Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 86


__ADS_3

Keesokan harinya, di salah satu ruangan yang berada di dalam kantor JN corp, nampak beberapa orang duduk dengan raut wajah yang berbeda-beda. Suasana di ruangan itu juga sangat tegang seperti sedang di sidang saja.


Joaquin duduk di kursi tengah dengan Daniel disisi kanan dan Whitney disisi kiri. Daniel sungguh tak berdaya saat ini karena yang mencari Whitney, wanita yang pernah ONS dengannya adalah Joaquin tuan sekaligus kakak pertamanya. Daniel yakin, Joaquin tahu mengenai apa yang terjadi padanya beberapa bulan yang lalu.


" Apa kalian tahu kenapa aku mempertemukan kalian kembali? " tanya Joaquin to de point.


" Tuan saya bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, jadi... "


" Aku tanya apa ada yang tahu kenapa kalian aku pertemukan kembali? " sentak Joaquin memotong Daniel yang sedang bicara.


Daniel tertunduk, dia tahu alasan kenapa Joaquin mempertemukan nya dengan wanita yang sekarang ini ada di hadapannya, tapi Daniel malas sekali membicarakan mengenai permasalahan mereka berdua. Bagi Daniel, Whitney tak lebih dari wanita malam.


Whitney sendiri juga tahu apa yang sebenarnya menjadi alasan dia berada di tempat ini, tapi Whitney tidak tahu siapa pria yang duduk ditengah dirinya dan juga pria yang merupakan mantan bosnya. Whitney takut salah-salah, hingga Daniel kembali menyalahkannya.


" Aku yakin kalian tahu. Dengarkan aku baik-baik. Sebelum menyesal bicarakan baik-baik masalah kalian berdua. Ini mengenai masa depan seorang anak, apalagi anak itu adalah anak perempuan. Jangan sampai anak itu tumbuh seperti ibunya dan juga ayahnya. Kalian paham? " Joaquin mencoba untuk tidak menyalahkan dan mencoba bertindak seadil lagi.


" Dia bukan wanita baik-baik tuan, jadi sudah dipastikan anak itu bukan anak saya. " ujar Daniel lantang.


" Darimana kau yakin Dan, bagaimana jika anak itu adalah anakmu. Sebuah profesi tidak selalu mencerminkan orangnya. Tidak semua wanita yang terjun di dunia abu-abu adalah wanita ja****. Mereka punya alasan Dan, " sanggah Joaquin. Dia harus meluruskan pikiran Daniel yang sudah melenceng itu.


" Tes DNA adalah saran dariku. Jika kau tidak bisa menerima ibunya, tapi Terima anaknya. Dengar Dan, kita berdua paling tahu bagaimana hidup tanpa orang tua yang lengkap, jadi seharusnya kau tahu masa depan seperti apa yang akan menanti anak itu. "

__ADS_1


Deg....


Daniel terdiam, tidak lagi bisa menjawab perkataan dari tuanya itu. Benar apa yang Joaquin katakan, dia dan tuannya itu paling tahu karena tak lama setelah Nobles menyelamatkan Joaquin dan membawa Daniel lagi pulang ke rumah mereka, Nobles meninggal karena usia.


Saat itu, hati Daniel sangat hancur karena harus menjadi sebatang kara setelah kedua orang tuanya meninggal. Daniel tahu betul sakitnya, kesepiannya, ketidakberdayaannya dan juga beban mental yang harus dirasakannya.


" Whitney sebenarnya adalah adalah gadis baik-baik yang sudah dirusak oleh orang jahat. Apa kau ingin menjadi orang jahat lainnya? " tanya Joaquin.


" Tuan... " lidah Daniel kelu untuk menanggapi perkataan tuannya.


" Dan kau, kenapa diam saja saat ada seorang pria yang merendahkanmu? " tanya Joaquin pada Whitney.


" Lalu apa kau tidak memikirkan nasib anakmu? Apa kau ingin dia bernasib sama sepertimu? Memiliki ayah tiri yang bejat seperti ayah tirimu yang kini mendekam di penjara? "


" Apa kau juga tahu masalah ini Dan? " Joaquin melemparkan dua pertanyaan sekaligus untuk kedua orang yang sedang disidannya.


" Aku datang ke sini bukan untuk menghakimi kalian, tapi untuk memperjelas zona abu-abu yang membuat kalian salah paham. Dan, anak itu adalah anakmu karena Theo dan orang ku sudah melakukan tes DNA. Dan anda nona Whitney, jika anda merasa anda benar tolong diperjuangkan, nasib anak anda yang jadi taruhannya. "


Kedua terdakwa terdiam, memikirkan apa yang sudah Joaquin ucapkan. Meski ada keragu-raguan pada kedua insan itu, tapi tak ada salahnya untuk mengikuti saran Joaquin. Daniel tahu betul Joaquin tidak akan main-main dengan kata-kata nya. Haruskah Dan percaya?


Whitney yang untuk pertama kalinya bertemu dengan Joaquin langsung salut dengan pria itu. Kedewasaan nya seperti menunjukkan bahwa pengalaman hidup pria itu sudah sangat banyak. Istilah kerennya sudah banyak makan garam dunia. Whitney entah kenapa seperti tersihir dengan perkataan Joaquin dan menurutinya.

__ADS_1


" Ryo, antar mereka ke rumah sakit sekarang juga. Katakan pada pihak rumah sakit, bahwa aku yang memerintahkan dan bertanggung jawab pada hal ini. " titah Joaquin.


" Baik tuan. Mari silahkan ikut dengan saya tuan dan nona. " ajak Ryo.


Ketiga orang itu meninggalkan ruangan tempat sidang tadi menuju ke rumah sakit milik Joaquin. Sedangkan Joaquin masih tinggal di ruangan itu untuk sekedar mengistirahatkan dirinya dari perjalanan panjangnya selama beberapa hari ini.


Joaquin berbalas pesan dengan Theo menanyakan kabar kelima anaknya. Theo mengatakan kelima anak Joaquin baik-baik saja dan tidak rewel mungkin karena selalu diajak oleh Theo dan Gilbert jalan-jalan keluar. Joaquin tak mempermasalahkan hal itu asalkan anaknya tidak menangis karena mencarinya.


" Huft... Akhirnya sebentar lagi akan ada titik terang dalam masalah Daniel dan wanita itu. Aku tinggal harus memikirkan tentang perusahaan saja. Dan Noura. " gumam Joaquin yang raut wajahnya berubah menjadi sedih.


Di suatu kamar yang bercat warna putih dan banyak sekali terdapat peralatan rumah sakit, nama ada seseorang wanita yang terbangun dari tidurnya. Wanita itu menghapus air matanya karena mimpi buruk yang dia alami barusan.


Wanita itu berdiri di depan jendela besar yang ada di kamar itu, menatap lurus ke depan. Matahari terbenam menjadi pemandangan yang dilihatnya. Sudah sejak satu bulan yang lalu dia tersadar dari koma dan sudah satu bulan luka dia mengumpulkan kepingan-kepingan ingatan yang dia alami selama ini. Dan dia merindukan sosok yang menjadi pusat dari kenangannya itu.


Wanita ini tidak bisa berbuat banyak karena dia sedang dalam masa pemilihan dan beberapa penyakit baru yang muncul setelah peristiwa yang membuatnya dirawat di rumah sakit beberapa bulan yang lalu.


Kanker rahim stadium dua mejadi diagnosis dari dokter yang merawatnya. Untuk melakukan operasi harus menunggu kondisinya pulih paska koma selama berbulan-bulan. Dia harus dinyatakan sehat baru bisa menjalani operasi itu.


Tak masalah baginya asalkan dia bisa segera kembali ke tengah-tengah keluarganya. Agar dia bisa menjadi sosok yang sempurna saat bisa bersama dengan keluarga kecilnya. Wanita itu tidak sabar ingin segera bertemu dengan orang-orang yang dia cintai dan juga sayangi.


" Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Maafkan aku yang telah membohongi mu dan meninggalkanmu. Maafkan aku. "

__ADS_1


__ADS_2