
Joaquin bisa melihat dengan jelas raut wajah penyesalan di wajah pamannya itu. Diulang pun tidak akan bisa karena semuanya sudah terjadi. Disesali pun juga tak akan membuat orang yang sudah menjadi korban akan kembali hidup. Yang bisa dilakukan hanyalah menerima dengan ikhlas hukuman yang harus dijalani saat ini.
Joshua tak hentinya mengucap kata maaf kepada keluarga dalam hati. Joshua berharap keluarganya mau memberinya maaf. Keluarga yang melindunginya selama ini, keluarga yang sayang tulus padanya. Tapi keluarga itulah yang dia bunuh untuk memenuhi keserakahan dia dan istrinya.
Istri!! Joshua mengingat Leona istri yang dia cintai tapi sudah mengkhianati nya sejak dulu. Bahkan Gladis anak perempuan yang dibesar kan olehnya dengan kasih sayang padahal bukan putri kandungnya. Dua kali dia jatuh cinta keduanya mengkhianati cintanya. Justru keluarga yang dia anggap berkhianat malah mencintainya dengan tulus.
" Jo, ini tentang Gladis dan Leona apa yang akan kau lakukan? " tanya Joshua.
" Mereka sudah merasakan bagaimana neraka yang aku buat dengan tanganku sendiri kau tidak perlu khawatir. " jawab Joaquin.
" Maksudmu? " Joshua bertanya karena tak mengerti maksud dari Joaquin.
" Leona dan Gladis aku letakkan di sebuah pulau pribadi milikku. Aku mengabulkan keinginan mereka yang selalu ingin ditemani pria tampan. Maka mereka akan ditemani oleh 150 pria tampan di sana. " jawab Joaquin terdengar ambigu.
" Kau.... " Joshua menghentikan kalimatnya.
" Mereka berdua sama saja tidak ada bedanya bahkan orang yang kau anggap anakmu itu sudah beberapa kali menggugurkan kandungannya. Biarkan saja mereka puas dengan yang mereka inginkan. " terang Joaquin.
Tak ada yang ingin dibicarakan lagi Joaquin pergi meninggalkan ruangan itu. Sudah cukup dia berbicara dengan pamannya kini saatnya untuk dia memulai hidupnya sebagai Joaquin de Niels suami dari Noura Robinson.
Joaquin hanya perlu mengurus perusahaan peninggalan kakeknya dengan mengalihkan dari pihak Joshua ke pihaknya. Juga perlu menstabilkan perusahaan yang sempat menurun karena ditekan olehnya.
Joaquin jiga harus mengurus beberapa peninggalan pribadi dari pamannya agar dapat diberikan kepada orang yang membutuhkan. Joshua berpesan agar hartanya menjadi milik orang yang membutuhkan daripada harus dimiliki Matilda dan anaknya.
Dia bulan sejak masuknya Joshua ke penjara berlalu. Hari ini Joaquin mendapatkan kabar dari orangnya bahwa dalam persidangan Joshua dijatuhi hukuman mati untuk mempertanggung jawabkan kejahatannya selama ini. Dan menurut pengacara Joaquin, Joshua ingin ditemani oleh Joaquin saat harus menjalani hukuman mati itu.
Joaquin tak menolak, lagipula itu adalah pamannya. Setelah membalaskan semua dendamnya, hati Joaquin kembali lagi setulus dulu dan dia juga ingin memperlakukan pamannya dengan tulus karena ini adalah akhir dari pamannya.
__ADS_1
" Kapan hukuman pamanku akan ditindak kan? " tanya Joaquin.
" Akhir bulan ini tuan, lebih tepatnya dia minggu lagi. " jawab pengacara Joaquin.
" Baik aku mengerti. Kau boleh pergi. " titah Joaquin.
Saat ini dirinya sedang berada di mansion de Niles memandang hamparan bunga matahari uang ada di samping mansion itu. Tempat dimana kedua orang tuanya dimakamkan meski tanpa adanya nisan.
Bunga matahari yang bermekaran terlihat sangat indah bagai berada dalam ribuan cahaya yang menghangatkan jiwanya. Joaquin ingat saat mommy nya mengatakan bahwa orang tua adalah kehangatan bagi anaknya, tanpa orang tua seorang anak akan menjadi dingin karena kehilangan kehangatannya. Joaquin benar-benar merasakan seperti apa yang diucapkan mommy nya.
" Sebentar lagi kalian akan bertemu dengan paman, jika kalian ingin memukul atau menjewer telinganya karena sudah nakal kalian bisa melakukan di sana. Aku telah mengosongkan kubangan dendam dan akan menggantikan nya dengan kasih sayang untuk orang-orang yang aku cintai. Kalian juga sebentar lagi akan memiliki cucu. Doakan anak kalian ini bisa bahagia kembali setelah perginya kesedihan. " gumam Joaquin pelan. Dia seperti sedang bercerita pada orang tuanya.
Dengan senyum yang mengembang di kedua sudut bibirnua, Joaquin berjalan keluar dari ruang kerjanya menuju kamar pribadi miliknya. Dia harus bersiap karena malam ini akan diadakan pesta untuk merayakan berakhirnya tugas mereka. Joaquin berniat vakum dari posisinya sebagai ketua GhosNight dan menyerahkan kepemimpinan itu pada ketiga saudara angkatnya.
Joaquin nampak duduk memandang semua teman seperjuangannya yang sedang bersorak menyanyikan lagu kemenangan dan ada juga yang berjoget mengelilingi api unggun dan aja juga yang membakar daging untuk disantap bersama.
Inilah yang disebut teman seperjuangan bagaikan keluarga. Berasal dari keluarga yang rumit mereka dipersatukan untuk membuat keluarga besar. Masing-masing dari mereka mendapat nama belakang de Niels agar sampai kapan pun meski sudah memiliki anak dan cucu mereka tetap satu keluarga.
" Ini kak makanlah. Setelah eksekusi paman mu kita akan ke negara I untuk menjemput istri kita. " ujar Theo menyerahkan sepiring daging barbeque yang dipanggang olehnya sendiri.
" Thanks.... Kita harus membawa hadiah uang spesial untuk mereka agar tidak marah karena datang terlambat menjemput mereka. " cetus Joaquin.
" Baik aku akan memilihkan beberapa hadiah untuk kakak ipar dan adik ipar. Kalian nanti tinggal memilihnya. " ujar Gilbert ikut bergabung.
__ADS_1
" Kau pelit ya, seharusnya kau juga memberikan hadiah lagi yang khusus darimu. " Dan mengolok Gilbert.
" Memangnya kau sudah? " tanya Gilbert mengejek.
" Bisa kau tanyakan pada kakak dan adik ipar. Aku sudah membelikan mereka mobil mewah yang bahkan sejak tiga hari lalu sudah sampai di rumah Robinson. " ujar Dan bangga.
" Oooohhhhh jadi itu mobil hadiah darimu. " tanya Theo. Daniel mengangguk.
Sudah sejak Theo menikah, Dan ingin sekali memberikan hadiah untuk pasangan dari saudara angkatnya. Tapi karena masih disibukkan dengan pembalasan dendam Joaquin akhirnya Dan menunda hal itu.
Barulah satu minggu yang lalu dia menyiapkan semua hadiah itu dan langsung dikirim ke kediaman Robinson. Alhasil tiga hari lalu mobil sport mewah sampai di mansion Robinson.
Acara pun dilanjutkan kembali. Perasaan lega dan hilang semua beban membuat mereka semua berpesta tanpa dibatasi. Berjoget, bernyanyi dan makan bersama. Biarlah sampai mabuk karena minum tak mabuk berarti sayur tanpa garam bagi mereka.
Joaquin mengaktifkan kembali nomer ponsel yang dulu biasa dia pakai untuk berkomunikasi dengan Noura. Memang selama misi pembalasan dendam dan mengurus semua peninggalan kakeknya Joaquin menonaktifkan ponsel tersebut.
Dilihatnya foto sangat istri di wallpaper ponselnya. Noura yang sedang tersenyum terlihat sangat cantik bagi Joaquin. Dia mulai menggulir layar mencari aplikasi yang berwarna hijau.
**Joaquin
Semua sudah selesai Nou, sebentar lagi aku akan datang kepadamu dan memeluk tubuhmu
Aku merindukanmu sayang.
Terima kasih karena sudah menjadi bagian dari hidupku. Kau sudah membuat kegelapan dalam hidupku tergantikan dengan cahaya terang darimu.
Sebentar lagi keluarga kecil kita akan bersama, kau aku dan juga buah hati kita. Kalian adalah harta terindah uang dikirim Tuhan untuk menemani manusia pendosa ini.
__ADS_1
I love you, ti amo moglie mia*.