Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
KEGELISAHAN JOAQUIN


__ADS_3

Pagi sudah menyambut setiap insan yang ada di kota M. Joaquin mulai mengerjakan kedua matanya kalau sangat surya menelisik masuk ke kamar tidur miliknya. Joaquin terbangun dan bersandar di sandaran ranjang miliknya. Masih enggan untuk turun menuju kamar mandi.


Joaquin menatap ke depan, melihat dengan seksama sebuah foto dalam pigura sangat besar yang baru kemarin terpajang di dinding kamarnya. Foto pernikahannya dengan Noura, Joaquin sengaja memperbesar foto itu dan menggantungnya di dinding kamar. Untuk pengobat rindu saat tak berada di samping sang istri tercinta.



Joaquin tersenyum saat melihat senyum wanita yang dicintainya dalam foto tersebut.


" Haish belum ada satu minggu tapi aku sudah sangat merindukanmu. Apa aku akan tahan bila seperti dalam waktu yang lama. " keluh Joaquin.


Joaquin yang sudah siap dengan setelan jasnya menuruni anak tangga menuju dapur untuk sarapan bersama saudaranya yang lain. Di meja sudah ada Theo, Daniel dan Gilbert.


" Wah saudara senasib seperjuangan sudah datang. " celetuk Theo saat melihat Joaquin duduk di hadapannya. Joaquin mengernyitkan dahinya, tidak paham apa yang dimaksud Theo.


" Iyalah senasib, Sama-sama sudah punya istri tapi harus LDR an. Seperjuangan karena sama-sama berjuang menahan rindu yang mendalam. " kelakar Gilbert diiringi dengan gelak tawa yang lain.


Jangan ditanya bagaimana Joaquin, dirinya hanya tersenyum tipis melihat kekonyolan saudara angkatnya itu.


Hari ini adalah hari di mana Joaquin akan menandatangani proposal yang sudah dikirimkan oleh Joshua, pamannya. Dalam kerja sama kali ini Joaquin menyiapkan sebuah jebakan di mana pada akhirnya apa yang menjadi haknya akan kembali padanya.


Joaquin di temani oleh Gilbert menuju perusahaan. Jika di hadapan orang lain Joaquin masih menggunakan kursi roda, walaupun sekarang dirinya sudah bisa berjalan walau masih terbatas waktu.


Sesampainya di perusahaan, sekretaris Gilbert mengabarkan bahwa Joshua dan asistennya sudah menunggu di ruang rapat yang ada di lantai yang sama dengan ruangan Joaquin dan Gilbert.


Joaquin sudah menandatangani surat perjanjian kerjasana itu, begitu pulang dengan Joshua. Tidak ada masalah, ataupun suatu hal yang mencurigakan membuat Joshua lengah.


Pena yang sudah ada sidik jari milik Joshua langsung di antarkan ke laboratorium oleh anak buahnya untuk mencetak sidik jari tersebut. Tujuannya membuka atau mengakses segala sesuatu yang menggunakan sidik jari Joshua.

__ADS_1


" Terima kasih Mr. Joaquin. Semoga ini awal untuk kerja sama kita yang berikutnya. " ucap Joshua menjabat tangan Joaquin.


" Sama-sama Tuan Joshua. " balas Joaquin.


Gilbert mengantar kepergian Joshua sampai di depan lift. Kemudian dirinya kembali menemui Joaquin yang sudah berada di ruangannya sendiri.


" Aku sudah menghubungi Theo. Dia bilang semua akan dipersiapkan nya dengan matang. Tapi, apa kau yakin untuk menjadi orang yang menahan pria itu di sini. Jika terjadi suatu kesalahan maka habis kita semua. " terang Gilbert.


" Tidak perlu khawatir, aku akan mengontrol emosiku sehingga kalian di sana lancar. " ujar Joaquin.


Menjadi umpan untuk menjauhkan Joshua dari wilayahnya adalah sebuah misi yang berat apalagi Joaquin yang menjalankan misi tersebut. Peristiwa yang pernah terjadi dulu, pasti masih membekas di hati Joaquin. Gilbert dan yang lainnya takut Joaquin tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri hingga Joshua bisa menyadari bahwa semua ini hanyalah rekayasa saja.


" Baik aku percaya padamu. Tapi berjanjilah lai juga akan baik-baik saja. " ujar Gilbert akhirnya. Dirinya harus bisa percaya pada Joaquin.


Di kediaman keluarga Robinson, langit malam sudah mulai menyelimuti bumi ini. Noura nampak duduk termenung di kursi taman yang mengarah ke kolam renang. Entah apa yang ada dipikirannya, seolah menyita seluruh kesadaran Noura.


Berkali-kali Noura menghela nafas kasar, sepertinya apa yang dipikirkannya sangat berat. Vinda duduk di samping Noura. Vinda tadi mendapat kabar dari Sherly yang masih berada di kota M.


" Nou, tadi Sherly telfon dia bilang Tuan Joaquin nitip salam buat kamu. Dia sangat rindu katanya. " ujar Vinda memberitahukan pesan dari Sherly tadi.


" Sherly tahu dari mana Vin? " tanya Noura heran. Bagaimana sahabatnya itu bisa tahu jika Joaquin menitipkan salam.


" Dari Gilbert katanya. Menurutku mereka berdua seperti saling tertarik satu dan lainnya. Tapi mungkin ada suatu hal yang membuat mereka memutuskan untuk menunda niatan baik itu. " cerita Vinda. Theo suaminya pernah bercerita perihal Gilbert yang tertarik dengan Sherly


" Wah... wah... Pantas saja aku mencium bau-bau aneh di antara mereka berdua. " Noura tertawa geli.


__ADS_1


Malam harinya di ruang makan keluarga Robinson suasananya sangat ramai. Tidak seperti biasanya saat Noura tinggal dengan uncle Lucio, ruang makan itu menjadi sepi.


Noura sedang asyik mengobrol dengan mama Rita dan juga Vinda tentang berbagai hal unik dan lucu. Tuan besar Robinson hanya tersenyum tipis melihat itu semua.


Chef Ardi sudah menghidangkan hidangan Chinese food sebagai hidangan makan malam. Mulai dari fuyunghai, ayam kungpao, cumi goreng mentega, capjau seafood dan beberapa hidangan penutup.


Vinda bahkan sampai menelan ludahnya kasar saat mencium aroma hidangan yang langsung membuat anak-anak dalam perutnya berdemo minta maminya untuk mencicipi masakan chef Ardi.


Keluarga Robinson ditambah dengan Vinda nampak sangat lahap menikmati hidangan yang ada di meja makan. Tak jarang Vinda maupun Noura menambah lauk atau memakan hidangan penutup.


Jika di kediaman Robinson penghuninya sedang menikmati makan malam, berbeda dengan kediaman de Niels dimana Joaquin sejak pagi sudah mondar-mandir tidak jelas.


Theo, Daniel dan Gilbert hanya geleng-geleng kepala melihat tingkat aneh Joaquin.


Semalam Joaquin mendengar jika Noura bertemu dengan mantan calon suaminya lalu dirinya meminta Theo untuk menyelidiki dan dirinya kemudian tahu bahwa pria bernama Robin itu masih mencintai Noura. Pernikahan Robin dengan Siska hanya sampai batas waktu yang ditentukan oleh Robin sendiri.


Meski Noura sekarang adalah istrinya yang sah secara hukum dan agama, tapi saat ini Noura berada di negara asalnya. Pernikahan mereka masih belum diurus sehingga bagi yang tidak tahu Noura masih dikira single.


Lima tahun waktu yang dilalui Noura dangan Robin membuat Joaquin jadi minder. Pasalnya keduanya baru berhubungan selama enam bulan.


" Oh Kak, stop it. Kau membuat kepala kami semakin berdenyut saja. " protes Theo.


" Ck, memangnya kau tidak khawatir istrimu disana dilirik pria lain? " tanya Joaquin.


" Sorry, my wife is pregnant. Jadi siapa yang mau menggodanya. " Theo tergelak setelah mengatakan hal itu.


Joaquin mendengus kesal mendengar jawaban santai yang dilontarkan Theo. Joaquin berjalan mendekati sofa lalu mendudukan dirinya di sofa. Setelah lima menit dirinya kembali berdiri dan mondar mandir.

__ADS_1


" ****, seharusnya aku juga membuat Noura hamil dulu jadi aku tidak gelisah seperti sekarang ini. " kesal Joaquin.


__ADS_2