Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 102 S2


__ADS_3

20 tahun telah berlalu.


Di ruang keluarga nampak Noura sedang mondar mandir menunggu kelima anaknya pulang ke rumah setelah empat tahun yang lalu mereka diizinkan untuk memulai kehidupan mereka sendiri untuk bisa menjadi apa yang mereka inginkan sebelum mereka mewarisi semua usaha dari orang tuanya.


Hari ini, rencananya kelima anak Noura dan Joaquin itu akan pulang. Untuk merayakan pesta ulang tahun pernikahan Joaquin dan Noura yang akan diselenggarakan tiga hari lagi. Joaquin geleng kepala melihat sang istri mondar mandir seperti gosokan saja di ruang tamu mansion mereka yang ada di Milan, Italia.


Keluarga Joaquin pindah kembali ke kota tempat dia dan istrinya bertemu ketika mereka masih kecil ketika si kembar lima berusia delapan tahun. Ad company di serahkan kepada Malik dan Moses, untuk dikelola mereka berdua, tentunya dengan pengawasan dari Joaquin.


" Sayang... Duduk saja! Kaki mu akan sakit jika kau terus seperti itu. " tegur Joaquin. Dia menarik tangan Noura dan membawa istrinya itu duduk di sofa yang ada di mansion mereka.


" Mereka telat lima menit sayang. Apa mereka dalam masalah? " ujar Noura terlihat panik.


" Nou, kelima anak mu sudah besar. Mereka pasti baik-baik saja. Jangan khawatir. " ujar Joaquin menenangkan sang istri.


" Tapi bagi ku mereka masih anak-anak sayang. " sanggah Noura..


" Anak-anak apanya? Mereka malah sudah jago bikin anak. " batin Joaquin.


Keduanya akhirnya duduk di ruang tamu menunggu kelima anak mereka kembali dari petualangan mereka masing-masing. Joaquin membebaskan kelima anaknya setelah mereka semua lulus S2 di usia 19 tahun. Joaquin mengatakan memberi waktu selama lima tahun kepada kelima anaknya untuk menjalani hidup seperti pilihan mereka sendiri. Baru lima tahun kemudian, yaitu sekarang, kelima anak Joaquin dan Noura pulang untuk menjalani takdir mereka sebagai pewaris JN group.


Dari luar terdengar deru suara mobil yang semakin lama semakin terdengar mendekat. Lalu suara itu tiba-tiba menghilang seperti seseorang yang tengah mengendarai mobil itu berhenti tepat di depan mansion de Niels.


Tap... Tap.... Tap.....


Suara langkah kaki mulai mengarah ke pintu mansion. Noura dan Joaquin sudah bangkit dari duduk mereka. Dengan hati yang berdebar, mereka berdua menantikan siapa yang akan membuka pintu itu.


Krieeettttt..


" Hai mom, dad... Long time no see. " ujar seorang pria dewasa yang memiliki paras tampang dan tubuh yang kekar.

__ADS_1


" Galen.... " pekik Noura langsung memeluk putra tertuanya.


" Sayang mommy sangat rindu... " ujar Noura tengah menangis saat itu. Galen dengan kedua tangannya menepuk pelan punggung sang mommy untuk menenangkan wanita pertama yang dia cintai itu.


" Bukan kah mommy dan daddy sering datang ke tempat ku? " ujar Galen yang sebenarnya tahu, saat kedua orang tuanya sering sekali mengunjungi nya meski hanya melihat dari kejauhan.


" Kau tahu Galen? " tanya Joaquin menginterupsi kemesraan istrinya dengan putranya.


" Hem.... Tapi karena kalian datang diam-diam, maka aku juga diam-diam tahu. " jawab Galen santai. Dia berjalan mendekat ke arah daddynya. Daddy yang sedari kecil sudah begitu menyayanginya melebihi diri sendiri.


" I miss you dad,.. " bisik Galen lirih.


" Me too son.. "


Ketiganya lalu duduk di ruang tamu berbincang tentang kegiatan Galen selama di Indonesia. Galen diutus oleh Joaquin untuk datang ke Indonesia deni menyelidiki perusahaan milik keluarga Robinson yang kini tidak lagi ditangani Malik dan Moses. Melainkan karyawan yang berpengalaman sebagai CEO.


" Sayang, dimana saudara mu yang lain? Kemana mereka? " tanya Noura sedikit cemas karena empat anaknya belum juga datang, padahal Galen sudah di sini selama setengah jam lebih.


" Don't worry mom, sebentar lagi mereka akan datang. Sengaja aku meninggalkan mereka karena aku ingin menguasai mommy dan daddy hanya untukku lebih lama. " jawab Galen terdengar lucu ditelinga Joaquin dan Noura.


" Kau itu bisa saja... " ujar Noura memeluk tubuh putranya yang sekarang ini sangat jauh berbeda dari lima tahun yang lalu.


" Itu mereka mom,, " seru Galen saat mendengar deru mobil berhenti di depan mansion. Tak lama pintu terbuka dan langsung saja ke empat saudara Galen berebut mommy dan daddy mereka.


Galen yang melihat saudaranya sedang bercengkrama dengan orang tuanya memilih untuk duduk di sofa dan menyalakan rokoknya. Sudah sejak tiga tahun terakhir, Galen menjadi perokok, namun masih dalam batas wajar.


Saat Galen nampak mengeluarkan asap dari mulutnya, mata Noura melotot kalau melihat anaknya menjadi seorang perokok. Noura langsung mendatangi anaknya.


" Galen... Kau merokok? " pekik Noura.

__ADS_1


" Iya mom. Aku tahu batasan mom. " ujar Galen menenangkan mommy nya yang sudah melotot menatapnya.


" Apa diantara kalian bertiga juga ada yang merokok seperti Galen? " tanya Noura menatap ketiga putranya yang lain.


" Aku dan Ghadi merokok mom, hanya Gaffi yang tidak. " Gadar yang menjawab. Noura meminit pelan pangkal hidungnya saat tahu bahwa anak-anak nya sudah dewasa dan kini mereka merokok.


" Kalian tahu efek dari merokok? Kenapa kalian masih saja mau menghisap itu? Kalian bisa terkena penyakit nantinya jika terus-terusan merokok. Kenapa tidak mencoba hidup sehat seperti Gaffi. Kalian seharusnya mencontoh saudara kalian yang satu ini. " omel Noura pada ketiga putranya.


" Mom kami tahu batasan jadi tenang saja. Kami tidak akan menjadi pecandu mom, kami merokok hanya untuk melepaskan penat. " ujar Ghadi mencoba bernegosiasi dengan mommynya.


Beruntung Joaquin membela ketiga anaknya itu, menurut Joaquin wajar jika seorang pria dewasa merokok, karena doa terkadang juga begitu. Jika Gaffi, dia adalah seorang dokter, sudah pasti akan menerapkan pola hidup sehat.


Galen tersenyum mengejek saat mommy nya meminta mereka mencontoh Gaffi. Dia merasa Gaffi tidak lah hidup sehat seperti apa yang dikatakan mommy nya. Dan Galen adalah saksi dari pola hidup Gaffi itu seperti apa.


" Sorry mom, tapi jika mommy meminta kami mencontoh Gaffi apa mommy yakin dengan kata-kata mommy? " tanya Galen dengan senyum penuh arti ke arah Gaffi.


" Tentu saja. Kau lihat dia seorang dokter dan selalu bergaya hidup sehat. " ujar Noura sangat yakin.


" Oh mom.... Apa mommy tahu bahwa anak yang mommy bilang harus kami contoh itu sudah punya istri, bahkan anaknya sudah bisa berjalan. " ujar Galen membongkar rahasia Gaffi.


" What.... " pekik semua orang di ruangan itu kecuali Galen dan Gaffi. Bahkan Galen sudah tergelak saat Gaffi menatapnya sangat tajam.


" GAFFI... " pekik Noura dan Joaquin berbarengan. Langsung saja Noura dan Joaquin menjewer telinga anaknya itu.


" Aaarggghhhhh mom, dad.... SAKIT.... " teriak Gaffi merasakan telinganya sudah panas.


" Mom, dad.... Bahkan Galen sudah menduda, kenapa kalian tidak marah padanya? " ujar Gaffi tidak mau kalah, dia juga harus membongkar rahasia saudaranya itu.


" Hei, mommy dan daddy sudah tahu. Percuma kau bongkar juga. Asal kau tahu wanita itu yang menyerahkan dirinya pada ku, tidak seperti dirimu yang sudah merenggut mahkotanya... " Galen tertawa sangat keras hingga menggema di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2