KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
SAATNYA TUK BERPISAH #1


__ADS_3

Anthony terbang untuk menemui Puan dengan masih berwujud vampir. Amarah masih memenuhi hatinya.


Setelah sekian lama, perpisahan akan terjadi juga. Anthony belum siap!


"Puaaan ...."


Puan membuka mata. Meski terpejam dia tak benar-benar tidur. Makanya langsung mendengar suara memanggil namanya. Suara yang sangat dikenal. Suara Anthony.


Puan beranjak menuju ke luar rumah. Kegelapan semakin pekat. Dia menunggu seseorang yang sangat dirindukannya.


Sebuah bayangan muncul. Bayangan dengan wujud menyeramkan dan penuh luka.


"Tuaaan!"


Puan gemetar. Bukan karena takut, tapi cemas karena keadaan Anthony yang penuh luka.


"Apa yang terjadi, Tuan?"


Puan langsung mendekati Anthony tanpa rasa takut sedikitpun.


"Ikutlah denganku ...."


Puan tertegun. Mengira kalau Anthony mengajaknya keluar dari pulau. Sejenak keraguan hadir.


"Apa kamu mau hidup denganku selamanya, Puan?"


Anthony memastikan perasaan Puan.

__ADS_1


"Baiklah, Tuan. Bawalah aku pergi kemanapun!"


Akhirnya, Puan memberi keputusan. Dia sudah yakin akan ikut kemanapun Anthony pergi.


Tanpa menunggu lama, Anthony membawa Puan dalam pelukannya. Melintasi kegelapan namun tak menyurutkan Anthony. Hatinya sudah yakin akan mengajak Puan pergi.


Di dalam pelukan Anthony, waktu terasa berhenti. Puan merasa seperti berada di negeri yang sangat asing yang dipenuhi kabut putih.


Sedikit demi sedikit, kabut putih itu terkuat. Membuat penglihatan Puan menjadi lebih jelas.


Puan melihat Anthony berada di atas kapal menuju ke negerinya. Anehnya dia hanya sendirian tanpa Puan.


Kemudian pandangan Puan berganti. Dia kembali melihat dunia itu dipenuhi banyak orang. Pohon-pohon sudah tidak banyak lagi. Berganti dinding beton dan kendaraan yang bisa membawa orang dengan cepat.


Seorang perempuan muda berseragam tengah mengejar seorang pencuri. Gerakannya sangat cepat. Wajah perempuan itu tidak asing. Dia adalah Puan!


*****


Setiap detik yang berlalu, seperti kembali ke masa lalu. Awal pertemuan dengan Puan yang masih gadis kecil dengan tatapan teduhnya yang selalu menyejukan.


Selalu berdua melewati hari sampai Puan beranjak dewasa dan berubah menjadi gadis cantik.


Tatapan teduhnya masih sama namun menjadi lebih nyaman. Anthony pun ingin hidup di oase di dalam mata Puan untuk selamanya.


Kemudian Anthony berhenti di tepi pantai dengan tebing yang menjorok ke laut. Dari sana bisa melihat langit kemerahan yang menunggu pagi.


Perlahan Anthony melepaskan Puan dari dalam pelukannya.

__ADS_1


Tanpa terasa pagi menjelang, kegelapanpun sirna. Anthony kembali ke wujud manusia.


Puan hanya diam saja. Dia sudah melihat kejadian selanjutnya. Anthony tidak akan mengajaknya pergi. Namun, Puan menyembunyikan penglihatannya itu.


"Mengapa ke sini, Tuan? Bukan kah kita akan pergi? Aku pernah melihat ada perahu kecil di sisi pulau. Kita bisa pergi dengan naik perahu itu, Tuan!"


Puan berusaha menutupi kesedihannya. Dia tahu perpisahan itu sudah di ujung mata.


"Apa kau benar-benar ingin pergi denganku? Aku bukanlah seseorang yang bisa membuatmu bahagia. Hidupku terlalu kelam!"


Anthony mulai meragu. Dia tahu Puan tidak akan bahagia jika bersamanya.


"Ya! Aku melihat hidup Tuan terlalu gelap. Aku ... aku takut!"


Puan berhenti bicara. Dia merasa tak sanggup mengatakan sebuah kebohongan.


Anthony mendongak dan menatap Puan lekat. Dia masih bisa membaca apa yang ada di dalam pikirannya.


"Disini kamu akan bahagia, Puan. Banyak keluarga yang menyayangimu. Akan ada putra putri yang tampan dan cantik yang hadir mengisi hari-harimu. Yang ada didekatku hanya kesepian. Kau tak akan sanggup berada dalam dunia hitam yang penuh kepedihan!"


Ungkap Anthony lirih.


Puan menarik napas panjang. Dia sudah memutuskan.


"Baiklah, Tuan! Pergilah. Aku akan melepasmu. Mulai saat ini, kita tidak terikat lagi! Takdirku memang disini, menjadi siluman harimau!"


Anthony mendongak. Puan tak ingin beradu pandang dan membuang pandangannya ke lautan yang tak kelihatan ujungnya. Dia tak ingin Anthony melihat matanya yang basah.

__ADS_1


"Maafkan aku, Puan. Suatu saat, aku akan kembali!"


*****


__ADS_2