
Joshua sudah berada diambang kehancuran. Tidak ada hal yang bisa dia lakukan selain meminta tenggat waktu agar CEO JN corp. mau memberikannya waktu untuk mengatur kembali keuangannya. Satu-satunya jalan hanya tinggal mengandalkan kelompok mafianya.
Menjual senjata ilegal, narkotika dan juga perdagangan organ manusia ilegal. Baru-baru ini juga sudah mulai menjual anak gadis untuk masuk ke dunia prostitusi. Hanya dengan hal inilah Joshua bisa mendapatkan uang.
BRAAKKK
" Selamat pagi tuan Joshua. " sapa seorang pria yang beberapa hari yang lalu menemuinu menagih uang bunga pinjaman istrinya.
" Oh ternyata ada tamu. Maaf tuan menganggu acara reuni kalian saya hanya sedang melakukan pekerjaan saya. " sapa pria tadi pada Joaquin.
" anak ini..... bisa-bisanya dia bilang reuni... " batin Joaquin geram.
" Kalian ini tidak ada sopan-sopannya sama sekali. Apa kalian buta, tidak melihat bahwa aku masih ada urusan dengan tuan ini. Kalian keluar dulu. " sentak Joshua. Bisa gagal rencananya jika Joaquin sampai tahu bahwa dia berhutang pada rentenir dan belum bisa membayar.
Dan kekhawatirannya itu kini menjadi kenyataan. Dengan santainya pria penagih hutang tadi menceritakan semuanya pada Joaquin. Joshua hanya mampu diam saja saat mendapat tatapan tajam penuh kekecewaan terpancar di mata Joaquin.
" Tamat sudah riwayat ku. " batin Joshua menjerit.
" Saya tidak percaya anda dengan mudahnya menipu saya. Dua hari anda bilang tadi, sedangkan pria ini sudah berhari-hari menagih pun Anda masih belum bisa membayarnya. " ujar Joaquin kecewa.
" Tuan Joaquin saya bisa jelaskan ini.... "
" Tidak perlu tuan, pengacara saya akan menemui anda mengenai masalah saham itu. Tidak ada gunanya saya di sini saya permisi. " ucap Joaquin memotong penjelasan Joshua.
__ADS_1
" Saham apa yang anda bicarakan tuan? " tanya seorang pria yang kali ini lebih tua dan seumuran dengan Joshua.
" Maksud anda? " tanya Joaquin pura-pura tak tahu.
" Jika yang anda bicarakan saham perusahaan ini saya mohon maaf karena ini semua bukan milik tuan Joshua melainkan tuan kami Jonathan Cassano. " pria tua tadi menjelaskan.
" Apa maksudmu Xander? Jonathan Cassano kau bilang. Anak itu sudah mati bersama dengan kakak ku tercinta. Jadi jangan bicara omong kosong. " sentak Joshua tidak Terima.
" Aku di sini untuk mengatakan dua hal. Pertama bahwa surat wasiat yang saat itu dibawa oleh Vincent Cassano hanyalah wasiat sementara karena surat wasiat yang asli ada di tangan ku. Kedua Jonathan Cassano masih hidup dan kau harus mengembalikan semua yang kau miliki padanya karena itu haknya sesuai dengan surat wasiat ayahmu yang asli. " terang Xander, pria tua yang adalah putra dari pengacara ayah Joshua yang dirinya sendiri juga seorang pengacara.
Xander dan Nobles lah yang selama ini berada di balik selamat nya Joaquin. Xander yang menghubungi Nobles untuk membawa Joaquin pergi. Saat ini Xander datang ingin menyelamatkan orang tua Joaquin yang adalah teman baiknya. Sayangnya dia terlambat datang, karena saat dia datang Joshua sudah menembaki tubuh Vincent dan Liliana.
Saat itulah Xander menghubungi Nobles untuk menyelamatkan Joaquin yang kalau itu masih bernama Jonathan. Xander tidak hebat dalam pertarungan karena itulah dia meminta bantuan Nobles ayah Daniel. Begitu Nobles pergi membawa tubuh Joaquin yang sudah disiksa oleh Joshua, Xander langsung masuk mengambil jasad kedua orang tua Joaquin untuk di makamkan.
" Kau jangan bercanda Xander, surat wasiat sementara apa yang kau maksud? " Joshua sudah dalam kondisi yang linglung.
" Bacalah?!! " titah Xander menyerahkan map coklat yang di dalamnya adalah tulisan tangan dari ayah Joshua sendiri.
Saat Joshua membacanya betapa dirinya sangat terkejut bahwa apa yang selama ini dilakukannya adalah sia-sia. Tangan yang kotor dengan darah keluarganya ternyata hanya percuma belaka. Semua yang dia rebut dari Vincent kakak ipar nya sampai menewaskan Vincent dan kakak kandungnya sendiri Liliana hanya bersifat sementara karena pemilik sejatinya adalah putra dari Vincent bukan Vincent sendiri.
Joaquin dan Theo keluar dari ruangan Joshua menyisakan Joshua dan Xander di dalamnya. Theo langsung menarik tangan Joaquin kala melihat tubuh kakak angkatnya itu sudah gemetar menahan sakit di dadanya.
Joshua sendiri langsung tertawa seperti orang bodoh kala menyadari kebodohannya dulu. Semua yang dia perjuangkan pada akhirnya harus diserahkan nya pada keponakannya itu.
__ADS_1
Xander bersikap masa bodoh melihat Joshua hilang kendali seperti itu. Salah Joshua sendiri kenapa begitu gegabah memutuskan suatu hal hanya karena hilang harta dan kekuasaan.
Pada saat itu Vincent yang keluar dari ruang bawah tanah membawa surat wasiat dan surat kuasa yang diberikan ayah mertuanya, karena ingin membicarakan dengan Joshua bahwa dirinya sendiri juga tidak berhak.
Xander kemudian meninggalkan ruangan itu setelah mengatakan kebenaran di malam naas itu. Cerita tentang Vincent yang rela jika Joshua memimpin perusahaan dan kelompok mafia ayah mertuanya sampai di mana Jonathan siap untuk mewarisi semuanya.
" Vincent sedikitpun tak pernah membencimu walau kau selalu menjegal langkah kakinya. Baginya kau adalah adiknya, karena dia hanya sebatang kara selama hidupnya. Hanya kau saja yang dibutakan harta dan tahta sampai tak bisa merasakan letusan Vincent padamu. "
Beberapa kalimat terakhir yang diucapkan oleh Xander barusan terus terngiang di telinga Joshua. Benarkah bahwa kakak iparnya itu serakah ingin menguasai harta ayah kandungnya. Jika Joshua ingat lagi Vincent tidak pernah menerima uluran tangan ayahnya meski sudah dipaksa. Dia selalu bilang.
Selama kaki ini masih bisa berpijak di bumi maka saya juga masih bisa berjuang untuk bisa sukses ayah. Sebaiknya anda bantu saja Joshua karena dia lebih membutuhkan.
" Aku yang bodoh kak... Aku yang bodoh.... Aku telah menghancurkan hidup keluargaku... Aaaaakkkkhhhhhh. " Joshua meraung-raung melepaskan sesak yang ada di dalam dadanya.
" Maafkan aku kak, maafkan adikmu yang hina ini. " masih dengan ruangan nya.
Tidak jauh dari sana Joaquin dapat mendengar suara raungan penyesalan dari pamannya. Joaquin sampai menitikkan air matanya saat dirinya telah berhasil membalaskan dendam dari orang tuanya. Kedua orang tua Joaquin pasti senang melihat adik mereka telah sadar dan hidup dalam penyesalan.
Balas dendam terbaik bagi orang yang serakah adalah dengan mengambil apa yang dulu juga diambil oleh orang tersebut. Mengembalikan keadaan orang itu pada titik terendah nya dan bisa membuat itu hidup dalam penyesalan merupakan rencana yang terbaik.
" Sekarang kau tahu paman, bahwa kau sudah dirasuki setan sehingga membunuh dua orang yang paling tulus menyayangi mu di dunia ini. " gumam Joaquin pelan.
Joaquin ingat betul kata-kata terakhir daddy nya sesaat sebelum daddy nya menghembuskan nafas terakhirnya. Saat itu Joaquin sudah tergeletak bersimbah darah dengan tatapan kosong.
__ADS_1
" Jo, daddy mohon sadarkanlah pamanmu itu bahwa jalan yang dia tempuh salah. Daddy dan mommy harus berakhir seperti ini bukan salahnya....... tapi...... karena.... ketidaktahuan dan kesalahpahaman.... "