
Di kota M di negara Ini di Eropa, langit malam ini nampak indah dengan bulan sabit dan bintang yang menghiasinya. Ada tiga orang pria yang saat ini sedang berkumpul di ruang kerja menunggu saudara lainnya menelfon. Namun apalah daya akhirnya mereka bertiga ketiduran karena sudah dini hari tapi telfon dari saudara itu tak kunjung datang. Maklum saja di negara tempat saudaranya sekarang masih pagi karena perbedaan waktu yang cukup lama.
Getar ponsel ketiganya terus tak berhenti, namun tk kunjung diangkat karena pemilik ponsel itu tengah asyik dalam dunia mimpinya. Hingga setengah jam berlalu, salah seorang dari mereka terbangun dan mengangkat telfon itu.
" Maaf kak kami bertiga ketiduran. " sapa Theo.
" Aku langsung saja ya...... " Joaquin bercerita.
Daniel terus saja menyimak apa yang diceritakan Joaquin, begitu kakak tertuanya itu menceritakan tentang kakak ipar yang diculik oleh seseorang tak dikenal, tapi saksi dan yang membantu kejahatan itu tak ingat apapun. Orang itu terlihat bingung kenapa bisa ada di cafe tempatnya bekerja padahal dia sedang cuti.
" Lalu apa kakak sudah menanyakan tentang apa yang dilakukan, atau dengan siapa dia bertemu dan pergi kemana sebelum kejadian itu. Hipnotis itu tak bisa bertahan lama kak. " ujar Theo.
" Dia tidak mengatakan detailnya mungkin karena pengaruh hipnotis itu. Tapi yang jelas dari CCTV cafe memang orang itu yang mencampur minumnya Noura dengan obat tidur. " terang Joaquin. Dia sendiri juga bingung mencari lagi di mana petunjuk untuk memecahkan kasus ini.
" Coba kakak selidiki lagi, lihat di setiap CCTV yang biasa dilalui pria itu dari rumahnya ke cafe. Mungkin akan ada petunjuk. " saran Gibert
Ketiganya terus bicara solusi terbaik untuk masalah ini, akhirnya Joaquin setuju dengan cara Gilbert untuk mengecek semua CCTV yang dilalui pria itu. Joaquin juga akan menurut orang untuk mengikuti pria itu. Semoga saja akan muncul petunjuk.
" Dan bagaimana menurutmu? " tanya Joaquin. Entah apa yang dipikirkan oleh Daniel tapi pertanyaan Joaquin pun dia tak mendengarnya. Daniel masih diam tak mengucap sepatah kata pun.
Panggilan video itu pun diakhiri saat asisten Joaquin memasuki ruangannya. Theo dan Gilbert membereskan semua peralatan yang digunakan untuk video call tadi. Daniel masih dia merenung di tempatnya. Semoga yang dia pikirkan bukanlah hal nyata. Semoga ini semua tidak mengarah pada orang itu.
Keesokan harinya semua disibukkan dengan urusan masing-masing. Daniel kembali ke kota R untuk menangani perusahaan di sana karena a JN corp. dipimpin oleh Gilbert. Dalam perjalanannya ke kota R, Daniel masih terus memikirkan masalah kemarin. Daripada terus dihantui rasa penasaran Daniel berencana mencari tahu apa yang s
__ADS_1
sebenarnya terjadi.
" Cari tahu apa yang gadis menyebalkan itu perbuat selama satu minggu ini! Aku ingin laporan tanpa ada yang disembunyikan. Kau mengerti! " titah Dan pada anak buahnya yang sedang menyetir mobil yang dikendarai nya.
" Baik bos. Saya akan bertanya pada para pengawal rahasianya. " jawab Roy.
" Ingat Roy, jangan sampai gadis itu curiga. Segera laporkan padaku. " ujar Dan.
Roy adalah tangan kanannya, dimana Roy lah yang selama ini menemaninya menjalankan misi apapun. Roy adalah anak yang diangkat Nobles sebagai saudara angkat Dan tapi Roy menyadari posisinya dan statusnya pun memilih mengabdi pada Dan. Daniel juga nyaman bila disandingkan dengan Roy mereka tumbuh bersama sejak kecil. Roy juga tahu tentang Joaquin.
Daniel hanya bisa mengutus Roy karena hanya pria itu yang dia percaya dan sekaligus mampu bila harus berurusan dengan gadis menyebalkan yang ingin dia selidiki. Daniel hanya berharap bahwa bukan gadis itu yang menjadi dalang dibalik peristiwa yang menimpa Noura jika pun sampai iya entah bagaimana lagi nanti Daniel harus bersikap.
Jika Daniel hari bangun pagi dan berangkat ke kota R lain lagi dengan Gilbert dan Theo yang baru saja bangun tidur. Perusahaan yang mereka pimpin ada di kota M jadi tak harus bangun pagi. Lagipula hati ini jadwal mereka di luar kantor, membuat mereka masih bersantai di dalam kamar.
" The, tidak kah kau merasa Dan sedikit aneh? " tanya Gilbert. Mereka berdua kini sedang sarapan bersama sebelum menjalani aktifitas selanjutnya.
" Aku juga merasa aneh. Jika ini berhubungan dengan kakak, berarti dia mengetahui orang yang mungkin mirip dengan ciri yang diucapkan kakak semalam. Mungkinkah dia menyembunyikan sesuatu dari kita? " Gilbert menimpali.
" Bisa jadi, apa perlu kita ikuti dia? "
" Jangan The, bisa tersinggung nanti dia. Percayakan saja padanya. Aku akan mencoba menyelidiki hal ini di kejaksaan. Kau ke polisi ya. " Gilbert membagi tugas.
Sarapan selesai mereka berdua berangkat untuk menjalankan misi mereka berdua. Urusan kantor nanti siang mereka baru ada meeting dengan perusahaan lain. Senggang waktu ini mereka manfaatkan untuk bisa segera mengetahui apa benar pelaku yang menculik Noura adalah orang yang sama seperti pelaku kasus Hipnotis di kota M lima tahun yang lalu.
__ADS_1
Keduanya sangat bersemangat sekali karena sejak misi terkahir mereka yang berkaitan dengan Joshua mereka tak lagi menjalankan misi yang membuat andrenalin mereka terpacu. Mereka berpisah di gerbang pertama mansion de Niels, mobil mereka berdua melesat ke arah yang berbeda.
Daniel sudah sampai di perusahaan yang dulunya di pimpin oleh Joshua. Kenapa Daniel yang diperintahkan memimpin di perusahaan itu karena sesuai dengan kemampuan dan gelarnya. Perusahaan ini mencakup di berbagai aspek. Mulai dari properti sampai ke desainnya.
Daniel berkutat di meja kerjanya menyelesaikan memeriksa laporan keuangan yang memang biasa dia kerjakan di hati-hati yang mendekati akhir bulan. Daniel nampak sangat serius memeriksa laporan itu. Pintu ruangan Daniel diketuk lalu masuklah Roh ke ruangan itu.
" Tuan, menurut yang saya selidiki. Gadis yang Anda katakan menyebalkan itu selama satu minggu ini berada di kota yang sama dengan tuan Joaquin. Gadis itu mengatakan ingin menemui tuan muda Joaquin di sana. " lapor Roy.
Degh.. Degh.. Degh...
Daniel terdiam, laporan dari Roy telah membuatnya membeku. Lidahnya kelu tak mampu mengeluarkan kata apapun. Firasatnya benar, semua yang ditakutkan nya terjadi. Lalu apa yang harus dilakukannya. Daniel yang kini sedang dilema tiba-tiba mendapatkan telfon dari Theo. Bergegas Daniel mengangkatnya karena takut penting.
" Iya The. " jawab Daniel.
" Kau di mana? " tanya Theo.
" Aku masih di perusahaan. Ada apa? " Dan balik bertanya.
" Dan, Daniela sudah kembali apa kau tahu? "
Degh.. Degh... Degh....
Jantung Dan berdetak sangat kencang seperti sedang berlari. " Apa yang harus aku katakan? " batin Dan kalut.
__ADS_1
" Dan kau dengar aku. Benar Ella sudah kembali. Dimana dia sekarang? ingat Dan jika benar ini semua ulahnya kau harus bersiap jika kakak tertua menindaknya. Lima tahun yang lalu dia mengalah dan kau yang bertindak. Jangan sampai kakak bertindak atau kau juga akan kena imbasnya. "