
Siang itu tidak begitu panas. Sebuah perahu kecil sampai ke pulau dengan tiga orang laki-laki berwajah garang. Mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang.
"Pulau ini sangat sunyi! Apa benar pulau ini ada siluman harimaunya?"
"Itu hanya dongeng! Aku akan memastikan kalau siluman itu tidak ada. Bahkan aku akan membawa bangkai harimau itu agar semua orang tahu!" jawab laki-laki bertubuh tambun dengan sangat yakin.
Kedua temannya hanya manggut-manggut. Mereka juga merasa yakin seperti si gendut.
Mereka menambatkan perahu di sisi pulau yang banyak pohon bakau. Dengan begitu perahu yang mereka naiki tidak kelihatan jelas.
"Dimana kapal karam itu?"
"Entahlah! Kita harus menyusuri sepanjang pantai!"
"Aku harap tidak sampai gelap. Pulau ini pasti akan sangat mengerikan kalau malam."
"Aakh! Dasar penakut."
Ketiganya mulai berjalan melewati hutan bakau. Mereka menggenggam pisau siap untuk dihunuskan jika hal buruk terjadi.
*****
Puan sangat kesal karena kakinya masih belum sembuh benar. Dia terpaksa harus tetap dirumah dan tidak boleh banyak bergerak.
"Puan keluar sebentar ya, Took. Puan akan mengambil sayuran di kebun!"
"Jangan jauh-jauh, Puan. Kakimu belum sembuh," ucap Dato Kumbang mengingatkan.
Dia juga sedikit khawatir karena keadaan Puan yang menjadi lemah.
"Tidak,Took. Cuma sebentar saja, kok!"
Dengan tertatih, Puan melangkah keluar rumah menuju kebun. Sebenarnya, dia merindukan Anthony. Hari ini dia belum melihatnya.
"Aakh! Kenapa tubuhku jadi lemah seperti ini, ya!" Gumam Puan.
__ADS_1
Puan menyandarkan tubuhnya di sebatang pohon. Andai saja ada Anthony, pasti sudah menggendongnya.
"Apa kau sedang memikirkan aku?"
Tiba-tiba Anthony muncul. Sebenarnya dia juga merindukan Puan.
"Tuaan? Bagaimana tahu kalau aku ada disini? Jangan-jangan ..., Tuanlah yang sedang merindukan aku?!" tuding Puan.
"Aku juga ingin memetik sayuran. Apa aku tidak boleh kesini?"
"Ooh, begitu! Ya, sudah. Ambillah sayuran itu."
Puan sedikit kecewa. Berharap, Anthony juga mempunyai perasaan sepertinya.
"Bagaimana kakimu? Apa masih sakit?"
"Sedikit!" jawab Puan singkat.
"Hhmmm!"
"Ambillah sayuran ini dan langsung pulang. Aku akan memeriksa sesuatu!"
Anthony menyerahkan sayuran yang dipegangnya dan bergegas pergi.
Puan merasa aneh dengan sikap Anthony. Tidak biasanya dia secemas itu.
*****
Anthony bergegas mencari keberadaan seseorang. Dia merasa ada orang asing yang datang ke pulau itu.
Dengan kekuatan vampire, Anthony bisa bergerak cepat. Melewati rimbunnya pepohonan dengan sekali gerakan.
Bukan tanpa sebab, dia sangat khawatir. Kehadiran orang asing itu bisa membahayakan Puan yang kondisinya sedang melemah.
Tak berapa lama, Anthony sampai juga di tempat orang asing itu menambatkan perahunya. Pasti ada alasan mereka datang ke sana. Semua tahu kalau pulau itu menakutkan.
__ADS_1
Anthony semakin cemas. Berharap tidak akan terjadi hal buruk kepada Puan. Manusia adalah makhluk yang lebih menakutkan dari binatang. Mereka bisa melukai tanpa sebab sekalipun.
*****
Akhirnya ketiga orang itu sampai juga ke tepi pantai.
"Aku yakin kapal belanda itu karam disini. Tapi, kenapa tidak ada tanda-tanda keberadaannya, ya!" Ujar Si Gendut.
Si kerempeng dan Si Pendek hanya saling pandang.
"Aku merasa sesuatu sedang mengikuti kita. Lihatlah! Bulu kudukku merinding," ujar Si Kerempeng.
"Iya, pulau ini sangat sepi. Aku takut beneran ada siluman harimau!"
"Heh! Mengapa kalian bengong? Aku akan menyelam. Jadi kalian harus menjagaku!" teriak Si Gendut.
"Gila, kau! Apa kamu sanggup berenang sampai ke dasar lautan?"
"Aku akan mengikat tali ke badanku. Jadi kalian harus menarik tali itu agar aku bisa naik ke atas lagi!" terang Si Gendut.
"Apa? Menarikmu? Heh, kau tak sadar ya kalau badanmu itu gendut?"
"Iya! Mana sanggup kami mengangkatmu!"
"Halaaah! Kalian pemalas bener sih. Kalian mau kaya gak sih?"
"Kalau seperti ini lebih baik pulang sajalah! Tak mengapa gak kaya juga," celetuk Si Kerempeng.
"Iya! Sama aku juga. Ayolah pulang saja!"
Si Kerempeng dan Si Pendek membalikkan badannya dan beranjak pergi. Namun pandangan mereka terpaku ketika bayangan putih yang melintas.
Kedua orang itu saling pandang. Tubuh mereka gemetaran dan keringat keluar deras. Bayangan putih itu menyerupai harimau.
"Si-siluman harimaaau ...."
__ADS_1
*****