Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
RENCANA YANG DIRUBAH.


__ADS_3

Joaquin dan Daniel kini tengah duduk di ruangan Joaquin di markas GhostNight. Mereka sedang menunggu kedatangan Gilbert. Rapat kali ini hanya ada tiga orang saja karena seorang lagi tengah berbulan madu.


Sepuluh menit menunggu, Gilbert akhirnya datang juga. Mereka bertiga pun mulai rapat itu.


" Kau sudah menyelidiki pria tua itu? " tanya Joaquin.


" Ini. " Gilbert menyodorkan sebuah map coklat. " Bukalah disitu tertulis dengan jelas apa yang ingin kau ketahui. " Gilbert menambahkan.


Joaquin nampak membuka map coklat itu. Di dalamnya ada beberapa lembar kertas yang berisi tentang pamannya Joshua.


" Dia berasa di rumah sakit untuk menjenguk seorang anak laki-laki yang sedang sakit. ". Joaquin membaca isi laporan itu.


" Apa hubungan keduanya? " tanya Joaquin


" Wanita yang ada difoto itu bernama Matilda, dia bekerja di mansion pria itu delapan tahun yang lalu. Yang membuatku curiga dia hanya bekerja selama empat bulan. Dia mengundurkan diri tanpa ada keterangan yang jelas. " jeda Gilbert.


" Dia pindah ke kota ini dan menempati rumah mewah yang fotonya sedang kau pegang. " tambah Gilbert.


" Seorang pembantu yang bekerja hanya empat bulan bisa membeli rumah mewah. Bukankah ini aneh. " Dan menimpali.


" Benar, rumah ini ternyata di belikan oleh pria itu karena wanita bernama Matilda itu tengah mengandung anaknya. " terang Gilbert.


" Kau yakin. " Joaquin bertanya.


" 90% persen aku yakin. Untuk menyempurnakan hal yang aku yakini ini aku sudah meminta dokter Stevano melakukan tes DNA rahasia dan mengawasi ruang rawat anak itu. CCTV rumah sakit itupun sudah berada di bawah pengawasan kita. "


Kinerja orang-orang yang berada di bawah Joaquin tidak perlu diragukan lagi. Mereka akan menjalankan tugas tanpa perlu arahan. Mereka selalu bisa diandalkan. Itulah yang membuat kekuatan GhostNight sampai saat ini tidak ada yang mengetahui.


" Oh ya sejak Matilda pindah ke rumah mewah itu, setiap tiga bulan sekali pria itu akan datang ke kota ini dan menginap di rumah itu selama seminggu atau lebih. Dan aku sangat yakin istrinya tidak tahu tentang hal ini. " lapor Gilbert.


" Satu informasi penting lagi. Pria itu berniat menjalin kerjasama dengan perusahaan kita dan perusahaan keluarga Robinson. " tambahnya


" Tapi apa mau dia menjalin kerjasama dengan perusahaan keluarga Robinson. Keuntungan apa yang di dapatnya. " Dan berbicara

__ADS_1


" Kerajaan bisnis properti di Asia, Ad corp. Mungkin itu yang dia incar. " ujar Joaquin


Joaquin masih memikirkan cara terbaik untuk membalas perbuatan pamannya itu. Apakah harus dilakukan seperti pamannya yang membantai keluarganya atau masih ada cara lain. Semenjak bertemu Noura dia jadi ragu jika harus menjadi seorang pembunuh sadis. Tidak ingin Noura takut padanya itulah alasannya.


" Boleh aku memberi saran?? " tanya Gilbert.


Joaquin menganggukkan kepalanya.


" Bagaimana jika kita balas dia dengan mengambil apa yang dia miliki saat ini. Bukankah semua itu adalah milikmu. Jika kau melakukan hal yang sama itu justru terlalu ringan untuknya. Tapi jika kita mengambil apa yang dulu dia perjuangkan untuk menjadi miliknya bukankah dia akan menderita. " usul Gilbert.


" Gilbert benar tuan. Menurut informasi yang dulu pernah didapat Theo. Orang-orang dalam organisasi pimpinan pria itu tidak ada yang cocok dengannya. Mereka ingin memberontak tapi tidak memiliki kekuatan. Jika ada muncul dihadapan mereka sebagai keturunan Cassano, saya yakin mereka akan memilih berpihak pada anda. " Dan ikut mengusulkan.


Joaquin nampak diam berfikir, menimbang nimbang apakah usul dari kedua saudaranya itu adalah cara terbaik untuk balas dendam. Tidak ada salahnya jika dirinya mengambil itu semua karena memang itu adalah miliknya yang telah dirampas oleh pamannya sendiri.


" Aku setuju dengan kalian tapi ada hal yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Dan, kau pantau terus aktifitas pria itu di luar sana, Gilbert kau pimpin proyek kerjasama dengan perusahaan pria itu, beli sedikit demi sedikit saham milik perusahaannya. Dan perintahkan Theo untuk mempersiapkan pasukan kita bila nanti aku mendatangi mereka. Lalu aku akan berusaha secepatnya bisa berjalan. " tugas dari Joaquin untuk semuanya.


Di belahan bumi lainnya, Noura tengah dirundung kekhawatiran. Perasaannya tidak enak setiap memikirkan Joaquin. Kekasihnya itu tidak kunjung menghubunginya setelah Noura meninggalkan pesan.


Tanpa Noura ketahui dirinya tengah diperhatikan oleh mommynya. Mommy Rita tersenyum melihat putri nya yang tengah jatuh cinta. Mommy Rita juga tahu putri tengah dilanda demam rindu karena tidak bisa bertemu dengan kekasihnya.


" Nou, duduklah. Jangan terus mondar mandir di situ. " tegur mommy.


Noura tersentak, dirinya kaget saat mengetahui mommy nya yang memperhatikannya sedari tadi. Noura pun mengambil duduk di dekat mommy nya.


" Mom, kapan kita pulang. Perasaanku nggak enak mom. " adu Noura


" Memangnya kenapa, kami sudah rindu Joaquin. " tebak mommy


" Ihhh mommy, bukan karena itu. " kesal Noura.


Mommy Rita terkekeh melihat Noura yang sedang kesal.


" Kita nanti tanya sama daddy kapan bisa kembali ke kota M. " ujar mommy.

__ADS_1


Mereka berdua tengah duduk sambil melihat televisi. Mereka saat ini tinggal di sebuah rumah sederhana yang biasa disewakan untuk tempat menginap keluarga.


" Sayang, apa niat kamu ke depannya bersama Joaquin? " tanya mommy.


" Nou belum tahu mom. Joaquin tidak akan melamar Nou sampai semua urusannya selesai. Nou hanya bisa percaya dan menunggu. " jawab Noura lesu


" Jangan sedih, mungkin Joaquin punya pertimbangan sendiri saat mengambil keputusan ini. " nasehat mommy. Mommy mengelus rambut pirang Noura.


Noura menganggukkan kepalanya. Dia tahu betul pertimbangan apa yang Joaquin pikirkan. Walau kecewa Noura berusaha memahami cara berpikir Joaquin. Bukankan semua akan indah pada waktunya.


Yang ditunggu akhirnya sampai juga. Nampak daddy Adeard tengah memasuki rumah sederhana sewaan mereka. Daddy terlihat sedikit lelah. Mommy Rita menyambut suaminya dangan senyum dan langsung mencium punggung tangan suaminya.


" Lhoh gadis daddy tumben banget nunggu daddy pulang kerja. " sindir daddy bermaksud menggoda Noura


" Memangnya nggak boleh. " Noura mencebikkan bibirnya.


Daddy dan mommy terkekeh melihat tingkah kekanak kanakan anak gadis mereka itu. Walau sudah berumur dua puluh lima tahu tidak membuat Noura berhenti bermanja pada orang tuanya. Orang tuanya pu tidak mempermasalahkan hal itu mengingat Noura adalah putri tunggal mereka.


" Bukan nggak boleh, tapi ini pasti ada udang di balik rempeyek kalau sampai mau nunggu daddy pulang. " Noura nyengir kuda. Daddy nya itu memang yang paling tahu dirinya.


" Kapan kita pulang ke kota M dad? " tanya Noura


" Hemmm, pantes nunggu daddy pulang, ternyata ada yang udah nggak sabaar pengen jumpa kekasih hari nih. " sindir daddy.


Noura tersipu malu mendengar sindiran halus dari daddy nya.


" Kita pulang besok pagi ya. " ujar daddy.


Noura langsung melihat wajah daddy nya. Mencari kebohongan dimata daddy nya tapi nyatanya hanya kesungguhan yang terlihat jadi pasti daddy berkata jujur.


" Kita pulang besok pagi karena semua pekerjaan daddy sudah beres. Sengaja daddy percepat karena tahu gadis daddy pasti rindu bertemu Joaquin. "


Noura tersenyum, memang benar dirinya sudah tak sabar ingin bertemu dengan Joaquin. Pekerjaan daddy Noura yang seharusnya masih dua hari baru selesai sengaja dikebut oleh daddy agar putrinya itu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2