
Setelah mendengarkan cerita dari Theo tentang saudaranya yang lain, juga sekaligus adalah asisten pribadinya jika sedang berada di perusahaannya. Joaquin tahu bahwa dulunya Daniel adalah seorang casanova sama seperti Gilbert. Tapi dia sangat bertanggung jawab jika berhubungan dengan masalah perusahaan dan tugas-tugas yang diberikan oleh Joaquin. Sama sekali tak pernah terbesit pikiran bahwa Daniel akan merusak seorang gadis dan tidak mau bertanggung jawab.
Helaan nafas panjang keluar dari mulut Joaquin, dirinya kini tengah berdiri di samping jendela yang ada di kamar pribadinya. Dua jam lagi dia akan berangkat ke Amerika menggunakan pesawat pribadinya. Dia sudah sangat merindukan istri tercintanya. Meski Noura belum sadarkan diri dari koma, tapi bagi Joaquin hanya dengan bertemu langsung dia bisa melepas rindunya.
" Apa yang harus aku lakukan tentang mu, Dan? Aku tak mungkin menghakimimu, tapi kasian juga jika darah daging mu harus hidup di jalanan tanpa ayah biologis nya. " gumam Joaquin. Matanya menatap ke arah hutan yang mengelilingi mansion Robinson.
Joaquin nampak mengeluarkan ponselnya, berniat untuk mengirimkan pesan pada seseorang yang dia percaya bisa menyelidiki tentang gadis yang melahirkan anak Daniel dan juga kejadian yang terjadi pada saudaranya itu selama Joaquin mulai tinggal di negara Noura tinggal.
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Joaquin nampak keluar dari kamarnya menuju ke kamar lain yang ada di lantai satu tempat anak-anaknya tidur. Joaquin memang memindahkan kamar kelima anaknya di lantai satu semenjak mereka mulai aktif berjalan. Takut saja jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya pada semua anaknya.
" Maaf ya daddy kabur karena pergi tanpa pamit dengan kalian. Daddy terlanjur rindu dengan mommy kalian. " ucap Joaquin seperti bisikan pada anak-anak nya.
" Maaf tidak bisa membawa kalian bertemu mommy karena kalian masih terlalu kecil untuk mengetahui kondisi mommy kalian. Daddy takut kalian akan menyimpan kenangan buruk jika bertemu dengan mommy kalian yang sekarang ini kondisinya sangat memprihatinkan. "
Lama Joaquin terdiam memandang wajah tenang anaknya yang tengah tertidur di box besar milik mereka masing-masing. Joaquin sangat bersyukur karena kelima anaknya adalah anak-anak yang pintar dan baik. Mereka tetap bisa ceria meski tanpa mommy di samping mereka. Semoga saja suatu saat nanti mereka mengerti kenapa mommy mereka tidak ada ketika mereka tumbuh.
Dirasa sudah puas memandang wajah anak-anak nya, Joaquin langsung keluar kembali lagi ke kamarnya untuk mengambil koper kecil berisi barang-barang yang akan dia bawa untuk bertemu sang istri tercinta.
Di pintu depan mansion, nampak Alex tengah bersiap untuk mengantarkan Joaquin ke bandara. Alex yang meminta sendiri untuk mengantar tuannya itu meski sekarang ini masih malam. Bagi Alex keselamatan tuannya lebih penting dari apapun bahkan waktu istirahatnya pun tak bisa membuatnya menomorduakan tuannya.
__ADS_1
" Silahkan tuan. " Alex membuka pintu kursi penumpang.
" Thanks Lex. " Setelah memastikan tuannya duduk dengan nyaman, Alex langsung membuka kursi sopir dan mulai melakukan mobilnya ke jalanan yang menuju ke jalan raya. Setidaknya butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai ke bandara.
Waktu yang sudah sangat malam membuat jalanan yang dilalui mobil yang dikemudikan oleh Alex dapat melaju dengan kencang. Sepi, hanya ada beberapa mobil yang melaju di jalanan membuat perjalanan Joaquin lancar tanpa ada kendala.
Joaquin sibuk melihat macbook bya selama perjalanan ke bandara. Sesekali Alex melihat Joaquin dari kaca spion yang ada di tengah, memastikan tuannya nyaman. Joaquin sedang asyik melihat berkas-berkas kantor yang sengaja dikirim Gilbert ke emailnya. Gilbert membutuhkan tanda tangan Joaquin untuk bisa memulai proyek AD company yang baru.
" Lex apa kau tahu masalah Dan? " tanya Joaquin yang teringat masalah saudara angkatnya itu.
" Tahu tuan. Tapi tidak mendetail. " jawab Alex takut-takut. Dia tidak melapor pada Joaquin karena dia pikir tuannya itu sudah tahu dari saudara lainnya.
" Kenapa kau tak mengatakannya padaku? "
" Ceritakan yang kau ketahui!! " titah Joaquin.
Alex pun mulai menceritakan apa dia ketahui tentang masalah Daniel. Kurang lebihnya memang sama seperti apa yang diceritakan Theo padanya siang tadi. Alex menceritakan sebatas mana dia menyelidiki, tidak banyak yang penting karena memang Joaquin belum memerintahkan dirinya untuk mencari tahu.
" Wanita itu bekerja sebagai lady court untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tuan. Dia lebih dulu kerja di club malang dibanding kerja sebagian OG di perusahaan anda. "
__ADS_1
" Yang membawanya bekerja di perusahaan adalah salah satu resepsionis yang bekerja di perusahaan. Resepsionis itu merasa kasian pada wanita tersebut tuan. " akhir cerita Alex.
" Lalu apa alasan Dan tidak mau tanggung jawab? Benar apa yang dikatakan Theo tentang masalah darah perawan. " tanya Joaquin. Dia ingin mendengar semuanya tanpa ditutupi untuk bisa mengambil keputusan.
" Benar tuan. Karena kerjaan wanita itu sebagai lady court dan masalah darah perawan itu tuan Dan tidak percaya anak itu anaknya. Padahal tuan Theo sudah menunjukkan hasil tes DNA tuan Dan dan anak dari wanita itu. " jawab Alex.
Melihat Joaquin yang memiliki rasa ingin tahu dengan masalah orang padahal tuannya itu tidak pernah mau ikut campur yang bukan pribadinya sendiri, Alex tahu tuannya ini sudah keluar tanduk. Alex sangat yakin Daniel akan mendapat hadiah kenang-kenangan dari Joaquin ketika keduanya bertemu nanti.
" Kau selidiki tentang wanita secara detail dan kirimkan padaku. Setelah mengunjungi Noura aku akan membuat perhitungan dengan Dan. "
GLEK
Alek menelan ludahnya kadar, dia sudah mendapat wangsit bahwa akan ada keributan yang lebih dari sebelumnya. Sebagai ketua tim dibawah naungan Joaquin, Alex tahu betul tempramen tuannya itu. Jika sudah dalam kondisi seperti ini maka bisa dipastikan orang yang membuat Joaquin kesal akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.
" Tuan Dan, saya harap anda masih bisa melihat matahari terbit ketika bertemu tuan Joaquin nanti. " batin Alex.
Perbincangan serius antara Alex dan Joaquin membuat perjalanan terasa sangat cepat. Tiba-tiba saja mobil yang dikemudikan Alex sudah memasuki pelataran parkir di bandara. Setelah memarkirkan mobilnya, Alex ikut mengantar Joaquin sampai nanti naik ke pesawat.
Pesawat pribadi Joaquin yang lebih mirip jet itu sudah siap untuk take off, hanya perlu menunggu tuan mereka saja. Pesawat dengan tulisan JN corp. telah terparkir di landasan terbang menunggu penumpang tunggal mereka datang.
__ADS_1
" Jaga anak-anak ku karena aku akan lebih lama berada di luar negeri. Aku harus mengurus masalah Dan setelah menjenguk istriku. Kau, Theo, dan Gilbert, pintar-pintar kalian mencari alasan jika sampai anak-anak ku mencariku. Tanggung akibatnya jika kalian tidak bisa memuaskan rasa ingin tahu mereka. "
Alex berasa ingin imut Joaquin saja dibandingkan menjaga tuan dan nona mudanya. Jika sampai kelima anak Joaquin mencari keberadaan daddy nya dan dia serta kedua paman dari anak-anak itu tak mampu memberi jawaban yang tepat, Bila-bila ketiga pria dewasa itu harus siap mengalami hari buruk mereka.