyaman berbincang tapi tak tahu namamu. "


" Nama saya Sila nyonya muda. Anda bisa memanggil saya Sila. "


" Nama yang cantik sepeti orangnya. " puji Noura. Sila merasa sangat terharu karena nyonya mudanya menanyakan namanya.


Keduanya kembali berbincang sambil menuju tempat yang sudah dipersiapkan oleh Joaquin. Dari arah yang ditujunya, Noura merasa jika mereka akan menuju ke pantai. Dan benar saja mobil yang ditumpanginya berhenti di sebuah vila yang sangat besar ditepi pantai.


" Silahkan ikuti saya nyonya muda. " ajak Sila.


Mereka berdua memasuki area dalam vila. Noura berdecak kagum memandang desain dari vila tersebut. Sila mengajak Noura memasuki sebuah kamar yang sangat besar, di dalam kamar tersebut sudah ada beberapa wanita yang kiranya adalah seorang make up artis. Noura semakin dibuat bingung dengan apa yang sebenarnya dipersiapkan oleh Joaquin ini.

__ADS_1



Waktu sudah mendekati senja dan Noura sudah selesai di rias. Noura tampil sangat cantik sekali dengan dress berwarna putih gading yang panjang sampai menutupi kedua kakinya. Riasan natural dengan rambut yang di curly dibagian ujungnya.



" Anda sangat cantik sekali nyonya muda. " puji Sila yang menjemput Noura di kamar untuk dibawa ke pinggir pantai.


" Mari ikuti saya nyonya muda. " Sila menutup kedua mata Noura lalu menuntun Noura berjalan.


Sesampainya di tempat tujuan, Joaquin sudah berdiri di tengah-tengah sebuah tulisan yang diukir di bibir pantai. Sila secara perlahan membuka penutup mata Noura. Betapa terkejutnya Noura melihat ini semua. Kedua mulut Noura sampai dia tutup dengan kedua tangannya karena sangat takjub melihat ini semua.



Joaquin memanggil Noura untuk ke tengah, mendekat dengannya. Joaquin menatap wajah Noura dengan terpesona. Istrinya ini semakin cantik saja ketika hamil. Joaquin mengeluarkan sebuah kotak dari dalam sakit celananya, kemudian dia membuka kotak kecil itu lalu berlutut tepat di hadapan Noura.


" Aku tidak ingin menyesal jika aku tak bisa membuat wanitaku merasakan bagaimana indahnya dicintai. Aku ingin kau merasakan semua yang dirasakan wanita ketika mereka akan menikah. Sekarang aku berlutut di depanmu dengan tujuan untuk memberikan mu lamaran seperti yang dilakukan pria lainnya. Nou, kita sudah menikah jadi sekarang ini yang ingin aku katakan adalah MATI KITA HIDUP BERSAMA SAMPAI MAUT MEMISAHKAN. Kau bersedia?" ungkap Joaquin.


Noura langsung menitikkan air matanya, terharu pada apa yang sudah disiapkan oleh suaminya. Terharu karena suaminya juga memberikannya lamaran yang liat biasa romantis ini. Terharu karena dia adalah satu-satunya wanita yang ada dalam hidup Joaquin.


" Iya aku bersedia. " jawab Noura dengan sedikit terisak.


Joaquin bangkit lalu memasangkan sebuah cincin dengan delima yang sangat indah dimata Noura. Cincin yang sangat cantik sama seperti dirinya yang juga sangat cantik bagi Joaquin.


" You always belong to me, forever. " ujar Joaquin mulai memajukan bibirnya untuk menjangkau bibir dari Noura.


Ciuman yang didasari rasa sayang tanpa nafsu itu berlangsung sedikit lebih lama. Keduanya saling mengungkapkan rasa cinta mereka lewat ciuman itu.


Senja yang menjadi saksi keduanya kini sudah datang. Tak jauh dari sana Joaquin sudah mempersiapkan sebuah tempat untuk mereka berdua dinner romantis.


Lampu-lampu bersinar di kedua sisi seperti sebuah penunjuk jalan untuk mereka. Sudah ada meja dan kursi yang menghadap ke arah lautan lepas melihat langit yang semakin berganti dengan gelapnya malam.

__ADS_1



" Buatku kau akan selalu menjadi yang pertama dan yang terakhir Nou. Bila ada kehidupan selanjutnya pun aku ingin kembali bertemu denganmu dan menjadi bagian dari hidupmu lagi. "


__ADS_2