KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
TERLAHIR KEMBALI #1


__ADS_3

"Apa ada kabar dari puteri saya?" tanya Nara ketika melihat Diva di depan pintu rumahnya.


"Ikutlah dengan saya ke rumah sakit!" jawab Diva singkat. Dia juga tidak bisa menjelaskan keadaan Dara.


"Ru-rumah sakit? Apa terjadi dengan Dara?"


Nara sangat khawatir bahkan tubuhnya sampai gemetaran. Tidak biasanya dia sampai seperti itu. Padahal sering kali terjadi hal buruk pada Dara.


"Kita harus pergi secepatnya!"


Diva tak bisa mengatakan hal lain lagi. Dia sama khawatirnya dengan Nara, karena pernah merawat Dara juga sewaktu masih kecil.


Hari ini juga, Diva menemani Nara menyeberang ke Pulau Anthony. Mereka langsung menuju ke rumah sakit milik Alex.


Di sepanjang jalan, Nara tidak berhenti berdoa untuk keselamatan puterinya. Meskipun Dara bukanlah manusia biasa, namun rasa khawatir tetap ada.


*****


Alex segera membawa Dara ke ruang operasi. Dia sendiri yang memimpin jalannya operasi tersebut dan didampingi beberapa dokter dan perawat. Dara sudah banyak kehilangan darah karena beberapa peluru mengenai tubuhnya.


Dara sempat terjaga ketika masih di atas helikopter. Bahkan memanggil Alex dengan sebutan Tuan. Alex sangat ingat bagaimana cara Puan memanggilnya. Setelah itu, Dara tak sadarkan diri lagi sampai sekarang.


"Bagaimana denganku jika Puan kembali terlahir di tubuhku, dok?" tanya Dara sewaktu mereka bermain ayunan di tepi pantai.


Alex tak mampu menjawab. Dia tahu apa yang terjadi selanjutnya.


"Kamu tetap akan menjadi dirimu sendiri. Kamu hanya akan tertidur dalam waktu yang lama!"


"Apa aku tidak akan bertemu dengan ibuku dan dokter lagi?"


Dara menatap Alex tajam. Membuat Alex sedikit salah tingkah. Mata itu seperti merasuk ke dalam hatinya. Mata yang sama dengan mata Puan. Seakan Puanlah yang sedang bersamanya.

__ADS_1


"Kita pasti akan bertemu lagi!" jawab Alex seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tak mampu membaca pikiran Dara yang sangat menyedihkan.


"Baiklah! Jika begitu. Ayolah, ikut denganku bermain air di pantai, dok. Aku ingin ada kenangan kita, jika waktunya telah tiba!"


Dara beranjak dari ayunan dan langsung menarik tangan Alex. Hal itu cukup membuatnya terkejut karena tidak bisa mengetahui rencana Dara yang mendadak.


"A-aku kurang suka air!"


Dara tak mendengar. Dia terus saja menarik tangan Alex untuk mengejar ombak yang mulai tinggi.


Akhirnya, Alex ikut terlarut dengan suasana. Gairah mudanya bangkit dan ikut bermain dengan Dara yang masih remaja dan penuh semangat.


Waktu seakan kembali ketika masih bersama Puan. Mereka selalu bermain di tepi pantai seakan waktu tak akan berakhir.


"Pasien harus mendapatkan transfusi darah, dok. Kondisinya semakin melemah!" ucap seorang dokter setelah semua peluru sudah dikeluarkan dari tubuh Dara.


Alex tak mungkin memberikan darah manusia biasa kepada Dara. Hal itu bisa membuat darah di dalam tubuhnya tidak seimbang dan membuat Dara bisa mati.


Kejadian seratus tahun yang lalu kembali terulang. Waktu itu Puanlah yang memberikan darah untuknya. Kali ini, Alexlah yang akan memberikan darahnya.


Para dokter merasa aneh dengan darah Alex yang hitam pekat. Namun, mereka tak berani bertanya. Lagipula, Alex adalah atasan mereka dan pemilik rumah sakit.


Operasi Dara berjalan dengan lancar. Kondisinya juga sudah mulai stabil meskipun belum sadar.


Alex bisa bernapas lega. Sebentar lagi, Puan akan terlahir kembali. Meskipun ada sedikit kekhawatiran. Puan akan terlahir di jaman yang berbeda.


*****


Nara bergegas memasuki ruangan di mana puterinya berada. Air matanya tak tertahan lagi begitu melihat Dara terbaring dengan peralatan kedokteran di seluruh tubuhnya.


"Dara, ini ibu, nak. Bangunlah! Ibu ada di sampingmu," bisik Nara lembut di telinga puterinya.

__ADS_1


Dara masih diam saja. Hanya napasnya saja yang terdengan meski pelan.


"Keadaan Dara sudah stabil! Dia sudah melewati masa kritisnya. Besok juga akan kembali seperti semula!"


Alex muncul dan memberikan penjelasan. Dia sangat tahu perasaan Nara sebagai seorang ibu. Sewaktu kecil, Dara juga pernah terluka dan sembuh dalam waktu cepat.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan puteri saya, dok?"


"Ceritanya cukup panjang. Sepertinya Dara sudah diincar oleh kelompok pembasmi siluman harimau!"


"Bagaimana mereka tahu siapa Dara sebenarnya?"


"Entahlah! Sepertinya orang jahat itu sangat dekat dengan Dara!"


Nara terdiam. Ada orang jahat di dekat puterinya dan Nara tidak tahu. Membuatnya semakin bersalah.


"Aku yang salah karena tidak menjaganya dengan baik! Dara selalu saja dekat dengan penjahat. Seharusnya aku lebih keras padanya!"


"Tidak! Bukan salahmu. Dara adalah seorang siluman harimau. Dia tidak pernah takut dengan siapapun. Hanya saja, kali ini penjahat itu sangat berbahaya!"


Nara kembali terdiam dan mengusap kepala puterinya itu lembut. Dia selalu takut hal seperti ini terjadi pada Dara. Yang lebih ditakutkan adalah jika terjaga, Dara sudah menjadi orang yang berbeda.


*****


"Kondisi pasien Dara sangat cepat pulih bahkan tidak sampai dua puluh empat jam. Lihatlah, semua organ dalam dan tubuh gadis itu! Bahkan bekas lukanya juga hilang dan kembali seperti semula!" ucap dokter Jesse. Dia adalah dokter yang baru saja masuk ke rumah sakit Anthony.


Dokter Pasya hanya mengangguk. Usianya hampir lima puluh tahun dan bekerja sebagai dokter di rumah sakit Anthony cukup lama.


"Aku sangat mengenal Dara karena dilahirkan disini juga. Gadis itu memiliki keistimewaan. Waktu kecil dia juga pernah terluka dan sembuh dalam waktu singkat. Tapi ada sesuatu yang harus kita ketahui, apapun yang terjadi padanya tak perlu dipertanyakan!"


Dokter Jesse mengerutkan keningnya. Sepertinya dia tidak mengerti dengan penjelasan dokter Pasya. Dia harus mencari tahu lebih banyak lagi tentang keadaan Dara. Bisa jadi, Dara bukanlah manusia biasa!!!

__ADS_1


*****


__ADS_2