Kisah Cinta Noura

Kisah Cinta Noura
MELEPAS RINDU


__ADS_3

" Selamat malam sayangku, aku sangat merindukanmu."


Noura termenung, suara yang baru saja didengarnya itu benar suara suaminya atau hanya halusinasinya saja. Dia sangat sering mengalami hal semacam itu jadi Noura sedikit ragu benarkah suara yang dia dengar ini milik Joaquin.


" Sayang, kau tidak ingin memelukku?" Noura yang sudah yakin dengan suara suaminya itu langsung berbalik melihat ke arah di mana tadi daddy nya mengucapkan kata sambutan..


Benar saja, Noura benar melihat sosok suaminya sedang tersenyum ke arahnya, kemudian merentangkan tangannya. Sedetik kemudian Joaquin justru berlari ke arah istri yang sudah dua bulan ini tidak dijumpainya.


Joaquin memeluk erat tubuh mungil Noura seakan tak ingin dilepas. Berkali-kali Joaquin melabuhkan kecupan dipuncak kepal Noura menyalurkan kerinduannya yang sudah tak ingin lagi ditahannya.


" Kenapa tadi kau berlari? Apakah kakimu sudah tidak sakit lagi? Bagaimana kalau kakimu sakit dan kau terjatuh?" Noura mencerca Joaquin dengan banyak pertanyaan.


" Banyak sekali pertanyaannya, bagaimana akku bisa menjawabnya." protes Joaquin.


" Lebih baik aku yang berlari daripada kau, sekarang ini kau sedang hamil. Jika kau berlari nanti bisa jatuh itu justru lebih bahaya. Dan jangan khawatir kakiku sudah sembuh dan aku bahkan bisa lari maraton." ujar Joaquin.


" Syukurlah kalau kau sudah bisa berjalan, berarti kita akan segera melangsungkan pesta pernikahan kan." Noura menagih janji Joaquin.


" Jangan khawatir sekarang dalam proses. Sudah 95% jadi sedikit lagi kita bisa mengadakan pesta pernikahan kita." ucap Joaquin.


Para tamu undangan sangat terkejut dengan datangnya Joaquin ke pesta itu. Pasalnya mereka tidak mengenal Joaquin, karena menurut apa yang mereka dengar menantu keluarga Robinson adalah CEO dari JN corp. yang selama ini dikenal oleh masyarakat adalah Gilbert bukan Joaquin.

__ADS_1


Daddy Adeard yang tahu para undangan sedang kebingungan pada akhirnya memilih untuk memperkenalkan Joaquin secara langsung pada para tamu undangan agar nantinya tidak gosip yang tidak dikehendaki muncul di masyarakat.


Acara masih berlanjut, tapi Noura dan Vinda sudah lebih dulu masuk ke dalam mansion karena mereka berdua punya kepentingan penting bersama suami mereka masing-masing. Yaitu kepentingan melepas rindu yang teramat sangat mereka rasakan pada pasangan masing-masing.


Noura dan Vinda mengajak suami mereka untuk masuk ke kamar mereka. Lebih nyaman melepas rindu du kamar daripada di luar yang pasti akan dilihat para maid yang sedang sibuk bekerja.


Noura terus menempel pada tubuh Joaquin. Menghirup rakus aroma tubuh dari Joaquin yang sudah menjadi candu untuknya dan anak mereka. Bahkan Noura sampai melepas dua kancing kemeja hitam yang dipakai Joaquin agar dia bisa menyentuh dada bidang milik suaminya itu.


Joaquin pun memilih untuk berbaring agar Noura lebih nyaman lagi daripada harus duduk. Bahkan saking enaknya mereka sampai terlelap bersama mengarungi dunia mimpi dengan saling berpelukan dimana Noura tidur berbantalkan dada bidang milik Joaquin.


Saking lelapnya mereka berdua tidur, sampai tidak mendengar saat maid mengetuk pintu kamar mereka berkali-kali. Maid tadi disuruh oleh tuannya untuk memanggil Joaquin dan Noura turun untuk mengobrol terlebih dahulu. sayangnya keinginan daddy Adeard harus ditunda karena dua pasang pengantin yang tengah melepas rindu itu justru sudah terlelap.


Keesokan harinya, mereka semua sarapan bersama untuk yang pertama kalinya setelah pernikahan Joaquin dan Noura beberapa bulan yang lalu. Mereka juga saling mengobrol menanyakan tentang keadaan masing-masing. Joaquin pun juga lebih banyak bicara dari biasanya. Mungkin karena beban yang ditanggungnya selama ini sudah lenyap jadi hidupnya lebih indah daripada saat dulu.


" Kenapa kau kelihatan gugup sekali? " tanya Noura yang merasakan tangan Joaquin sangat dingin bahkan sampai basah.


" Ini kali pertama aku melihat darah dagingku sendiri jadi rasanya agak sedikit gugup." jawab Joaquin.


Saat ini Joaquin dan Noura sedang mengantri untuk menunggu nama Noura dipanggil oleh suster. Theo dan Vinda sudaha lebih dulu masuk dan sekarang sedang menebus resep obat. Noura dan Joaquin lebih lambat karena Joaquim tadi mengendarai mobil yang mereka berdua tumpangi dengan sangat pelan sekali. Alasannya karena untuk menjaga keselamatan istri dan buah hatinya.


" Nyonya Noura de Niels." panggil suster.

__ADS_1


Noura dan Joaquin pun masuk ke dalam ruangan dokter kandungan dengan diarahkan oleh suster yang memanggil namanya tadi.


" Selamat pagi nyonya Noura, senang berjumpa dengan anda kembali. Apakah ini suami anda nyonya?" sapa dokter kandungan yang dulu memeriksa Noura saat pertama kali tahu bahwa dirinya sedang hamil.


" Iya dok, ini suami saya Joaquin." ujar Noura. Joaquin menundukkan kepalanya sebentar sebagai bentuk hormat.


" Baik nyonya apakah ada keluhan selama satu bulan ini?' tanya dokter memulai sesi pemeriksaan.


" Mual dan muntah saya lebih parah dok." keluh Noura. Joaquin yang mendengar hal itu merasa sangat bersalah pada Noura kerena tak bisa ada di samping Noura saat istrinya itu membutuhkannya. Noura langsung mengusap lengan Joaquin saat dia tahu suaminya itu sedang merasa bersalah.


" Baik sekarang kita lihat bagaimana tumbuh dan kembang calon bayi anda ya nyonya. mari>" dokter mempersilahkan Noura untuk berbaring di brankar yang digunakan untuk berbaring pasien yang hendak di lakukan tindakan USG untuk dapat melihat tumbuh kembang janin yang masih ada dalam kandungan.


Dugh..Dugh..Dugh..


Joaquin begitu terkejut mendengar suara jantung calon anaknya yang saling bersautan. Joaquin Sampai meneteskan air matanya karena terharu mendengar detak jantung dari sebuah kehidupan yang masih berada di dalam perut sang istri.


" Bisa didengar ya mommy dan daddy detak jantung adik bayinya sangat kuat dan normal." ujar dokter.


Noura dan Joaquin Hanya tersenyum mendengar penuturan dokter tentang calon anak mereka.


" Nah bisa dilihat ya mommy dan daddy ke monitor di depan saya ini, sudah bisa kita lihat janin dengan usia delapan minggu sudah sebesar kacang merah dan mulai adanya pembentukan alat gerak tubuh. Ukuran janin ini sehat dan tidak ada cacat pertumbuhan. Dan saya ucapkan selamat karena nyonya tengah hamil kembar lima."

__ADS_1


>" Lima dok?" pekik Noura dan Joaquin bersamaan. Terang saja mereka sangat terkejut karena sampai bisa memiliki anak lima sekaligus. Benar-benar sebuah keajaiban dan karunia yang sangat membahagiakan bagi Joaquin dan Noura.


" Benar-benar luar biasa, ini benar-benar bibit premium yang langka. masak baru sekali buat langsung jadi lima. Wah perlu aku banggakan di depan saudaraku yang lain nih.


__ADS_2