Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 75


__ADS_3

Jantung Joaquin seakan dipaksa untuk berdetak kencang, tubuhnya terasa lemah dadanya juga terasa sesak kalau mengingat kondisi Noura saat dibawa ke rumah sakit tadi. Bahkan kemeja putih yang dikenakan Joaquin terkena darah dari Noura.


Saat ini Noura sedang menjalani operasi Caesar untuk melarikan kelima anaknya. Joaquin tidak diizinkan untuk masuk ke dalam karena kondisi pasien tidak dalam kondisi baik-baik saja. Daddy Adeard dan mommy Rita segera mendatangi Joaquin saat melihat menantunya itu duduk di depan sebuah ruangan.


" Jo, gimana Noura? " tanya daddy Adeard.


" Noura masih dioperasi dad, kata dokter bayinya harus segera dikeluarkan atau kalau tidak Noura dan kelima bayinya terancam bahaya dan bisa sajja kita kehilangan salah satunya. " jawab Joaquin dengan mata gang masih menatap pintu ruang operasi.


" Kita sama-sama doa ya Jo. Agar Noura dan kelima anaknya selalu dilindungi yang di Atas. " ujar mommy Rita mengusap punggung Joaquin.


" Iya mom. " hanya ini yang kelaur dari mulut Joaquin.


Tik.. Tik.. Tik...


Suara denting jarum jam yang menunjukkan detik terus bergerak maju. Menit demi menit sudah berlalu dan sekarang berganti jam. Sudah satu jam lebih tapi tak ada suara tangisan bayi yang terdengar dan juga tak ada seorang pun yang keluar maupun masuk ke ruangan yang ada di depan Joaquin.


Satu jam lebih tiga puluh menit seorang dokter keluar dari sana untuk menemui keluarga pasien. Dokter itu langsung saja dikerubungi oleh Joaquin dan kedua orang tua Noura. Mereka bertiga kompak bertanya tentang kondisi Noura.


" Operasinya berhasil dan kelima bayinya sehat dan sudah terbentuk semua organ tubuhnya dengan lengkap dan berat badannya sudah normal. Tapi untuk tiga hari ke depan kami harus meletakkan mereka ke dalam inkubator untuk melakukan observasi tentang kondisi bayinya. " Dokter untuk menghela nafas panjang.


" Pasien kehilangan banyak sekali darah dan hal. itu menyebabkan oksigen yang masuk ke otaknya berkurang sehingga terjadinya kerusakan pada otak. Permanen atau tidaknya kita masih perlu melakukan pemeriksaan lanjutan. " terang dokter yang mengoperasi Noura.

__ADS_1


Joaquin mundur beberapa langkah lalu terduduk lesu di atas kursi yang tadi dia duduki. Tak pernah terlintas di pikirannya bahwa Noura akan mengalami hal seperti ini. Hati Joaquin begitu sakit karena tak mampu menahan perasaan sedihnya. Air mata miliknya pun terjun ke bawah tanpa dia sadari.


" Kenapa jadi begini? Kenapa harus Noura? Kenapa bukan aku saja yang menderita? Setidaknya akhirnya sudah biasa menderita sejak dulu dia tidak pernah menderita seperti ini. " teriak Joaquin dalam hatinya. Sungguh kesadarannya tak mampu menerima berita yang baru saja dokter katakan tentang Noura.


" Dok, apa yang harus kami lakukan pada pasien yang mengalami kondisi koma? " tanya daddy Adeard yang hatinya sama-sama hancur seperti Joaquin.


" Kami akan melakukan MRI dan CT scan untuk mengetahui kerusakan pada otak pasien. Pasien juga harus melewati beberapa pemeriksaan lainnya seperti EEG dan pungsi lumbal. Kami akan menempatkan pasien di ruang ICU agar memudahkan kami untuk mengetahui kondisi pasien. " terang dokter tadi.


" Mari kota bertemu di ruangan saya setelah ini tuan, kita membicarakan kondisi pasien di sana. " ajak dokter tadi mempersilahkan daady Adeard mengikutinya.


Mommy Rita berusaha menguatkan Joaquin lalu mengajak Joaquin untuk melihat kondisi kelima anak Joaquin. Nanti mereka akan bicarakan lagi tentang kondisi Noura setelah daddy Adeard kembali dari menemukan dokter.


Ruangan khusus bayo berada satu lantai dengan bagian obgyn yang letaknya berbeda dua lorong dari ruang operasi tadi. Mommy Rita sebenarnya jiga terpukul tapi melihat Joaquin rasanya dirinya harus menguatkan Joaquin agar tetap kuat demi kelima anaknya.


" Mereka berempat berjenis kelamin laki-laki dan yang satu ini adalah perempuan tuan. " tutur suster penjaga ruangan itu.


" Wah... cucu-cucu granny tampan dan cantik sekali. " ujar mommy Rita yang tak bisa menyembunyikan kebahagian nya mendapat lima cucu sekaligus.


Tak lama daddy Adeard juga ikut mendatangi ruangan itu. Melihat sebentar cucu-cucunya yang memiliki wajah perpaduan Joaquin dan Noura. Daddy Adeard pun mengajak Joaquin keluar dari ruangan itu untuk mendiskusikan tentang kondisi Noura.


" Jo, aku dan mommy mu akan membawa Noura berobat ke Amerika. Aku dengar di sana ada rumah sakit yang memiliki fasilitas terbaik di dunia. Kau tugasmu menjaga kelima anakmu dan aku yang akan membuatmu awal Noura berobat. " tutur daddy Adeard.

__ADS_1


" Tapi dad, kenapa bukan aku yang membawa Noura berobat. " tanya Joaquin.


" Lalu siapa yah kau suruh untuk merawat anaknya? Mereka adalah anakmu, sudah sewajibnya kau merawat mereka. Jangan khawatir, kau bisa mengunjunginya kalau kau tak banyak pekerjaan. Dengar ini yang terbaik untuk Noura, agar dia bisa segera sembuh. " daddy Adeard menekan kata terakhir dari kalimatnya.


Joaquin mengusap kasar wajahnya, dia kota ditempatkan di tempat yang membuatnya terjebak. Dia tak bisa memilih antara anaknya atau Noura tapi dia tak ingin jauh dari Noura.


" Baik dad, aku serahkan Noura untuk daddy bawa berobat aku akan merawat anak-anak. " pada akhirnya Joaquin membuat keputusannya.


" Baik. Percaya saja padaku. " ujar daddy Adeard.


Joaquin sadar ini semua kesalahannya maka dari itu dia tak bisa menolak keinginan ayah mertuanya itu. Joaquin tak ingin jika daddy Adeard marah dan memisahkan dia dari Noura.


" Kau sudah memberi nama kelima anakmu? " tanya daddy Adeard.


" Sudah dad, Galen, Gafar, Raffi, Ghadi, dan Geya. Itu adalah nama mereka. " Joaquin melihat ke arah ruangan khusus bayi tempat dimana anaknya berada.


" Bagus, sekarang yang terpenting adalah kondisi istri dan anak kalian. Oh ya... Pelakunya sudah aku tangkap dan sekarang ada di markas Robinson. Datanglah jika kau penasaran siapa orangnya. " ujar daddy Adeard membuat Joaquin terpaku ditempat.


Keduanya mendekat ke kaca pembatas ruangan khusus bayi. Dari kaca itu dapat Joaquin lihat kelima anaknya sedang terlelap. Joaquin hanya berharap bahwa kelima anaknya dan Noura bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Agar setimpal dengan pengorbanan mommy mereka demi bisa melahirkan mereka ke dunia.


Joaquin tersentak saat mendengar tangis kelima bayinya yang menandakan mereka sedang kehausan. Suster dan mommy Rita dengan sigap menyiapkan susu formula dalam botol pada kelima bayi itu. Namun, nampak dalam penglihatan Joaquin bahwa putrinya itu tidak mau menghisap dot di botol yang disodorkan oleh suster. Lama suster itu mencoba hingga dia menyimpulkan sesuatu.

__ADS_1


" Tuan, maaf sebelumnya tapi putri anda seperti tidak mau minum susu dari botol, sehingga anda harus mengupayakan adanya ibu ASI untuk putri anda. "


__ADS_2