
Gisel bisa mengetahui kalau Anthony akan kembali ke kerajaan vampire putih. Untuk itulah, dia selalu standbye selama puluhan tahun hanya untuk menunggu Anthony.
Begitu juga ketika Anthony yang baru pertama menjejakkan kakinya di sana. Gisel tak akan melupakan ketika bertemu dengannya saat itu.
Anthony sangat lusuh ketika sampai. Dia seperti tentara yang kalah perang. Lawannya bukanlah pasukan yang sangat besar namun lawannya adalah dirinya sendiri.
Gisel menemukan Anthony yang hampir mati di pinggir hutan. Dia memilih mengakhiri hidupnya daripada memangsa manusia. Yang membuat Gisel heran adalah, Anthony bisa berjalan di dunia terang tanpa kesulitan sedikit pun.
Tak lama kemudian, Anthony tersadar sudah berada di dalam istana kerajaan vampire putih.
"Aku di mana?" tanya Anthony yang merasa aaing dengan tempat itu. Dia melihat sosok vampire putih yang sangat cantik berdiri di depannya.
Vampire cantik itu tersenyum, "kau ada di istana vampire putih. Aku adalah Gisel, penjaga gerbang istana kerajaan vampire putih!" jawab Gisel.
Itulah saat pertama, Anthony bertemu dengan Gisel. Dia berjalan tanpa tujuan hingga sampai ke tempat itu.
"Aku tidak tahu ada kerajaan vampire putih. Aku hanya berjalan mengikuti matahari sehingga sampai di sini," ungkap Anthony seraya bangkit dari tempat tidur.
"Dari mana asalmu? Bagaimana kau bisa berjalan di dunia terang? Kami hanya berani keluar jika malam tiba," tanya Gisel ingin tahu. Biasanya dia dengan mudah membaca pikiran vampire lain tapi tidak dengan Anthony. Ada kabut putih yang menyelubungi pikirannya.
"Rumahku tidak begitu jauh. Hanya saja, setelah perang semuanya hancur. Aku tidak punya tujuan sampai akhirnya sampai di sini," terang Anthony. Dia tidak akan mengungkit negeri siluman harimau di mana kekasihnya tinggal.
Gisel memang tidak bisa membaca pikiran Anthony. Namun dia bisa meramal masa depannya.
"Tinggallah disini. Kau akan menjadi panglima vampire putih yang sangat ternama. Kemampuanmu berjalan di dunia terang sangat berguna untuk kami," ungkapnya.
Anthony tertegun, "panglima? Apa aku bisa menjadi seperti itu?" tanyanya tak percaya.
Gisel langsung mengangguk. Dia melihat bayangan Anthony beberapa tahun ke depan. Dia akan menjadi seorang panglima yang gagah dan berwibawa.
Beberapa tahun kemudian apa yang diramalkan Gisel menjadi kenyataan. Anthony dipercaya oleh Raja untuk membantu kerajaan vampire putih. Dengan kepandaiannya, Anthony membuat peternakan sapi yang sangat besar. Daging, darah dan susunya bisa dikonsumsi oleh para vampire putih.
__ADS_1
Gisel semakin menyukai Anthony bahkan berubah menjadi rasa cinta.
"Aku mencintaimu, Anthony. Menikahlah denganku!" ungkap Gisel tanpa malu-malu.
Anthony tidak bisa menjawab lamaran Gisel. Di hatinya masih ada Puan.
"Maafkan aku, Gisel. Aku tidak bisa menikahimu. Aku mencintai gadis lain," jawab Anthony jujur.
Gisel terdiam. Dia kembali melihat masa depan. Seorang gadis yang bisa berubah menjadi harimau akan ada di samping Anthony. Namun, Gisel tidak akan mengatakan itu kepadanya. Dia tahu, Anthony pasti akan pergi jika mengetahuinya.
Tahun demi tahun berlalu. Anthony merasakan hatinya masih saja hampa seperti dulu. Kehilangan Puan seperti kehilangan hidupnya. Semua yang didapatnya tiada arti.
Suatu hari, Raja Louis memanggilnya.
"Menikahlah dengan Gisel. Kalian adalah pasangan serasi dan menjadi kebanggaan kerajaan vampire putih. Jika kalian bersatu, kerajaan akan semakin kuat!" titah Raja Louise.
Anthony terpana mendengar perkataan rajanya. Namun, dia tak kuasa untuk menolak. Mungkin, sudah takdirnya menikah dengan Gisel yang pernah menolongnya.
"Baiklah, Raja. Saya bersedia!" jawab Anthony tanpa ragu sedikit pun.
Persiapan pernikahan pun dilakukan. Seluruh kerajaan vampire putih ikut merasakan kebahagiaan. Hanya saja, Anthony malah semakin murung. Dia lebih banyak berada di peternakan dari pada di istana. Keraguan sering kali hadir. Akankah pernikahannya dengan Gisel akan berlangsung dengan lancar? Sementara hatinya selalu saja ingin kembali menjumpai kekasih hatinya, yaitu Puan.
Kembali ke masa sekarang. Gisel masih memandangi Anthony yang sudah ada di hadapannya lagi. Perasaannya masih sama, namun Anthony sudah banyak berubah.
*****
Saka menyimpan rekaman Cctv di ruang K3 tempat Rio dan Gerry terkurung. Video itu cukup sebagai bukti untuk melenyapkan para vampir. Para tentara pasti akan membasmi mereka semua.
Video itu harus berada pada orang yang tepat. Pihak kepolisian sudah terlalu banyak oknum. Saka lebih percaya pada tentara yang lebih idealis.
Tiba-tiba, terdengar suara gagang pintu yang ditolak dari luar. Saka menjadi panik. Dia tidak bisa bersembunyi karena tempat itu tidak ada pintu lain.
__ADS_1
Tak lama pintu itu pun terbuka. Saka menyerah jika ketahuan. Yang penting, dia sudah menyimpan rekaman video Cctv.
Ternyata, yang membuka pintu adalah Karso, "ayo, ikutlah denganku. Kau akan masuk ke dalam sel agar mereka tidak curiga. Waktumu tinggal satu jam lagi baru bisa keluar!" terang Karso.
Saka bisa bernapas lega. Namun, dia malah harus masuk ke sel penjara!
Karso membawa Saka ke bagian gedung tempat para tahanan. Tangan Saka pun kembali memakai borgol. Mereka melewati bagian taman yang gelap.
Sekilas, Saka melihat bayangan hitam yang melompat di atas gedung. Matanya memang lebih tajam dari mata manusia biasa. Mungkin, bayangan hitam itu adalah vampire.
Ya! Bayangan hitam itu adalah Jack. Dia sengaja ke atas gedung agar bisa melihat ke seluruh tempat itu. Kemudian pandangannya terhenti kepada seorang sipir yang membawa seorang tahanan. Dia pun mencoba membaca pikiran mereka.
Petugas lapas itu hanya memikirkan makanan sedangkan tahanan itu memikirkan sakit bekas pukulan di wajahnya. Mereka pun lolos.
Jack memutuskan untuk mencarinya ke tempat lain. Meski pun dia merasa kalau siluman harimau itu sudah dekat. Dia masih kebingungan dan merasakan keberadaan makhluk lain di sekitar tempat itu. Namun pencariannya belum membuahkan hasil juga.
Karso segera membawa Saka masuk ke sel bersama beberapa orang tahanan lain. Saka harus melakukannya meski hanya sebentar agar tidak dicurigai.
"Kau masuklah! Aku akan kembali satu jam lagi!" ucap Karso sambil membuka borgol di tangan Saka.
"Baik, pak!" sahut Saka sambil menundukkan kepalanya. Saka merasa aneh karena semua sel sangat sepi seakan tidak ada penghuninya.
Sel yang ditempati saka hanya ada tiga orang tahanan yang juga masih baru. Namun mereka sudah merasakan ketegangan setelah mendengar teriakan yang menyeramkan.
"Apa yang terjadi di lapas ini. Mengapa semua tahanan menjadi pendiam?" tanya Saka pelan-pelan.
Tahanan yang diajak bicara Saka mendongak dan melihat ke sekitar, "ssttt! Jangan berisik. Ada makhluk menakutkan di sini. Dia bisa saja memangsamu!" katanya dengan raut wajah ketakutan.
"Memangnya ada makhluk apaan?" tanya Saka lagi pura-pura tidak tahu.
"Sudahlah! Aku akan tidur saja!" ujar tahanan itu tanpa menjawab pertanyaan Saka. Dia pun langsung membaringkan tubuhnya di atas lantai yang hanya beralaskan tikar.
__ADS_1
Saka tak bisa menanyai mereka lebih banyak. Sepertinya meski sangat ketakutan sampai tak berani berbicara. Saka yakin, semua itu karena ulah para vampire!
*****