KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
SENJATA MAKAN TUAN #1


__ADS_3

Harry sampai juga ke ruang isolasi tempat anak buahnya dikurung. Dia melihatnya dari CCTV agar aman. Ruangan itu sangat gelap sehingga tidak terlihat apapun.


"Astaga! Mengapa mereka jadi menyeramkan seperti itu?"


Harry sangat terkejut begitu lampu di ruang isolasi itu menyala. Terlihat dua orang dengan wajah yang sangat menyeramkan. Harry sampai gemetaran begitu melihat mereka.


"A-apakah mereka anak buahku?" tanya Harry yang masih tidak percaya dengan penglihatannya.


"Mereka benar anak buah bapak yang datang kemarin. Orang asing itu sudah mengubah mereka menjadi vampire!" jawab salah satu sipir.


"Mengapa kalian membiarkan hal itu terjadi begitu saja?!" Harry semakin berang.


Kedua sipir yang mengantarnya semakin pucat.


"Mereka mengancam akan memangsa kami, pak. Kami terpaksa mengikuti kemauan mereka. Apalagi mereka sudah memangsa salah satu tahanan sebelumnya!" ungkap sipir itu.


Harry tidak bisa menahan amarahnya. Kedua vampire itu seperti senjata makan tuan. Mereka hanya akan menghancurkan mereka sendiri. Dia pun menjadi merasa bersalah karena membuat Rio dan Gerry menjadi seperti itu. Semua itu adalah salah ayahnya yang sudah membawa vampire itu ke sana.


Sementara itu, Iskandar sudah memutuskan agar para vampire kembali ke negaranya.


"Kalian harus pergi secepatnya. Kalian tidak bisa mengetahui keberadaan manusia harimau. Jadi untuk apa aku mempertahankan kalian?" ungkapnya dengan penuh amarah.


Jack dan Daniel saling pandang, kemudian mereka tertawa.


Dengan sekali gerakan, Jack mendekati Iskandar. Dia mengendus lehernya seakan ingin menghisap darahnya.


"Kau tidak bisa berbuat semaumu. Aku tidak bisa menemukan mereka di tempat ini. Tapi aku akan membangun kerajaanku sendiri agak lebih mudah menghancurkan mereka!" ujar Jack yang sedikit berbohong.


Sebenarnya, dia sudah bertemu dengan para siluman harimau di pulau seberang, jumlah mereka cukup banyak.


Iskandar sangat ketakutan dengan kelakuan Jack sehingga membuat bulu kuduknya merinding.


"Aku tidak bisa mempertahankan kalian disini lebih lama. Pihak militer tidak akan tinggal diam jika tahu kehadiran kalian. Pergilah secepatnya!"


"Kau harus bertanggung jawab, Tuan. Carikan kami tempat tinggal di tempat lain. Jika tidak, aku akan memangsa para tahanan itu satu persatu. Bahkan aku bisa memangsa kamu dan anakmu kapan saja!" ancam Jack.

__ADS_1


Iskandar semakin gemetaran. Dia baru tersadar kalau yang dikatakan anaknya benar. Memanggil vampire itu sebuah kesalahan. Karena mereka akan menjadi buah simalakama baginya.


"Hentikan! Jangan sakiti ayahku!"


Tiba-tiba, Harry muncul. Dia semakin berang begitu melihat ayahnya disakiti.


Daniel tidak membiarkan Harry begitu saja. Dia pun melakukan hal sama kepadanya.


"Kau diamlah! Atau kamu juga mau menjadi mangsa kami!" bisik Daniel tepat di telinga Harry.


Harry tertegun. Dia lupa kalau yang mereka hadapi bukanlah manusia biasa. Kali ini, dia tidak bisa diam saja.


"Aku tidak takut dengan kalian. Apa yang kalian lakukan sudah kelewatan. Kau sudah menjadikan anak buahku sebagai kaki tangan kalian. Pergilah ke tempat kalian berasal!"


Timbul keberanian pada diri Harry ketika ayahnya sudah terpojok. Namun, itu malah membuat kedua vampir itu semakin marah.


Daniel tidak dapat menahan diri lagi. Dengan sekali kibasan, tubuh Harry terlempar dan membentur dinding. Dia pun langsung tak sadarkan diri.


Iskandar sangat terkejut melihat puteranya diperlakukan seperti itu. Dia pun segera berlari mendekatinya.


"Harry! Bangunlah!" ucapnya seraya menepuk pipi Harry. Namun, dia tidak bergerak juga. "Keamanan! Cepat bawa anakku ke ruang medis!" teriaknya penuh kecemasan.


Tak berapa lama, datang beberapa orang sipir yang langsung membopong Harry ke ruang medis. Mereka tidak berani menatap orang asing di depannya. Apalagi mereka pernah melihat keduanya memangsa seorang tahanan tempo hari.


Di ruangan lain, ada seorang laki-laki berpakaian lusuh dengan tangan terborgol mendengarkan pembicaraan mereka. Wajahnya penuh luka sehingga tidak bisa kelihatan jelas.


Laki-laki itu cepat bersembunyi ketika Iskandar muncul bersama anaknya yang tidak sadarkan diri. Ternyata, dia adalah Saka yang sedang menyamar menjadi seorang tahanan.


Tadi, Saka masuk ke dalam lapas dengan menyamar menjadi tahanan. Wajahnya pun terpaksa dibikin luka agar tidak ada yang curiga. Data tentang dirinya juga sudah dibuat sangat rapi agar bisa lolos penjagaan dengan mudah.


Tiba-tiba wajah Jack berubah, "dia ada di sini!" ungkapnya ketika menyadari kehadiran makhluk lain di dekat mereka.


"Siapa maksudmu?" tanya Daniel yang tidak mengerti maksud Jack.


"Makhluk siluman harimau itu ada di sini. Aku merasakan kehadirannya tapi tidak bisa mengetahui keberadaannya!" jawab Jack seraya menggunakan kekuatan vampirenya untuk mencari keberadaan siluman harimau itu. Namun usahanya sia-sia.

__ADS_1


"Aku sendiri sama sekali tidak merasakan kehadiran makhluk itu! Apa dia juga yang sudah melukaiku? Karena aku tidak mengetahui kedatangannya!" Daniel pun teringat manusia yang sudah menembak dan berhasil melukainya.


"Bisa saja dia adalah makhluk yang aku rasakan kehadirannya. Aku akan mencarinya!" Jack segera bergerak dan mehilang dalam sekejap.


Daniel masih terdiam. Lukanya belum sembuh benar. Dia tidak bisa merasakan kehadiran manusia yang sudah melukainya. Tai dia juga akan mencarinya sampai ketemu untuk membalaskan dendamnya.


*****


Sementara itu, para intel di luar lapas menunggu kabar Saka dengan penuh cemas. Dia tidak memasangkan alat perekam karena akan terdeteksi di pintu gerbang. Saka hanya sendirian di dalam lapas.


Tiba-tiba, terjadi kegaduhan. Sebagian para sipir keluar dan mengobrol sambil merokok. Wajah mereka sangat tegang.


"Apa yang sudah terjadi di dalam sana? Apa mereka menemukan agen A?" tanya Intel A1 cemas.


"Aku akan mendekati mereka!" A2 segera mengambil beberapa botol minuman jualannya dan mendekati para sipir itu.


"Selamat sore, pak. Ini beberapa minuman gratis. Kebetulan saya sedang ulang tahun!" ucap A2 seraya menyodorkan minuman di tangannya.


"Wah. Ulang tahun, ya. Kalau tidak ada masalah bisa makan-makan, nih!" celetuk seorang sipir.


"Boleh, pak. Tapi, memangnya ada masalah apa di dalam, pak?" tanya A2 antusias.


"Anaknya Pak Iskandar terluka. Dia diserang vampire itu!" jawab sipir itu keceplosan. Seorang rekannya memberi kode agar tutup mulut.


"Vampire? Apa beneran vampire ada di dalam sana, pak?" tanya A2 lebih jelas.


"Aah! Kamu salah dengar. Maksudku anaknya Pak Iskandar tergelincir dan kepalanya kepentok tembok sampai pingsan!" ralatnya.


"Oh, begitu ya, pak. Kasihan bener dia!"


A2 tidak memperpanjang rasa ingin tahunya. Dia teringat kejadian kemarin. Hampir saja nyawanya melayang karena seorang vampire. Untung saja atasannya yang bernama Saka cepat menolongnya


"Ada apa?" tanya intel A1 masih cemas.


"Ada yang terluka, tapi bukan agen A. Dia anaknya Pak Iskandar. Mereka sekilas bicara soal vampire. Mungkin dia yang sudah hampir memangsaku kemarin!" jawab intel A2.

__ADS_1


Keduanya menjadi lega. Entah apa yang telah terjadi di dalam sana. Bagaimana dengan keadaan Saka? Apakah dia bisa keluar lagi dalam keadaan seperti semula???


*****


__ADS_2