Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
HARI YANG MENYENANGKAN


__ADS_3

Akhir pekan ini keluarga uncle Lucio harus pergi keluar kota. Noura yang masih banyak pekerjaan memilih untuk tinggal di rumah. Rein juga tidak bisa pulang karena harus melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.


Di sinilah Noura, duduk termenung di teras. Matanya tak berhenti memandang ke rumah yang ada di seberang.Tapi hari bahkan sudah sore tidak ada pergerakan sedikitpun dari rumah itu.


"mobil di rumah tapi seperti rumah tak berpenghuni"


Noura berbicara pada dirinya sendiri.


Beberapa menit kemudian, "ish... nyebelin... nyebelin... Lama-lama bisa gila aku mikirin itu orang terus. "


Noura yang sudah amat sangat kesal dibuat tetangga barunya itu memilih masuk ke rumah untuk membersihkan diri. Sesungguhnya tanpa Noura ketahui sedari awal dia duduk di teras Joaquin sudah memperhatikan nya dari dalam rumahnya. Terbilatlah senyum tipis untuk pertama kalinya setelah kejadian buruk waktu itu. Joaquin merasa luci dengan tingkah Noura yang marah-marah sendiri.


"Tuan waktunya istirahat. " Dan berjalan dari belakang, lalu mendorong kursi roda Joaquin dan membawanya ke dalam kamar.


Dan membantu Joaquin sampai berbaring di tempat tidur king size itu. Dan menyiapkan semua kebutuhan Joaquin mulai dari minum sampai makan di kamar tersebut.


"Tuan saya pamit pergi ke markas terlebih dahulu, besok sore saya akan kembali. apa tidak apa-apa anda sendiri? atau perlu saya membawa pak Bam kemari tuan"


"tidak perlu. pergilah!! "


setelah mengatakan itu Joaquin langsung memejamkan matanya. Dan sangat khawatir meninggalkan tuannya pergi. Jika tidak ada masalh ki markas GhostNight, dia tidak mungkin meninggalkan tuannya sendirian di rumah.


Jam menunjukkan pukul 23.00,Joaquin terbangun karena haus.


Klek..


Lampu mati.


Perlahan-lahan Joaquin turun dari tempat tidur dan duduk dikursi rodanya, keluar menuju teras untuk melihat keadaan sekeliling. Ternyata semua rumah di komplek itu mati lampu.


Saat akan berbalik masuk, terdengar suara teriakan dari rumah sebrang. Joaquin begitu panik langsung mendorong kursi rodanya ke rumah seberang.


"Nou.. Noura.. " Joaquin berteriak memanggil Noura.


"Noura keluarlah,!! "

__ADS_1


Masih tidak ada jawaban dari Noura membuat pikiran-pikiran yang buruk melintas dipikiran Joaquin.


"tidak.... tidak... Noura baik-baik saja.Nouraku baik-baik saja. " Joaquin bergumam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya guna menngusir pikiran buruk itu. Masih tidak ada jawaban dari dalam, Joaquin turun dari kursinya, dia merangkak ke depan pintu rumah itu..


Brak.. brak.. brak..


Joaquin mengedor pintu sekuat tenaganya.


"Noura.. Noura... keluarlah.." air mata yang tak diduga itu turun membanjiri pipinya. Tubuhnya bergetar dengan sangat hebat. Tangannya tak pernah berhenti mengedor pintu itu.


Keputusasaan menghampiri dirinya, gedoran pada pintu melemah, tangisannya tak berhenti ketakutan kehilangan orang yang dikasihi membuatnya lemah. Di saat kondisi Joaquin yang terpuruk, Noura membuka pintu. Betapa terkejutnya dia melihat tetangganya tergeletak di lantai yang dingin itu.


"Tuan."


Joaquin langsung memeluk Noura sambil bergumam" jangan tinggalkan aku... jangan... tinggalkan... aku. "lama Joaquin memeluknya, tapi Noura tak memberontak sedikitpun. Entah kenapa melihat Joaquin terpuruk hatinya sangat sakit. Noura membalas pelukan Joaquin, dia mengusap punggung pria yang beberapa hari ini terus terlintas dibenaknya.


Setelah tangisan Joaquin berhenti, dia memapah Joaquin masuk kerumah dan mendudukannya di sofa ruang tamu. Noura berjalan ke dapur mengambil minum untuk menenangkan Joaquin.


"Kenapa anda ada di depan Rumah saya tuan" tanya Noura.


Mendengarkan vjawaban Joaquin, dahi Noura terlipat halus. Dia mencoba mengingat-ingat.


"oh.. tadi aku melihat kecoa tuan di kamar mandi saat aku sedang berendam. maaf sudah membuat Anda khawatir "


"siapa yang mengkhawatirkan mu. aku hanya terkejut. " elak Joaquin.


"what dia bilang dia tidak khawatir, lalu siapa tadi yang seperti kerasukkan mengedor pintu rumah ini. Untung sayang kalau enggak dah aku bikin jadi perkedel dia, batin Noura kesal mendengar jawaban Joaquin.


" aku pulang. "pamitnya.


" bisakah kau tetap di sini? atau kalau kau merasa tak nyaman aku mau ke tempat mu asalkan bisa berdua denganmu. "pinta Noura. Dia sudah tidak bisa lagi memendam ini semua sendiri.


Joaquin yang memang pada dasarnya mengkhawatirkan Noura, menyanggupi permintaan itu.


" Di rumahku saja, "ajaknya, " tak perlu khawatir aku tidak akan melakukan apapun padamu, kau lihat sendiri aku lumpuh" Joaquin berkata demikian saat melihat ekspresi Noura berubah saat dirinya mengajak ke rumahnya.

__ADS_1


Noura mendorong kursi roda Joaquin kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah itu Joaquin mempersilahkan Noura masuk. Dirinya benar-benar terkejut melihat semau tata ruang masih sama seperti 10tahun lalu, yang membedakan hanya tidak adanya pigura-pigura naik di dinding atau di nakas.


"ada apa" tanya Joaquin.


Noura menggelang, "hanya takjub semua masih sama seperi 10tahun yang lalu. "


Joaquin tidak menanggapi hal itu. Dia berpindah ke sofa berseberangan dengan Noura.


"aku... aku tidak pernah bermaksud merendahkanmu ataupun mengasihanimu dengan apa yang sekarang ini terjadi padamu. Aku sungguh ingin dekat denganmu.. "


"kenapa?" Joaquin memotong perkataan Noura.


"apa jika aku mengatakan aku ingin dekat denganmu karena aku menyukaimu, kau akan percaya? "


"menyukai ku" Joaquin tersenyum miring. "kau menyukai aku, apakah kau buta, kau menyukai monster sepertiku. orang lain takut melihat ku tapi kau bilang kau menyukai ku. Apa kau ingin mempermainkanku" suara Joaquin mulai meninggi.


Saat itu juga air mata Noura mengalir menganak sungai. Bukan takut karena suara Joaquin yang seperti petir tapi tangisan karena dia ikut sakit saat Joaquin menyebut dirinya monster.


" tidak.. bukan seperti itu maksudku.. aku tidak sepicik itu hanya melihat fisik seseorang. aku menyukaimu karena itu kamu. entah aku juga tidak tahu kenapa sejak pertemuan itu aku merasakan sesuatu yang sudah lama tak aku rasakan. "Noura mencoba menjelaskan.


" lalu apa mau mu?? kita berkencan?? apa kau tidak malu jika orang-orang mengejek dirimu karena punya kekasih lumpuh dan wajah cacat.. begitu mau mu? "


Noura yang kesel dengan kata-kata hinaan Joaquin itu langsung maju dan menyambar bibir Joaquin. Bola mata Joaquin membolak mendapat seeangan dadakan ini. Noura melu***t bibir Joaquin, lama tidak ada balasan Noura hendak melepas ciuman itu, dikagetkan tangan Joaquin yang menekan tengkuknya agar ciuman itu tidak disudahi oleh Noura.


Joaquin membalas ciuman Noura, mereka saling ******* dan menghisap.. Saat dirasa oksigen dalam paru-paru habis barulah mereka melepas ciuman panas itu.


"kau.. " saking malunya Noura tak bisa berkata-kata.


"Apa seperti ini mau mu?? kau tidak akan menyesal dan malu dengan kondisi ku? "


"shutttt" jari telunjuk Noura menyentuh bibir Joaquin. "ini keputusanku, aku sudah tidak sanggup lagi memendam ini semua, setiap hari isi otakku hanya tentangmu. " ketus Noura.


Noura langsung memeluk Joaquin, keputusan untuk menjalin kasih dengan pria yang misterius itu semakin benar karena hatinya begitu damai dalam pelukan prianya.


Ciehh prianya kata Noura.. penasaran cerita selanjutnya nantikan yang di cerita aku ini.

__ADS_1


__ADS_2