Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
bab 95


__ADS_3

Joaquin berjalan kembali ke ruangannya setelah mengantarkan kliennya sampai ke lift yang akan langsung menuju basement. Joaquin berjalan cepat karena dia tahu bahwa di ruangannya sudah ada istri dan kelima anaknya menunggunya untuk makan siang.


Benar seperti tebakan Joaquin, di dalam ruang kerjanya sudah ada Noura dan kelima anak mereka. Noura yang melihat saat suaminya baru saja satu langkah masuk ke ruangannya segera menyambut dengan memberi pelukan hangat penuh cinta dan sayang.


" Kenapa lama sekali? Apa ini klien penting? " tanya Noura. Dia masih dengan nyamannya memeluk tubuh Joaquin, menghirup wangi tubuh dari Joaquin yang selalu bisa membuatnya tenang dan rileks.


" Hemmm. Dia juga teman baik ku. Jadi kami sedikit membicarakan masalah pribadi, lebih tepatnya kami sedang membicarakan masalah pribadinya. " jawab Joaquin. Dia pun menikmati pelukan dari Noura.


" Kau punya teman baru di sini? Wah itu luar biasa sayang. " seru Noura langsung melepas pelukannya.


" Hemmm... Dia orang yang baik yang menolong ku saat aku kesusahan mengasuh mereka berlima. " Joaquin menunjuk kelima anaknya dengan menggunakan dagunya.


Noura tersenyum miris, merasa bersalah karena tak bisa membantu Joaquin mengasuh anak-anak mereka. Joaquin pasti sangat kewalahan saat merawat kelima anak mereka, selain aktif anak-anak ini begitu pintar dan juga senang sekali berkreasi.


Joaquin mencium pipi kanan Noura, dengan cara begini Noura akan sedikit melupakan kesedihan dan juga penyesalan yang dia rasakan saat ini. Joaquin tahu, sang istri merasa tak enak padanya karena merawat anak-anak mereka seorang diri.


" Jangan lagi memikirkan apa yang pernah terjadi di masa lalu, atau kita akan stuck dan tidak bisa melihat indahnya masa depan. Aku tidak pernah menyalahkan mu ataupun merasa kau tidak bertanggung jawab, kita memiliki alasan tersendiri saat semuanya dulu terjadi. Aku juga patut disalahkan jika kau terus merasa bersalah. " ujar Joaquin.


" Baik... Mari kita sambut masa depan cerah milik kita dan keluarga kita. " Noura kembali memeluk tubuh Joaquin.


Drama sebelum makan siang itu akhirnya berakhir saat kelima anak mereka mengajak untuk makan siang bersama. Senyum dan tawa menghiasi makan siang mereka kali ini. Tidak ada yang bersedih, semuanya bisa mengekspresikan kebahagiaan mereka.


Joaquin membantu Noura untuk menyajikan makanan untuk anak-anak mereka. Satu hal yang begitu membanggakan bagi Noura, di usia anak-anak mereka yang baru empat tahun, ternyata mereka sudah terbiasa mandiri. Hal diajarkan Joaquin sejak mereka masih dini yaitu keterbatasan seorang single parent sehingga anak-anak harus mandiri jika ingin bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

__ADS_1


" Mommy sejak kemaren ingin sekali bertanya, tapi mommy kerap kali lupa. Sejak kapan kalian bisa makan sendiri? " tanya Noura.


" Umur dua setengah tahun mom, tapi sejak kami mulai paham waktu makan daddy selalu membiasakan kami memegang sendiri alat makan kami. " Gafar yang mewakili saudaranya untuk menjawab.


" Wah... Pasti kalian sudah bisa segala hal sendiri sejak dini. Anak mommy dan daddy yang terbaik. " Noura memberikan dua jempol untuk anaknya.


" Thanks mom. Daddy selalu berkata, anak yang mandiri sejak kecil akan menjadi kebanggan kedua orang tuanya. Daddy jiga bilang, jika semuanya daddy yang melakukan maka kami akan merasa kekurangan dan tidak adil. Jadi lebih baik kami mandiri, dengan begitu daddy akan adil pada kami. " Galen menambahkan.


" Anak-anak mommy sudah besar sekarang. " Noura tersenyum sangat manis saat ini.


" Jangan perlihatkan senyum mu ini pada pria lain, aku tak ingin ada saingan. " Joaquin berbisik di telinga Noura.


" Siapa yang mau sama aku sayang? Aku sudah tua. " Noura pun balas berbisik.


Selesai dengan acara makan siang bersama yang sederhana itu, Joaquin meminta Melly, Moses dan Malik untuk menjaga kelima anaknya, sedangkan dia dan Noura akan melakukan pengukuran pakaian yang akan mereka kenakan saat pesta kejutan Joaquin nanti.


Noura sebenarnya sedikit merasa aneh karena menurut Joaquin hanya pesta dengan klien saja, tapi harus mengukur pakaian segala. Bukankah pakaian Noura masih sangat banyak dan bagus jika hanya digunakan untuk pesta bersama klien. Sekali lagi Noura hanya menurut saja, yang penting suaminya bahagia.


" Ini apa acaranya sangat penting sampai kau menyuruh seorang perancang untuk mengukur tubuh ku? " tanya Noura. Kini dia sedang berdiri dengan seorang wanita yang nampak mengukur lengannya.


" Sangat penting sayang. Jadi menurut saja ya. " ujar Joaquin.


" Boleh aku request warna bajunya? " tanya Noura. Joaquin nampak berpikir sejenak, waktunya hanya dua hari apakah cukup jika membuat pakaian baru. Joaquin sebenarnya sudah memilihkan warna yang Noura suka untuk gaun ya g disiapkan olehnya, tapi mungkinkah akan sama warnanya sesuai dengan keinginan Noura. Joaquin menatap ke arah wanita yang sedang mengukur Noura, wanita itu mengangguk menyanggupi keinginan dari nyonya mida de Niela itu.

__ADS_1


" Kau ingin warna apa? " tanya Joaquin terlihat santai. Padahal dalam hatinya dia berdebar hebat karena gugup..


" Pecah yang di padu padan kan dengan warna putih gading. " jawab Noura sumringah sekali.


" Yes... " seru Joaquin melompat berdiri dari posisinya yang awalnya sedang duduk. Dia senang karena gaun yang dia siapkan dan tinggal diukur itu berwarna sama seperti yang Noura inginkan.


" Sayang kamu kenapa? Kok seneng gitu kelihatannya. " tanya Noura heran.


" Nggak sayang, aku seneng aja kamu pilih warna itu. Pasti kelihatan cantik... Hehehehehe" Joaquin nyengir kuda.


" Aduh bisa copot jantung ku kalau gini. Bila-bila keceplosan bahagia begitu. " batin Joaquin.


Joaquin pura-pura kembali fokus ke berkas yang ada di atas meja kerjanya. Joaquin berusaha terlihat biasa saja, apalagi saat ini Noura menatap tajam Joaquin. Dalam hati Joaquin merutuki dirinya sendiri yang begitu bodohnya telah melakukan tindakan yang pasti membuat Noura curiga. Berulang kali dia mengumpat dalam hati menyalurkan kekesalannya.


" Saya sudah selesai di sini tuan, kalau begitu saya akan undur diri terlebih dahulu. " pamit wanita yang tadi mengukur tubuh Noura.


" Ah... Ya silahkan... " ujar Joaquin mempersilahkan wanita itu keluar dari ruangannya diantar olehnya.


Sebenarnya hanya modus Joaquin mengantar. keluar wanita itu karena dia harus menghindar dari istrinya yang terlihat menyeramkan saat mode singa nya sedang on.


Begitu keluar dari ruangannya dan menutup pintu, Joaquin langsung merosot ke bawah terduduk lesu. Tangannya mengusap ke arah dadanya untuk menetralkan jantungnya yang berdetak kencang karena takut rahasianya terbongkar.


" Fiuh.... Bisa mati jantungan aku jika terus berada di dalam sana. Lagian itu, kenapa Noura jadi seperti singa betina yang marah saat menatap ku... " gumam Joaquin.

__ADS_1


__ADS_2