
Hari yang paling ditunggu oleh Joaquin akhirnya tiba juga. Hari ini akan menjadi hari dimana dia akan kembali mengadakan pesta yang dulu tidak bisa berlangsung dengan baik karena masalah yang terus silih berganti datang pada mereka. Kini Joaquin bisa mewujudkan impiannya, tanpa ada seorang pun yang akan menghalanginya maupun merusak semuanya.
Pagi sekali Noura sudah ditarik oleh beberapa orang yang Noura sendiri tak tahu siapa. Tapi ketika mereka mengatakan bahwa mereka adalah MUA, dengan ikhlas pun akhirnya Noura ikut mereka. Bukan di mansion milik keluarganya, melainkan untuk dirias di sebuah hotel yang sangat dekat dengan tempat acara akan dilangsungkan.
" Maaf, kenapa harus diriasnya di sini? Kenapa tidak di mansion saja? " protes Noura.
" Maaf nyonya muda, kami hanya mengikuti perintah tuan muda. " jawas salah seorang MUA yang merias nya.
" Lalu dimana suamiku? " tanya Noura yang baru ingat sejak dia membuka mata, dirinya sudah tidak melihat keberadaan sang suami.
" Tuan muda berada di tempat acara nyonya muda. Nanti akan ada yang menjemput anda di sini untuk membawa anda ke tempat tujuan. " Noura menghela nafas, sungguh jawaban dari para MUA ini sama sekali tidak memuaskan nya. Namun untuk bertanya lagi Noura sungguh malas.
Dengan cekatan tangan MUA itu merias wajah Noura, dengan sedikit poles saja, wajah cantik Noura sudah terlihat begitu memukau. Wajar saja karena memang pada dasarnya Noura sudah memiliki wajah cantik dan imut sejak lahir. MUA, yang lain mengajak Noura untuk masuk ke ruang ganti. Di dalam ruangan itu sudah terpajang jelas gaun indah bertabur delima dan berlian. Gaun yang sesuai dengan keinginan Noura dalam pemilihan warna.
" Cantik sekali... " Noura menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Terkejut melihat sebuah gaun yang lebih mirip gaun pengantin daripada gaun untuk pesta. Sungguh sangat indah sekali.
" Apa ini gaun yang disiapkan oleh suami ku?" tanya Noura.
" Benar nyonya muda mari saya bantu untuk memakainya. " jawab MUA itu.
Dengan hati-hati, MUA tadi membantu Noura memakai dress yang sangat indah itu. Begitu fix di badan Noura, kulit Noura begitu menyatu dengan warna gaun itu, semakin mempercantik penampilannya.
Dress berwarna pink dipadupadankan dengan putih gading, bertabur berlian berwarna hijau di seluruh bagian gaun tersebut. Tanpa lengan, dan bagian punggung yang sedikit terbuka, dress itu panjang menjulang sampai ke lantai di bagian belakang, dan rendah diatas lutut di bagian depannya. Sangat pas ditubuh mungil tapi begitu berisi milik Noura.
__ADS_1
" Wah nyonya muda..... Anda cantik sekali, seperti bidadari. " puji MUA yang membantunya mengenakan dress tersebut.
" Benarkah? " tanya Noura. Wajahnya melihat ke arah cermin, dia sendiri juga tidak percaya bahwa saat ini yang ada di cermin itu adalah dirinya.
" Anda memang sangat cantik nyonya muda. Kami hanya memberi sedikit polesan saja, tapi lihatlah Anda benar-benar terlihat sangat memukau. " pujian stylist.
" kalian bisa saja, tapi Terima kasih banyak. " Noura menggenggam tangan kedua MUA itu.
" Sama-sama nyonya muda. Semoga Anda berbahagia hari ini dan seterusnya. " ujar MUA itu tulus mendoakan Noura.
Obrolan ketiga wanita itu terhenti saat ruangan mereka diketuk dari luar. Ternyata yang datang itu adalah Malik, asisten Joaquin yang dimintai tolong oleh Joaquin menjemput sang nyonya muda de Niels
Bersama dengan kedua MUA, Noura berangkat menuju ke tempat yang sudah lebih dulu didatangi oleh Joaquin. Mobil yang membawa mereka, dengan kecepatan standar mulai melaju.
" Tuan Malik, kenapa kita ke sini? " tanya Noura nampak bodoh sekali.
" Nyonya muda, tuan muda sudah menunggu di dalam. Mari kita ke sana. " ajak Malik tanpa menjawab pertanyaan Noura.
Tidak bertanya lagi, Noura hanya mengikuti kemana langkah Malik membawa dirinya. Ketika sampai di tempat Joaquin berada, Noura menatap Joaquin dengan alis yang berkerut Dia sedikit bingung karena di tempat itu ada juga orang tuanya yang setahu dirinya sejak keliling dunia untuk berlibur.
Belum juga terjawab pertanyaan dalam benaknya, daddy Adeard datang lalu menggandeng tangan Noura. Menepuk pelan punggung tangan Noura, daddy Adeard tersenyum. Noura seperti de javu dengan situasi seperti ini, rasanya sudah lebih dari satu kali dia mengalami hal seperti ini.
" Daddy? " Noura heran karena dirinya diajak berjalan oleh daddy nya ke arah Joaquin berdiri. Para tamu undangan juga bertepuk tangan riuh mengiring perjalanan Noura.
__ADS_1
" Kau akan tahu nanti sayang. " ujar daddy Adeard seolah mengerti apa yang sedang dipertanyakan oleh putri kesayangannya itu.
Semakin mendekat ke arah Joaquin yang sedang berdiri sendiri di depan sebuah panggung kecil, satu per satu anak mereka keluar dari tempat yang Noura sendiri tak melihatnya tadi. Galen, Gafar, Gaffi, Ghadi, dan si bungsu Geya berjalan di depan Noura dan daddy Adeard. Nampak seperti mereka berlima membawa sesuatu yang Noura tak tahu itu apa.
" Kau tahu Jo, sudah tiga kali ini aku mengantarkan putri kesayangan ku kepada mu. Kali ini, bisakah kau benar-benar melindunginya seperti apa yang kau janjikan. " ujar daddy Adeard mengulurkan genggaman tangan Noura ke Joaquin. Dari sini Noura tahu bahwa ini adalah pesta pernikahan mereka yang mengulang kejadian empat tahun lalu yang berantakan.
" Sekarang dan selamanya akan aku jaga dia dengan segenap hidup ku. Aku janji pada mu dad. " tangan Joaquin terulur merah tangan dari wanita yang menjadi cinta pertama dan cinta terakhirnya.
" Sayang.... " ujar Noura dengan kedua matanya yang sudah berkaca-kaca.
" Ini hari special kita sayang, please don't cry. " ujar Joaquin mengusap sudut kedua mata Noura yang siap meluncurkan air mata.
" Heem... "
Keduanya naik ke pelaminan, kembali mengucap janji pernikahan di hadapan seorang pemuka agama. Mengulang untuk yang ketiga kalinya, tapi harapan mereka masih sama. Bahwa pernikahan ini akan untuk selamanya,.
" I love you Nou.... " Joaquin langsung memajukan bibirnya untuk bertemu dengan bibir milik Noura. Joaquin mencium bibir manis milik sang istri dengan penuh cinta. Tidak ada nafsu di dalam ciuman ini, hanya setiap sesapan yang menyalurkan setiap kasih dan cinta Joaquin untuk Noura. Tentunya, Noura membalas lumayan dari bibir Joaquin untuk mengungkapkan berapa dia mencintai seorang pria yang ada di depannya ini.
" I love you too. " ujar Noura saat ciuman mereka berdua telah usai.
" Forever with you, sweetheart... " cup, Joaquin mencium kening Noura sangat lama sekali. Noura bahkan memejamkan matanya meresapi ciuman di keningnya itu.
" Forever my husband... "
__ADS_1