
Setahun telah berlalu, kelima putra dan putri dari Joaquin dan Noura sudah pandai berceloteh, berjalan dan juga gigi susu mereka tumbuh dengan sempurna. Meski Geya ikut dengan Theon dan juga Vinda, Joaquin tetap memantau meski dari jauh. Joaquin selalu rajin membawa anak-anak nya ke dokter gigi agar tak sampai gigi anaknya itu rusak.
Joaquin merawat ke empat putranya dengan bantuan Sherly dan Gilbert, jika si kembar sedang tidak ingin berpisah dengan daddy nya maka Gilbert yang akan mengurus perusahaan. Kebetulan Galen, dan Ghadi sangat manja sekali dengan daddy mereka, dan sering sekali membuat Joaquin tidak bisa berangkat kerja.
Jika bertanya bagaimana kondisi Noura saat ini, masih sama seperti setahun yang lalu. Segala macam rangsangan sudah diberikan padanya tapi tetap tak mengubah apa pun, Noura masih senang hidup dalam dunia mimpinya. Biasanya Joaquin akan pergi tiga bulan sekali menjenguk Noura, tapi karena anaknya sudah berumur satu tahun sulit untuk Joaquin meninggalkan keempatnya, jadi sudah lebih dari empat bulan Joaquin belum bertemu dengan istrinya.
Daddy Adeard dan mommy Rita selalu rajin menghubungi Joaquin maupun Vinda hanya untuk sekedar melepas rindu pada keempat cucunya. Sekarang ini mereka bahu membahu untuk meringankan beban Noura sehingga ketika Noura bangun dia tidak akan merasa terbebani karena belum bisa merawat anaknya.
Pagi ini seperti biasa Galen dan Ghadi mulai aksi mogoknya saat melihat daddy nya sudah berpakaian rapi setelan kantor. Galen dan Ghadi sampai melakukan aksi mogok makan dan juga berguling-guling di lantai. Jika kenakalan mereka sedang kumat, Joaquin otomatis harus berganti baju agar keduanya tenang.
" Oke, kalian berdua diam ya daddy ganti baju dulu. Kalian berdua main sama Gafar dan Gaffi di sana. Daddy balik ke kamar dulu. " ujar Joaquin membujuk kedua putranya yang selalu berbuat ulat jika ditinggal ke perusahaan.
" Ayo sama aunty dulu, kita susul Gafar dan Gaffi ke belakang. Kalian mau renang sama daddy ya? " tanya Sherly yang kedua tangannya menggandeng si kembar.
" au...... " sorak keduanya dengan bahasa yang masih cadel khas anak kecil.
" Oke... Let' s go. "
Sherly berjalan menuju ke halaman belakang yang juga terdapat kolam renang di sana. Biasanya memang kembar empat ini memilih berenang bersama daddy nya daripada dengan yang lain. Dan tugas untuk menghalangi daddy mereka ke kantor adalah Galen dan Ghadi.
" Dadi ana? " tanya Gafar yang celingak celinguk mencari daddy nya.
" Anti aju. " jawab Ghadi.
__ADS_1
Tak lama Joaquin datang dengan menggunakan celana pendek di atas lutut dan juga baju tanpa lengan yang ketat sehingga tercetak jelas bentuk tubuhnya.
Sherly segera berlalu untuk membantu suaminya bersiap karena seperti biasa suaminya itu harus menggantikan Joaquin yang tidak bisa ke kantor.
" Dadi, yo enang... " ajak Gaffi menggandeng tangan daddy nya. Satu hal yang disyukuri Joaquin adalah kelima anaknya mau menerima mommy mereka yang belum bisa bangun. Kelima anaknya itu serasa bisa mengerti dan hebatnya daya tangkap mereka seperti anak usia tiga tahun.
" Ayo, tapi kalian pakai pelampung dulu ya. " ujar Joaquin berhala ke arah kursi baring di timur kolam renang. Di sana sudah ada Alex yang akan membantu tuan mudanya memakai pelampung.
Alek sudah di sini sejak Daniel dan Gilbert serta Theo dan pasangan mereka masing-masing datang kemari. Alex memilih tinggal setelah Theo dan Daniel pulang ke negara mereka. Alex sengaja tinggal karena ingin membantu Joaquin mengurus anak-anak nya.
" antel Ayek... " seru keempat putra Joaquin.
" Hai boys." Alex melambaikan tangannya meminta para tuan mudanya untuk mendekat. Alex kemudian memasangkan pelampung pada tuan mudanya dibantu oleh Joaquin.
Joaquin sangat bahagia ketika bisa melihat keempat putranya nampak tertawa senang karena bisa berenang meski tidak terlalu jauh, satu meter pun belum ada tapai keempatnya nampak antusias dan senang.
Geya de Niels masih berada dalam asuhan Theo dan Vinda, tapi menurut kabar yang Joaquin dengar semalam, Theo dan Vinda akan mengantarkan Geya untuk mulai tinggal bersama Joaquin. Selain karena Geya sudah mulai mau mengonsumsi susu formula dalam botol, Geya juga semakin mengerti tentang daddynya sehingga ada keinginan untuk berkumpul dengan daddy nya dan keempat saudaranya.
" Tuan, saya dengar seminggu lagi tuan Theo akan datang membawa putri bungsu anda?" tanya Alex basa basi.
" Iya. Geya mungkin sudah paham tentang arti keluarga yang sesungguhnya sehingga dia ingin berkumpul dengan saudaranya dan juga daddy nya." jawab Joaquin.
" Rumah ini akan semakin ramai dengan kehadiran nona muda tuan, saya yakin anda akan merasa lebih berwarna jika seluruh anak anda berkumpul." ujar Alex.
__ADS_1
Joaquin hanya tersenyum mendengar ucapan Alex, bagaimanapun keadaan Joaquin sekarang, dia tetap merasa hampa karena tidak adanya Noura dalam hari-harinya. Cinta mereka harus terhalang oleh kesehatan Noura. Meski sudah setahun lamanya tapi Noura masih belum juga bangun dari tidur panjangnya.
Joaquin membantu anak-anaknya nik, lalu membawa mereka berempat ke kamar mereka untuk membersihkan diri. Sudah setengah jam keempat putra itu berada di kolam renang dan sekarang ini adalah waktu untuk melakukan aktifitas lainnya.
" Dedi, au inin beli aninan..." ujar Gaffi dengan bahasa cadelnya.
" Bukankah mainan Gaffi sudah sangat banyak. Mainan apa lagi yang kamu inginkan?" tanya Joaquin. Bukan tidak mau membelikan mainan anak-anaknya, tapi Joaquin ingin mengajarkan pada semua putranya bahwa membeli sesuatu yang tidak penting hanya membuang-buang uang.
" Eta Affi usak, digigit ama Bon." jawab Gaffi, kemarin sore kereta api miliknya yang dibawa bermain di halaman belakang rusak karena digigit oleh Brown, anjing milik mereka berempat.
" Oke.. Nanti sore kita ke mall sama-sama untuk membelikan mainan Gaffi. Dan untuk kalian bertiga jika ada mainan yang rusak daddy izinkan kalian untuk membelinya, jika tidak ada di antara mainan kalian yang rusak kalian tidak boleh membeli mainan baru. Apa kalian semua mengerti?"
" Yes dad." serempak keempat pangeran itu menjawab.
Melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh, Joaquin membawa keempat putranya untuk turun ke meja makan karena ini adalah waktu mereka untuk ngemil. Sayuran yang sudah dicincang menjadi lembut lalu di campurkan ke pure kentang menjadi menu ngemil putra Joaquin.
Dengan bantuan empat orang dewasa, putra-putra joaquin mulai menyantap menu ngemil siang mereka. Joaquin selalu menanamkan hidup sehat pada anak-anaknya. Anak-anak yang terlalu sering sakit hingga terlalu banyak mengonsumsi obat juga tidak terlalu baik untuk otak mereka. Joaquin berusaha menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Melihat apa yang terjadi pada Noura membuat Joaquin lebih posesif pada anak-anaknya. Dia tidak ingin kecolongan seperti apa yang terjadi pada istri tercintanya.
******************
Hai para raiders, maaf author cuma bisa up satu bab aja akhir-akhir ini. Aouthor lagi sibuk sama kedua buah hatiku karena aku ini sekarang sedang berjalan mau menjadi single parents.
Tapi meski banyak kesibukkan author masih berusaha untuk tetap bisa up setiap hari..
__ADS_1