
"Aku mau tidur di rumah Ibu Nara! Aku ingin hidup sebagai puterinya!"
Alex terkejut mendengar permintaan Puan. Yang sangat disesalkan adalah Alex tidak mampu membaca pikiran Puan.
"Jaman sudah berubah, Puan. Semakin banyak orang jahat yang bisa menyakitimu kapan saja."
"Aku yakin Dara bukanlah keturunan siluman harimau biasa. Dia juga gadis yang pemberani!"
Keinginan Puan tidak bisa ditahan lagi. Dia ingin tahu bagaimana menjadi manusia dalam kehidupan normal.
"Jika itu yang kamu inginkan, aku akan membicarakannya dengan Ibu Nara."
Akhirnya Alex menyerah. Dia mengerti mengapa Puan ingin hidup menjadi manusia normal. Dari kecil, dia sudah diasingkan ke sebuah pulau karena menjadi siluman harimau. Kini, dia menjadi orang asing di tanahnya sendiri.
Alex membawa Puan melewati terowongan menuju ke tempat tinggal Nara. Sebelumnya, Alex mengajak Dara melewati tempat itu.
Sekilas, Alex merasakan keberadaan Dara. Namun, yang ada didekatnya adalah Puan. Dia merasa aneh karena selalu memikirkan gadis itu.
Puan tak banyak bertanya dan hanya mengikuti langkah Alex. Sifatnya memang pendiam tidak seperti Dara yang selalu bicara tanpa henti.
Mereka pun melewati sebuah taman. Puan sangat takjup dengan keindahan taman itu. Begitu juga bangunan tinggi yang hampir menyentuh langit seperti pepohonan pada jamannya.
"Aku tidak menyangka, Pulau Kumbang akan seramai ini! Seingatku, dulu masih sepi dan banyak pepohonan. Kini sudah terang benderang dan menjadi lebih indah!"
"Ketika aku kembali, pulau kumbang sudah ramai. Banyak keturunan siluman harimau yang menikah dengan orang biasa. Semakin lama keturunan harimau semakin jarang dan sekarang hampir lenyap. Aku menunggunya sampai ratusan tahun. Hanya ada Dara yang bisa menjadi reinkarnasimu!" terang Alex dengan lugas.
"Terima kasih sudah menungguku, tuan," ucap Puan lembut.
"Sampai kapanpun aku akan menunggumu, Puan!"
Alex kembali meraih tangan Puan dan menggenggamnya erat.
Tiba-tiba, seseorang muncul dari kegelapan. Alex hanya diam saja. Dia tahu orang itu hanya manusia biasa.
Orang itu tersenyum dan mengangguk ketika melewati Alex dan Puan.
"Laki-laki itu sangat ramah."
Alex tak mengatakan apa-apa. Dia seperti pernah melihat laki-laki itu.
Sampai di ujung jalan, laki-laki itu menghentikan langkahnya dan membalikan badan. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Hanya saja, Alex dan Puan sudah tidak terlihat lagi.
Ternyata laki-laki itu adalah Saka. Dia mengenali Dara karena mereka pernah bertemu meski hanya sekali. Tapi, gadis itu tak mengenalinya.
*****
Tak lama kemudian, mereka sampai di depan rumah Nara.
__ADS_1
"Selamat malam Ibu Nara!"
Nara sangat terkejut melihat Puan ada di depan pintu rumahnya.
"A-ada apa nona? Mengapa datang ke sini?"
"Mulai saat ini, aku akan tinggal denganmu, Ibu," jawab Puan yang tak berhenti tersenyum.
"Ta-tapi, bagaimana dok?"
Nara benar-benar bingung.
Alex langsung mengangguk.
"Yang dikatakan Puan benar. Mulai saat ini, Puan akan hidup sebagai Dara, putrimu!"
Nara kembali terdiam. Ada sesuatu yang menghampiri benaknya.
"Baiklah, dokter. Tapi saya ingin ... nona Puan juga mengikuti ujian sekolah seperti Dara," ungkap Nara.
"Ujian sekolah? Apa itu?"
Puan menjadi penasaran dengan ucapan Nara.
"Itu adalah ujian sekolah ilmu pengetahuan yang saya ceritakan kemarin, nona. Hanya ada waktu sebulan lagi. Saya berharap Dara ... maksud saya, nona bisa lulus dan kuliah!" ucap Nara lebih jelas.
"Aku akan mengajarimu, Puan. Kamu masih ada di dalam tubuh Dara. Kamu juga memiliki kecerdasannya."
"Baiklah, tuan. Aku yakin bisa melakukannya dengan bantuan tuan!"
"Besok sudah mulai sekolah. Apa nona mau melakukannya besok?" tanya Nara yang masih sedikit ragu.
"Tentu saja aku mau, bu!"
Nara tertegun melihat ekspresi Puan yang sangat mirip dengan puterinya. Aah, Nara jadi merindukan Dara yang entah ada di mana.
"Oh iya. Ada yang ingin aku tanyakan, bu. Di manakah kalungku? Seharusnya aku memakainya!"
Nara mengernyitkan keningnya. Dia baru sadar tidak melihat kalung itu di leher Dara.
"Kalung itu selalu ada dileher puteri saya, nona. Sejak berumur lima belas tahun, saya sudah memberikan kalung itu. Saya tidak melihatnya ketika di runah sakit. Jangan ... jangan, kalung itu hilang!"
Alex mencoba mencari keberadaan kalung itu. Terakhir dia melihat Dara masih memakainya. Itu sebelum penculikan terjadi.
"Aku akan mencoba mencarinya. Tolong jaga Puan," pinta Alex sebelum pergi.
"Saya akan selalu menjaganya, dok. Dia adalah puteri saya!" ucap Nara pelan namun bayangan Alex sudah menghilang di kegelapan.
__ADS_1
Alex kembali ke gudang tempat Dara diculik. Kalung itu pasti terjatuh di sana ketika Dara menjadi harimau.
Suasana gudang itu masih bau anyir darah. Alex sedikit terpengaruh. Sangat berbeda dengan darah binatang yang sering diminumnya. Sejenak Alex menikmati bau anyir itu.
Sebenarnya di rumah sakit dia sering melihat darah manusia. Bahkan darah Dara ketika terluka. Namun kali ini berbeda. Tidak ada orang lain didekatnya dan Alex bebas menikmatinya meski hanya baunya saja.
Tak lama kemudian, Alex berubah menjadi vampire. Dilihatnya beberapa ekor musang berkeliaran di atas gudang. Sudah lama dia tidak memangsa hewan hidup.
Dalam sekejap, musang itu sudah berada di tangannya. Binatang itu terus meronta namun genggaman tangan Alex lebih kuat. Akhirnya musang itu menyerah juga. Alex menyeringai, siap menancapkan taringnya dan menghisap darah musang itu sampai habis.
"Si-siapa di situ?"
Tiba-tiba, seseorang muncul di depan pintu gudang. Dia adalah Saka yang kembali lagi ke sana.
Alex sangat terkejut karena tidak menyadari kehadiran Saka. Dia sudah terlanjur menikmati setiap tetes darah musang tadi.
Saka mengarahkan senter kepada sosok yang mencurigakan itu. Wajahnya langsung berubah begitu melihat sosok itu mempunyai wajah menyeramkan dengan mukut berlumuran darah.
"A-apa yang kamu lakukan?"
"Aaaargh!!!"
Alex yang sudah berubah menjadi vampire tak berkutik lagi. Dia pun bergerak dalam hitungan detik dan sampai di depan Saka. Kemudian siap menghisap darahnya dalam waktu singkat.
Tiba-tiba, mata Saka bersinar. Alex melihat sesuatu di dalam mata laki-laki itu. Sosok itu sangat dikenalnya.
"Aku sudah memberikan darahku! Sampai kapanpun, Puan tidak akan pernah menjadi milikmu!"
Alex langsung mundur begitu mendengar kata-kata yang diucapkan Saka. Alex baru tersadar, Saka adalah reinkarnasi Jaka, suami Puan!
"Kauuu, Jaka???"
Alex tak percaya Jaka juga sudah berreinkarnasi di dalam tubuh Saka.
"Aku juga menunggu Puan. Aku akan membawanya kembali ke dunia arwah!" ujar Saka yang tidak sadar sudah berubah menjadi orang lain.
"Tidaaak! Cinta kami abadi. Kami akan hidup bersama!"
"Dunia kalian berbeda. Setelah Puan menyelesaikan tugasnya, aku akan membawanya bersamaku!"
"Aaaargh!"
Alex tak mampu menahan amarahnya. Kali ini, dia tidak akan kehilangan Puan lagi.
Rembulan berubah pucat. Dia merasakan ketakutan karena sebentar lagi pertarungan akan terjadi!!!
*****
__ADS_1