
Suasana malam semakin mencekam. Dara terus berusaha melepaskan diri namun ikatan tangannya sangat kencang. Tiba-tiba terdengar langkah kaki menuju ke arahnya.
"Jadi, dia adalah gadis siluman harimau itu?"
Iskandar, keturunan pembasmi siluman akhirnya bisa bertemu dengan siluman harimau terakhir.
"Iya, pak! Dia memiliki tanda gambar harimau," jawab laki-laki bertopeng yang sudah menculik Dara.
"Benarkah? Aku ingin melihatnya."
Iskandar mendekati Dara dan berjongkok. Dia menarik baju Dara kasar sehingga terlihat gambar harimau di dada kirinya. Seketika, laki-laki tua itu terbahak kesenangan.
"Aku sangat senang kita bisa bertemu. Tapi sayang ini adalah pertemuan terakhir! Kau harus mati agar tidak ada lagi siluman harimau di muka bumi ini!"
Dara semakin ketakutan. Baru kali ini dia merasakan seperti itu.
"Buka matanya! Biar dia melihat kematian dengan matanya sendiri!"
Laki-laki bertopeng itu menuruti permintaan Iskandar dan melepas ikatan kain yang menutup mata Dara.
"Lihatlah! Mata itu memperlihatkan rasa takut. Tenanglah, kematianmu tanpa sakit sedikit pun!"
Iskandar mengeluarkan sebilah pedang yang dimiliki oleh keturunan pembasmi siluman.
"Apa salahku padamu? Bahkan aku tidak mengenalmu!" tanya Dara yang tidak mengerti dengan sikap laki-laki tua itu.
"Salahmu? Tentu saja salahmu adalah menjadi seorang siluman harimau! Di masa lalu, leluhur kita pernah bertempur. Siluman harimau sudah membunuh banyak orang makanya leluhurku akan menghabisi kalian sampai keturunan terakhir!"
"Meski aku tidak tahu apa-apa, tapi aku yakin leluhurku tidak bersalah!"
Iskandar kembali tertawa mendengar ucapan Dara.
"Baiklah! Sebaiknya kau tanyakan langsung dengan leluruhmu di neraka!"
Iskandar mengayunkan pedangnya siap menebas leher Dara.
__ADS_1
Laki-laki bertopeng yang sudah menculik Dara merasa sedikit ciut hatinya. Dia tidak menyangka Dara akan menghadapi kematian.
Sebenarnya dia adalah Harry, guru Dara di sekolahnya. Dia ditugaskan membuat kelompok yang mencari siluman harimau. Pertamanya, Harry tidak percaya kalau siluman harimau itu ada.
Begitu melihat tanda di dada Dara ketika sesang berenang membuatnya yakin. Namun, tak mengira kalau gadis itu akan menghadapi kematian karenanya.
Tiba-tiba, gambar harimau di tubuh Dara bereaksi. Seketika tubuh gadis itu pun bersinar. Matanya berubah merah menyala seperti matahari yang siap membakar siapapun yang ada di depannya.
Dara merasa tubuhnya sangat panas. Dengan mudah melepaskan semua tali yang mengikat tubuhnya. Dia menyeringai dan taring muncul dari sisi giginya. Begitu juga kukunya menjadi pantang dan tajam.
Iskandar mundur beberapa langkah. Begitu juga laki-laki bertopeng. Mereka tidak pernah melihat perubahan wujud manusia menjadi siluman harimau. Ternyata sangat mengerikan!!!
Aaaauugh ....
Dara yang tak sadarkan diri sudah berubah menjadi siluman harimau. Dia siap melenyapkan siapapun yang membahayakan dirinya.
*****
Anthony yang sudah menjelma menjadi Alexander terus menerobos kegelapan secepat kilat. Bayangan Puan di dalam diri Dara terus terbayang. Berharap tidak terjadi hal buruk kepada kekasih yang sudah sangat lama dirindukannya.
Saka juga berada tidak jauh dari gudang. Dia mendengar suara auman harimau.
"Sepertinya iya, pak! Kita harus menemukan harimau itu."
Aris sangat tahu kalau harimau itu bukanlah harimau biasa. Dia sudah mendapat kabar kalau siluman harimau terakhir sudah ditemukan. Sayangnya, sekarang dia sedang bersama Saka sehingga tidak bisa langsung menemuinya.
Dato Patra merasa sebentar lagi, reinkarnasi ratu siluman akan muncul. Takdir tidak bisa dielakan lagi. Setelah puluhan tahun berlalu,dia berharap keturunan siluman harimau terakhir akan tetap hidup.
"Bagaimana nasib puteri saya, Dato? Nyawanya sedang dalam bahaya! Apakah Tuan Alex bisa menyelamatkannya?"
Nara akhirnya menemui Dato Patra. Dia juga sudah menceritakan siapa dokter Alex yang sudah menunggu reinkarnasi Puan selama ratusan tahun.
"Tenanglah! Dokter Alex akan selalu menjaganya. Cinta mereka terlalu kuat. Bahkan takdir akan mempertemukan mereka kembali!"
"Tapi, Dato. Saya sangat khawatir. Jika Puan kembali, bagaimana dengan puteri saya?"
__ADS_1
Dato Patra hanya menarik napas panjang. Ada seseorang yang harus berkorban. Itu adalah Dara!
"Relakanlah puterimu. Dia akan tenang jika sosok Puan muncul di dalam dirinya!"
Nara tak sanggup menahan kesedihan. Airmatanya mengalir semakin deras. Puteri yang dilahirkan dari perutnya akan hilang begitu saja!!!
*****
Harry mulai merasakan ketakutan. Gadis muda yang adalah anak muridnya sendiri sudah berubah menjadi harimau yang sangat ganas. Dia terpaksa memenuhi permintaan Iskandar yang adalah ayahnya sendiri.
"Lihatlah wujudmu! Kamu sangat mengerikan dan berbahaya. Kau pantas mati!"
Iskandar segera mengayunkan pedang ditangannya ke arah Dara yang sudah menjadi harimau. Sebentar lagi harimau itu akan mati.
Tapi perkiraan Iskandar salah. Harimau di hadapannya bukanlah harimau biasa. Dengan sekali kibasan, dia menangkis pedang itu sehingga terlempar cukup jauh.
Wajah Iskandar berubah tegang ketika tidak mempunyai senjata lagi.
"Harry! Cepat ambil pedang itu."
Harry menjadi sangat gugup sehingga membuat napasnya sesak. Dia pun membuka topeng yang menutupi wajahnya.
Dara yang masih setengah sadar melihat siapa yang sudah menculiknya. Dia adalah Pak Harry, gurunya yang sangat baik! Entah mengapa dia sudah melakukan hal buruk padanya.
Harry mengambil pedang yang sudah terlempar cukup jauh. Tinggal Iskandar yang tak berdaya. Dia mengambil sepotong kayu di sebelahnya dan langsung menyerang.
Dara merasa pandangannya menjadi kabur dan menjadi gelap sama sekali. Dia pun tak sadarkan diri di dalam tubuh seekor harimau.
Tapi, harimau itu masih tetap terjaga bahkan menjadi semakin liar ketika pukulan Iskandar mengenai tubuhnya.
Dengan sekali kibasan, tubuh Iskandar terlempar sehingga membentur dinding. Darah mengucur dari kepalanya. Bau darah menyeruak ke seluruh ruangan.
"Cepat bunuh harimau itu!" teriak Iskandar.
Dengan tangan gemetar, Harry mengangkat pedang tinggi-tinggi siap menebas tubuh harimau itu.
__ADS_1
"Maafkan aku, Dara!"
*****