Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 103 S2


__ADS_3

Gaffi terus menekuk wajahnya saat sang mommy sama sekali tidak mengurangi hukumannya. Kakinya sudah pegal sejak tadi, terhitung sudah satu jam lebih dia berdiri di pojokan sedangkan saudaranya sedang asyik bercengkrama. Gaffi menatap iri ke arah semua saudaranya, kenapa justru nasibnya yang menjadi seperti ini.


Helaan nafas panjang keluar dari mulut Gaffi, ingin rasanya bokongnya mendarat di sofa yang empuk itu. Namun itu semua hanyalah angan belaka. Sang mommy tetap tidak menghapus hukumannya. Gaffi hanya bisa menahan pegal di kakinya.


" Mom, sampai kapan kau akan menghukumnya? " tanya Gafar. Dia menatap iba saudaranya yang tengah dihukum oleh mommynya.


" Biar dia menyesal terlebih dahulu baru hukumannya selesai. Bisa-bisanya dia menikah tidak mengatakan pada orang tuanya. Sungguh anak durhaka dia itu. " jawab Noura sedikit kesal.


" Jangan begitu mom, dia melakukan itu semuanya juga tidak sengaja. " ujar Galen bermaksud membela saudaranya.


" Maksud mu apa bicara begitu? " tanya Noura.


" Jika bukan dia yang akhirnya menjebol gawang sangat istri, maka orang lain yang akan melakukannya. Dan orang lain itu sangat tidak bertanggung jawab. Dia sudah menjadi pahlawan bagi istrinya mom, jadi jangan marah lagi. " ujar Galen panjang lebar.


" No... Mommy masih kesal... " tolak Noura mentah-mentah.


Tidak ada yang bisa membantah atau pun mengubah keputusan Noura saat dia kesal dengan putra dan putrinya. Dan sejauh ini, keputusan Gaffi menikah tanpa kehadiran orang tua merupakan hal yang terparah dari ulah kelima anaknya. Wajar jika noura sangat kesal dengan Gaffi putranya yang ketiga.


Galen kembali mendekati Gaffi, memberikan minuman dan sesuap cemilan yang dibuat oleh mommy merek. Gaffi makan dengan lahap dan segelas jus pun dihabiskan olehnya. Tenggorokan dan perutnya kini sudah mendapatkan asupan yang isa sedikit memuaskan. Gaffi tersenyum pada Galen karena telah memperhatikannya.


" Thanks. Kau yang terbaik." ujar Gaffi.


" Cih... Jika ada maunya saja kau mengatakan aku terbaik." sarkas Galen.


" Ya bukan begitu juga.... tapi...... tapi....." Gaffi bingung harus berkata seperti apa.

__ADS_1


" Tapi apa? Awas saja kau sampai membuat mommy kesal lagi. Dan perhatikan anak dan istri mu, awas saja jika aku dengar kau menyakiti mereka." Galen memperingatkan saudaranya itu agar bersikap baik.


" Iya aku tahu. Aku akan menjaga mereka berdua dengan nyawa ku." ujar Gaaffi.


Tak lama terdengar suara mobil yang berhenti tepat di depan mansion de Niels. Nampak seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuh mungilnya sambil menggendong anak perempuan yang begitu mirip dengan Gaffi. Langsung saja Noura dan Joaquin keluar menyambut menantu dan cucu mereka diikuti oleh anak-anaknya kecuali Gaffi.


" Hai, nak... Siapa nama mu?" tanya Noura.


" Saya.....saya.... Bellvania Rudolf nyonya." jawab Bells takut-takut.


" Sayang, kau menakutinya." tegur Joaquin yang melihat menantunya ini sedikit taut.


" Oh.... Maaf, maafkan aku. Aku adalah ibu dari Gaffi , dan ini adalah suami ku yang artinya ayah dari Gaffi. Ayo masuk, mungkin berbincang di dalam lebih bisa mengakrabkan kita." ajak Noura menggandeng lengan anak mantunya itu.


Noura mengajak menantunya itu untuk duduk di ruang keluarga. Dari ruangan ini Bellvania dapat melihat suaminya yang sedang berdiri di dekat tembok. Airnya mengernyit, menatap heran suaminya. Meski begitu, mulutnya enggan untuk bertanya karena merasa tidak enak dengan keluarga suaminya yang baru pertama ini dia temui.


" Iya nyonya."


" Call me mommy. Kami adalah keluarga Gaffi, berarti kami juga keluarga mu." mata Bellvania langsung berkaca-kaca saat ibu dari suaminya itu mengatakan bahwa mereka adalah keluarga. Hal yang selama ini tidak pernah dia miliki.


" Kau kenapa seperti ingin menangis? Apa kata-kata ku salah?' tanya Noura hati-hati, takut menyinggung perasaan menantunya itu.


Bellvania tidak sanggup menjawab pertanyaan dari mommy Noura ini. Dirinya merasa rendah jika keluarga suaminya yang baru dia ketahui adalah orang terkaya di Eropa. Keluarga dengan strata yang sangat jauh dibandingkan dengannya. Bellvania hanya menggeleng sebagai jawaban untuk mommy Noura. Taku jika dia berucap, maka keluarga suaminya itu akan mengusirnya seperti sinetron kan terbang yang biasa dia lihat di panti asuhan.


" Anggap kami keluarga mu. Beliau adaah mommy dan daddy mu, kami adaah saudara mu. Aku akan selalu berdiri di belakang mu dan mendukung setiap keputusan mu. Aku bisa menjadi kakak untuk mu. Jangan lagi kau bersedih dengan apa yang terjadi di masa lalumu. Karena kami semua adalah masa depan mu." ujar galen yang tahu situasi yang kini dialami oleh iparnya itu.

__ADS_1


" Ada apa ini Len, kau menyembunyikan sesuatu dari mommy dan daddy?' tanya Noura.


" Nanti... nanti mom, aku akan menjelaskan semuanya." jawab Galen.


" Oh ya ... Kami sampai lupa memperkenalkan diri. Tapi mom sebelum kami saling berkenalan, lebih baik mommy akhiri hukuman Gaffi. Ipar ku ini pasti masih canggung. Jadi biarkan gaffi menemaninya agar suasananya tidak tegng mom." pinta Geya.


" Gaffi, kemari!!!!" titah Noura.


Dengan langkah yang dia buat sangat pelan sekan penuh dengan renungan dalam hati dan pikirannya, Gaffi mendekat ke arah mommy dan daddy nya berada. Gaffi tiba-tiba saja berlutut dan menggenggam tangan kedua orang tuanya.


" Sorry mom, dad, aku sungguh menyesal tidak membiarkan kalian hadir dalam pernikahan ku. Semuanya serba mendadak saat itu mom, dad. Galen nanti akan menjelaskan pada kalian." ujar Gaffi dengan ide untuk membuat saudara kembarnya itu menceritakan masalah sebenarnya pada keuda orang tuanya.


" Why me?" ujar Galen lantang menunjukkan penolakannya dengan tegas.


" Aku sudah pasti harus menemani istri dan ank ku kan. Jadi aku minta tolong pada mu yang juga tahu kondisi dan situasi saat itu." ujar Gaffi membungkam Galen.


Setelah perdebatan antara Galen dan Gaffi berakhir, satu per satu saudara Gaffi memperkenalkan diri mereka pada Bellvania, yang telah menjadi ipar mereka. Daam sekejap perasaan Bellvania menjadi sangat nyaman dan senang, dia merasa diterima baik oleh keluarga suaminya. Dan bisa dia lihat bahwa keluarga Gaffi adalah kumpulan orang-orang aik.


" Jika kau butuh sesuatu atau ada yang ingin tanyakan, jangan sungkan untuk menemui ku>" ujar Geya.


" Terima kasih kak." Bellvania menunduk.


" Hei,jangan panggil aku kak. Aku justru yang paling bungsu diantara saudara ku. Cukup panggil aku Gege saja." Geya berucap.


" Fi, kapan istri mu siap, JN HC hospital menunggu kehadirannya. Untuk kau, segera jalani tanggung jawab mu sesegera mungkin. Kau mengerti?" tanya Galen.

__ADS_1


" Kau sudah mempersiapkan semuanya?" tanya Gaffi heran. Dan anggukan kepala menjadi jawaban Galen.


Sebagai yang tertua dan juga sebagi calon CEO dari JN group, tentu saja Galen sudah menyiapkan tempat untuk saudaranya di caban JN group. Dan Gaffi yang adalah dokter akan menangani cabang Jn Group, yaitu rumah sakit milik JN. Galen ingin semua saudaranya mapan dan juga memiliki kehidupan yang cukup, agar tidak diremehkan ketika mereka berada di luar keluarga de Niels.


__ADS_2