
Alex kembali merasakan kemunculan vampire. Pasti kedua vampire itu kembali berulah. Tapi, dia juga merasakan kemunculan makhluk lain.
Alex harus segera sampai ke tempat kemunculan vampire itu. Dia juga sangat khawatir karena Puan sedang berada jauh dari rumah.
Dengan kekuatan vampire, Alex melesat sekejap mata menembus gelapnya malam. Dalam hatinya berharap tidak terjadi hal buruk dengan Puan.
Sementara itu, situasi di rumah Harry semakin menegangkan. Anak murid Harry mulai panik ketika mendengar suara teriakan menyeramkan dan memilih keluar dari dalam rumah.
Gani dan Rusli masih tidak sadarkan diri. Keduanya tidak tahu kalau sebentar lagi akan ada pertempuran makhluk kegelapan.
Makhluk misterius itu terus mengerang. Tubuhnya seperti seekor gorila namun wajahnya mirip manusia.
Jack dan Daniel yang sudah berubah menjadi vampire tidak membiarkan makhluk itu begitu saja. Mereka meninggalkan calon mangsanya dan beralih kepada makhluk misterius itu.
Tak lama pertarungan itu pun terjadi. Mereka saling menyerang dengan kekuatan penuh. Malam itu akan berubah menjadi malam berdarah.
Puan datang bersama Ratih dan melihat pertempuran itu. Ratih bahkan langsung menjerit kencang begitu melihat makhluk yang sangat menyeramkan di hadapannya.
Jack sempat melihat kehadiran Puan. Dia melihat kalau Puan bukanlah manusia biasa.
"Kau hadapi makhluk itu. Aku harus menemui seseorang!" ucap Jack kepada Daniel lewat telepati.
"Pergilah! Aku masih bisa meladeni makhluk aneh ini!" jawab Daniel lewat telepati juga.
Dalam sekejap Jack sudah berada di depan Puan dan siap menyerangnya. Dia tahu kalau Puan bukanlah manusia biasa.
Ratih langsung pingsan begitu melihat vampire menakutkan. Puan bersiap menangkis serangan vampire itu. Dia tidak bisa berubah menjadi harimau karena banyak orang.
"Darahmu pasti sangat berharga. Aku akan memastikan darahmu hanya untukku saja!" ujar Jack segera menyerang Puan.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba sebuah bayangan muncul. Dia adalah Alex.
"Lawanmu bukan dia, tapi aku!" ucapnya juga lewat telepati.
"Kau lagi! Baiklah, kita pastikan hanya salah satu dari kita yang selamat!" sahut Jack tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
Alex pun ikut dalam pertempuran itu. Dia baru sadar kalau ada makhluk lain ditempat itu. Sepertinya, makhluk itu adalah seseorang yang dia kenal.
Harry mulai panik melihat kejadian di belakang rumahnya. Ternyata, Jack dan Daniel belum pergi juga. Apalagi adalah makhluk lain di sana. Dia sangat bingung harus berbuat apa.
Puan tidak menyangka kalau Alex datang disaat genting. Namun, kehadiran Alex bisa membuat Puan mengalihkan perhatiannya kepada Ratih yang tak sadarkan diri.
"Apa yang telah terjadi, Dara? Siapa orang-orang asing itu?" tegur Saka yang baru sampai. Dia berlari secepat mungkin ketika melihat Dara dan adiknya.
"Entahlah, kak. Ratih pingsan!" jawab Puan sedikit berbohong. Dia tahu saat ini, tidak ada Jaka dalam tubuh Saka.
Sepertinya Puan harus meninggalkan tempat itu bersama Saka. Alex pasti akan mengerti.
Pertempuran masih berlangsung. Harry tak berani keluar dan bersembunyi di dalam rumah. Semua murid Harry sudah meninggalkan tempat itu. Mereka berasumsi kalau ada harimau liar muncul.
Sebelumnya Harry sempat mengajak Gani dan Rusli pergi ketika mereka sudah siuman. Keduanya langsung keluar rumah meski dengan terhuyung.
"Si-siapakah orang asing tadi, pak? Apa mereka gederuwo? Tapi ... mengapa mereka itu orang asing?" tanya Gani yang masih setengah sadar.
"Kamu sudah mabuk jadi salah lihat. Ingat! Jangan minum minuman keras lagi," pesan Harry sebelum pergi.
"Apa benar kita sudah salah lihat, Rus? Gue sangat jelas melihat orang asing itu berubah menjadi makhluk mengerikan!" seru Gani yang belum bisa berdiri tegak.
"Iya, bro! Apa mereka itu jin dari luar negeri, ya?" tanya Rusli yang masih tak percaya kalau sudah salah lihat.
__ADS_1
"Sudahlah! Mending kita pulang saja. Tapi, kita naik apa ke pelabuhan?"
"Pesan taksilah!" jawab Rusli seraya memesan taksi online dari hapenya.
"Apa kalian juga mau pergi? Maaf jika ada kejadian buruk tadi!" ungkap Harry ketika melihat Saka keluar sambil membopong Ratih. Puan juga ada di sana.
"I-iya, pak. Tapi, kami akan membawa Ratih ke klinik dulu!" jawab Saka yang mencemaskan adiknya.
"Biar aku antarkan kalian dengan mobilku!" seru Harry yang segera menuju ke salah satu mobilnya.
Saka terpaksa mengikuti kemauan Harry karena adiknya masih tak sadarkan diri.
Puan masih mencemaskan Alex. Berharap Alex bisa menghadapi kedua vampire tadi.
Sementara itu, Daniel mulai terdesak karena kekuatan makhluk misterius itu jauh lebih besar darinya. Begitu juga Jack yang tidak bisa menandingi kekuatan Alex.
Entah kenapa kekuatan Alex menjadi lebih besar. Mungkin karena ada Puan di tempat itu. Alex sangat khawatir kalau Puan terluka. Dia tahu kalau Puan pergi bersama Saka. Tempat itu memang sangat berbahaya untuknya.
"Sebaiknya kita pergi saja, aku sudah tidak kuat! Makhluk misterius ini sangat kuat!" ucap Daniel yang mulai melemah.
"Baiklah, kita pergi saja! Kekuatanku juga hampir habis," sahut Jack.
Tak lama, mereka pun kabur dan menghilang entah ke mana. Kini, yang ada di tempat itu hanya ada Alex dan makhluk misterius itu.
"Sadarlah, Diva. Aku tahu ini adalah kamu!" seru Alex. Ternyata dia tahu kalau makhluk misterius itu adalah Diva.
Kali ini, Diva tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Dia sudah memakai ekstrak darah terlalu banyak. Membuat dirinya menjadi makhluk yang sangat mengerikan!
*****
__ADS_1