Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 81


__ADS_3

Di dalam kamar yang sudah satu thun ini menjadi sangat dingin karena telah ditinggalkan pergi oleh pemiliknya. Nampak seorang pria tengah merapikan pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper kecil miliknya. Dia berencana akan pergi mengunjungi sang istri malam nanti.


Pria itu adalah Joaquin de Niels, dia yang sudah lama tak mengunjungi istrinya karena ulah anak-anaknya, malam ini bertekad untuk pergi tanpa sepengetahuan putranya. Sudah seminggu Joaquin terpaksa tidak masuk ke kantor lantaran anak-anaknya pada hobi ngeprank dia. Jadi harus dipastikan malam ini tidak ada lagi gangguan.


" Huft.... tanpa istri jadi tahu kan lelahnya nyiapin baju sendiri yang mau dibawa pergi." gumam Joaquin. Setahun ini banyak skali hal yang dia pelajari tentang seorang istri disaat istrinya tengah koma karenanya.


" Bangunlah Nou, aku janji akan membantu setiap kita mau bepergian." Joaquin tersenyum miris.


Selesai dengan segala urusannya di daam kamar, Joaquin akhirnya turun untuk melihat kelima anaknya. Dia merasa aman meninggalkan si kembar karena sudah ada dua pasang adik dan adik iparnya, jadi si kembar aman terkendali.


Galen yang tahu daddy nya turun segera berlari menghampiri daddy nya. Galen bergelayut manja di kaki jenjang milik daddy nya. Seakan tahu, Joaquin sudah yakin jika anak pertamanya yang biasanya tenang sudah mulai bersikap aneh seperti saat ini, berarti anaknya ini sedang menginginkan sesuatu.


" Ada apa ini putra daddy tumben manja sekali." ujar Joaquin langsung mengangkat tubuh mungil Galen ke dalam gendongannya.


Tak mengatakan sesuatu, Galen hanya sedang menunjuk ke arah Rouge yang sedang dikejar-kejar oleh geya. Joaquin kini tahu apa maksud dari putra pertamanya itu. Joaquin menurunkan tubuh Galen ke lantai, lalu Joaquin mulai mendekati dua anak yang seumuran tapi sudah seperti kucing dan tikus.


" Galen, listen daddy, setiap orang maupun anak-anak punya cara sendiri untuk mengungkapkan rasa sayang kita pada orang lain. Mungkin cara seperti inilah yang di pakai Rouge dan Geya untuk mengungkapkan rasa sayang. " terang Joaquin, sepelan mungkin dia bicara agar bisa masuk di pikiran anak pertamanya yang sudah aJoaquin tahu kemampuan berpikirnya lebih baik dari keempat saudaranya yang lain.


Galen terdiam sejenak sambil kedua matanya tak berhenti menyorot Rouge dan Geya. Cukup lama dia terdiam, kemudian dia mengangguk dan tersenyum. Suatu hal yang membanggakan Joaquin adalah kelima putri nya mau mengerti perasaannya. Kelima anaknya itu hanya pernah sekali bertanya di mana mommy mereka, Joaquin hanya menjawab mommy sedang tertidur panjang.


Dengan Galen dalam gendongannya Joaquin mendekati anak-anak nya yang lain. Dia menurunkan Galen kemudian dia mendekat pada Geya, putri tinggalnya.


" Hai Ge, kalian berdua punya nama panggilan yang sama. Seharusnya kalian itu kompak, bukan sering berantem seperti ini. " tegur Joaquin.

__ADS_1


" Geya, akal uncle. Geya celalu ikin Ge sebel. " protes putra Theo.


" No.. Geya nggak akal. Geya anak aik kan dad. " ujar Geya manyun.


" Yes of course. Anak daddy semuanya baik. Anak uncle Thei juga baik. " ujar Joaquin menenangkan keduanya.


Joaquin mendekat ke arah Theo dan Gilbert. Kedua pria itu duduk agak menjauh dari kerumunan anak-anak agar perbincangan mereka tak terganggu. Joaquin mendekat karena ingin berpamitan, kapan lagi dia punya kesempatan menjenguk Noura. Mengajak anak-anaknya jelas tak mungkin karena Joaquin takut kelima anaknya menjadi down saat melihat mommy mereka terbaring dengan banyak alat yang menunjang kehidupannya.


" Nanti malam aku berangkat, jika anak nakal, si duo onar itu mencariku katakan saja daddy mereka sedang mengurus bisnis. Aku tak ingin kehilangan kesempatan karena ulah mereka lagi. " ujar Joaquin pamit.


" Tenang saja kak, semuanya aman bersama kami. " ucap Theo yang tahu kegelisahan kakak tertuanya.


" Tapi apa Dan tidak apa-apa mengurus semua bisnis ku di sana sendirian. Karena terlalu sering bekerja dia jadi belum menikah. Aku kasian padanya. "


" What.. Anak dari mana kalau menikah saja belum? " Joaquin terkejut mendengar ucapan Theo.


" One Night Stand kak. Wanita itu adalah OG di perusahaan kakak. " terang Theo.


BRAK..


" Apa maksudnya ini? " Joaquin menggebrak meja. Semua mata menatap padanya, tahu dia jadi pusat perhatian Joaquin langsung tersenyum dan melambaikan tangannya, seolah mengatakan tidak ada masalah apa-apa.


" Kau belum cerita padanya? " Theo langsung menatap Gilbert.

__ADS_1


" Maaf aku lupa. Tahu sendiri aku sibuk. " ujar Gilbert tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya. Theo menepuk jidatnya menghadapi saudaranya ini. Pantas saja tidak ada tanggapan dari Joaquin, lha wong dia aja nggak tahu.


" Jelasin. " titah Joaquin dingin.


Theo yang lebih tahu duduk perkaranya pun menceritakan peristiwa yang dihadapi Daniel sekitar sepuluh bulan yang lalu. Ada seorang OG yang bekerja di JN corporation, kebetulan OG itu bekerja di lantai CEO jadi jelas Daniel dan OG itu tiap hari bertemu.


Saat ada janji temu dengan klien di sebuah bar, Daniel melihat OG yang bekerja di kantornya itu menjadi pelayanan di sana, istilahnya adalah Lady court. Daniel langsung memandang rendah OG tersebut.


Yang paling menarik dari cerita ini adalah OG itu menjadi pelayan di ruangan Daniel dan dijebak minum obat halusinogen tingkat tinggi. Berakhir gadis ini berada di ranjang klien Daniel. Gadis itu memelas dan menangis di depan wajah Daniel seolah mengatakan minta diselamatkan. Daniel yang sudah terlanjur kecewa pun berniat meninggalkannya.


" Plaaakkk.... dasar ja***** jangan sok jual mahal. " klien Daniel menampar gadis itu di depan mata Daniel. Sontak hal itu memancing emosi Daniel.


Bagi Daniel baik itu laki-laki atau perempuan yang mengambil pekerjaan seperti gadis di hadapannya itu mereka tetap manusia dan tidak boleh kita menghakimi mereka. atas pekerjaannya. Daniel pun mengatakan pada kliennya bahwa dia menginginkan gadis itu. Dengan terpaksa Klien dan melepaskan gadis yang cantik dan memiliki postur tubuh bagus itu.


" Begitulah awalnya kak, mereka berdua akhirnya melewati malam panas bersama. Tapi karena masalah darah perawan yang tidak ada ketika melakukan itu, kak Dan tidak mau menikahi gadis itu. "


" Kemudian dia satu bulan yang lalu, kami bertemu gadis itu sedang menggendong bayi perempuan yang begitu mirip kak Dan. Akhirnya aku iseng melakukan tes DNA dan ternyata benar adanya bayi perempuan itu anak kak Dan. " ujar Theo diakhir ceritanya.


" Bagus... Berani sekali dia tidak tanggung jawab. Kalian tolong jaga anak-anak ku. Aku akan mampir menemui Daniel dan melakukan conversation dengannya. "


Glek..


Theo dan Gilbert menelan saliva mereka dengan kasar. Conversation yang dimaksud Joaquin pastilah perbincangan antara dua lelaki dewasa. Bisa dipastikan Joaquin akan menghadiahi Daniel dengan bogem mentah jika perbincangan mereka tak lancar.

__ADS_1


" Aish Dan... Sepertinya kau harus menikahi gadis itu atau kau akan di kebiri kak Joaquin. " batin Gilbert tertawa keras.


__ADS_2