Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 80


__ADS_3

Hari yang paling ditunggu oleh Joaquin selama satu tahun ini akhirnya terwujud. Hari ini saudaranya, Theo dan Vinda akan mengantarkan putri cantiknya untuk kembali berkumpul bersama kembaran lainnya. Geya de Niels sudah mulai bisa minum dengan dot susu. Dia juga sudah mpASI jadi sekarang ini sudah bisa dirawat oleh Joaquin sendiri.


Geya yang sangat mirip dengan mommynya, menjadi obaat tersendiri untuk Joaquin karena kerinduannya pada sang istri yang masih terbaring lemah di rumah sakit yang ada di Amerika.


" Hai princess daddy sudah datang. " Joaquin langsung menggendong putri kecilnya.


" Atu lindu daddy. " ujar Geya menciumi pipi daddy nya.


" Sama sayang, anak papi yang paling cantik ini selalu membuat daddy rindu. Sekarang kota masuk yuk, keempat saudaramu sudah menunggumu di dalam. " ajak Joaquin. Dia juga mempersilahkan Theo dan Vinda untuk masuk.


Keempat putra Joaquin menyambut dengan baik kedatangan adik bungsu mereka. Sejak kecil selalu ditanamkan oleh Joaquin bahwa Geya adalah adik mereka, sehingga keempat putra Joaquin selalu menyayangi Geya. Terlihat sangat harmonis saat Geya berlari menghampiri keempat saudaranya.


" Terima kasih The, dan juga Vinda. " ujar Joaquin tulus.


" Kenapa berterima kasih Kak. Aku senang mengasuh Geya, dia begitu manis bukan. " ujar Theo.


" Aku berterima kasih bukan karena itu, tapi Terima kasih kalian berdua datang jadi aku bisa meninggalkan kelima anakku pada kalian dan juga Gilbert. Aku harus menjenguk Noura. " Theo sampai tercengang mendengar ucapan dari kakak tertuanya.


" Aish... Kakak menyebalkan. " batin Theo.


Vinda yang sudah tidak bertemu dengan Sherly selama setahun ini langsung duduk berdua dan memulai perbincangan mereka yang tak jauh-jauh dari gosip seputar orang tampan. Theo dan Gilbert sudah hafal betul perbincangan tak bermutu istri-istri mereka.


Joaquin dan Theo memilih untuk menemani si kembar bermain. Lagi pula sudah lama sekali si kembar tidak bertemu setelah sekitar enam bukan lalu, Theo membawa Geya untuk berkunjung. Nama kelima anak Joaquin dan Noura itu sedang asyik bermain.


Theo kemudian mulai membahas tentang perusahaan milik Joaquin yang sedang dikembangkan oleh Theo dan Daniel. Sepanjang setahun ini JN corp banyak mendapatkan tender yang semakin membuat nama JN corp melejit.

__ADS_1


" Kakak tenang saja tinggal di sini, semuanya yang ada di sana sudah aku dan kak Dan handle dengan baik. Ketika si kembar dewasa maka mereka bisa langsung memimpin perusahaan. " ujar Theo.


" Tunggu... Kemana anakmu? Kenapa kalian hanya bersama Geya? " tanya Joaquin yang baru sadar tidak berjumpa dengan keponakannya.


" Mereka sedang berkeliling mall bersama dengan pengasuhnya. Tadi Geya menolak ke sana jadi aku dan Vinda antar Geya pulang dan kedua anakku 6bersama dengan pengasuh mereka. " jawab Theo santai seperti tidak ada beban ketika anaknya tidak bersamanya.


" Kau.... Kau... bagaimana bisa kalian meninggalkan anak kalian tanpa pengawasan dari kalian. Ya Tuhan, aku bisa gila karena mu. " omel Joaquin. Theo dan Vinda terlihat sangat santai ketika anak-anak mereka tidak bersama dengan mereka.


Theo nyengir kuda saat kakak tertuanya mulai berceramah. Panjang kali lebar ditambah tinggi sudah Joaquin menceramahi Theo. Selain diam dan mendengarkan, tidak ada pilihan lain dari Theo. Joaquin adalah tipe orang yang jika dibantah akan semakin panjang ceritanya, jadi lebih baik diam dan semua akan baik-baik saja.


Theo dan Vinda memiliki bayi kembar, meski keduanya bukan anak kandung Theo. Theo selalu bilang, bayi yang dilahirkan dari rahim Vinda adalah anak darinya. Dia yang begitu mencintai Vinda tanpa syarat dan mau menerima wanita itu meski kondisinya sangat jauh dari kata sempurna ketika bertemu dengannya.


Anak Theo dan Vinda bernama Rouge de Niels dan juga Rose de Niels. Keduanya hanya berbeda beberapa minggu lebih tua dari kelima anak Joaquin. Ge dan Rose adalah panggilan kedua anak Theo, dan untuk Geya nantinya Rouge adalah cinta pertamanya.


" Lusa, besok aku harus ke perusahaan dulu, sudah satu minggu aku tidak mengecek segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan. " jawab Joaquin terus terang. Seminggu ini dia selalu terhalang kedua putranya yang merajuk karena tak ingin ditinggal daddy mereka bekerja.


" Hahahahahaha... kasian sekali kakak sekarang, jika Dan tahu tentang hal ini dia pasti juga akan menertawakan kakak. " ledek Theo.


" Bisa apa aku jika mereka berdua sudah mulai berguling-guling di lantai. " ujar Joaquin menunjuk ke arah Galen dan Ghadi dengan dagunya.


" Joaquin de Niels hanya akan kalah dengan Galen dan Ghadi de Niels. " ledek Theo..


" Ah masa bodoh... " ujar Joauqin pergi meninggalkan Theo.


Theo diam-diam tersenyum, rasanya sudah lama sekali dia tidak pernah menggoda Joaquin seperti hari ini. Senang bisa melihat wajah kakak tertuanya sudah banyak berubah. Dulu setelah semua yang menimpa dia dan istrinya, wajah Joaquin selalu terlihat memiliki beban yang sangat banyak.

__ADS_1


Theo memperhatikan si kembar bermain, nampak sangat akur dan terlihat bahagia padahal mereka sempat berpisah selama satu tahun, tapi Geya terlihat seperti ketika dia selalu bersama keempat kakak kembarnya.


" daddy..." Rouge dan Rose berlari memeluk tubuh Theo.


" Apa kalian sudah puas berkeliling mall?" tanya Theo memangku kedua anaknya.


" Yes dad." jawab Ge.


" Rouge..." panggil Geya sedikit berteriak. Sangat aneh didengar ketika Geya memanggil nama Rouge tapi dengan fasih, padahal dia selalu cadel jika memanggil nama seseorang atau ketika berbicara.


" Kau itu anak perempuan tapi kenapa tidak ada anggun-anggunnya. Lihat Rose, dia perempuan tapi tidak sepertimu."Rouge mengomel pada Geya.


Theo dan Vinda melihat ketika Rouge putra mereka sedang mengomel dengan Geya putri asuh mereka.Mungkinkh ketika besar nanti mereka berjodoh. Tak salah keduanya bersama karena tak ada satu tetes pun ikatan darah di tubuh mereka.


Rouge yang sedang menegur sikap Geya, nampak seperti pak guru yang menegur muridnya yang nakal. Namun hal yang tak terduga datang, Galen dan Gafar mendatangi kedua saudaranya itu.


" Kau juga salah, ama peyempuan tidak oleh mayah-mayah. Kua kasal." tegur Galen dengan cadel. Rouge memilih meninggalkan saudara kembar sepupunya itu. Malas menanggapi Galen karena keduanya tidak pernah akur sejak bayi.


Joaquin yang hendak turun ke lantai satu melihat anak-anaknya dan juga keponakannya nampak sedang dalam debat tak bermutu. Tak bermutu karena celotehan anak kecil apalah yang bisa didengar, mengerti ucapannya saja sudah bersyukur.


Tiba-tiba Joaquin memandang ke arah depan lurus, seperti senang memikirkan sesuatu. Dia nampak tersenyum, seperti sedang mengenang sesuatu yang membahagiakan.


" Ketika anak kita besar nanti, pasti rumah kita akan sangat ramai sekali. Apalagi ketika anak theo dan Vinda datang berkunjung." ucapan Noura dulu saat masih mengandung si kembar.


" kau benar Nou, rumah kita sangat rami tapi sepi tanpamu." gumam Joaquin.

__ADS_1


__ADS_2