KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
VIRUS VAMPIRE #2


__ADS_3

Alex harus menemui ketua vampire di luar negeri. Dia tidak bisa membunuh vampire lain begitu saja. Tetapi, harapannya sangat kecil. Para vampire pasti memilih untuk jalan damai.


Pada kenyataannya, Alex bukanlah vampire biasa. Dia sudah lama menjadi panglima vampire putih yang menginginkan kedamaian. Makanya, sangat berat untuk memusnahkan vampire lainnya.


"Aku harus pergi ke luar negeri untuk beberapa lama, Puan. Aku harap kamu tetap disini dan jangan pulang ke Pulau Kumbang dulu. Nanti ibumu akan menyusul juga ke sini untuk menjagamu!" pesan Alex sehari sebelum keberangkatannya.


Puan mengangguk meski ada sesuatu di dalam pikirannya, "baiklah, tuan. Tapi, apakah tuan akan pergi lama?" tanyanya penasaran.


"Entahlah, mungkin satu bulan! Aku harus menemui para vampire putih yang tersebar di berbagai tempat. Aku harap, kedua vampire itu tidak melakukan hal buruk lebih banyak lagi!" ungkap Alex yang sangat cemas dengan kedua vampire itu.


Puan juga ikut merasa cemas karena bukan hanya ada manusia pembasmi siluman harimau tetapi juga vampire. Namun, dia harus tetap di jalannya agar ke depannya bisa lebih baik untuk para siluman harimau.


"Aku ingin membantu, tuan. Kami bisa mengusir mereka dari tanah kami jika bersama-sama!" tekad Puan.


Alex mengangguk, "aku akan mengumpulkan para vampire putih dulu. Aku harap mereka mau datang kesini untuk menghentikan vampire hitam itu!"


Puan tidak mau menjadi lemah lagi. Dia sudah melihat masa depan para siluman harimau nanti. Dia melihat dirinya akan bersanding dengan Alex. Namun, butuh waktu lama untuk mewujudkannya.


*****


Diva menjelajahi setiap sudut Pulau Kumbang. Dia merasakan kehadiran vampire lain namun tidak jelas dimana tempatnya.


Sepertinya, dia harus menemui Saka. Meski Saka tidak mengenalnya namun di dalam dirinya ada Jaka, sang pengendali darah panas.


"Tuan Jaka, datanglah. Kami memerlukan bantuanmu!" ucap Diva tepat di depan rumah Saka.


Saka terjaga dari tidurnya. Tapi, dia adalah Jaka yang mengetahui kalau Diva sedang mencarinya. Saka pun segera keluar dari rumahnya.


"Apa kamu memanggilku?" tanyanya ketika melihat Diva.


"Maaf mengganggumu, tuan Jaka. Tapi, situasi mulai tak terkendali. Tuan Alex meminta bantuanmu untuk mencari keberadaan para vampire. Aku sendiri tidak bisa melacaknya," jelas Diva.


Jaka diam sebentar sambil memejamkan mata. Kemampuan mata batinnya masih ada meski hanya menitis kepada manusia biasa. Itulah sebabnya Saka menjadi lebih peka sebagai seorang polisi.


Ketika terpejam, Jaka hanya melihat kegelapan. Semua serba hitam. Kemudian sinar berwarna merah terlihat di suatu tempat. Sinar itu ada empat buah.


"Mereka ada di suatu tempat tapi kita tidak bisa memasukinya. Perlu rencana yang matang untuk menemukan mereka!" ungkap Jaka setelah memastikan keberadaan para vampire.


Diva terdiam. Dia masih cemas, "aku khawatir jika terlalu lama, jumlah mereka semakin banyak!" katanya lagi.

__ADS_1


"Saka akan membantu kita. Tapi, dia harus tahu kalau aku ada di dalam dirinya. Kau pergilah dulu. Aku akan menghubungimu jika sudah siap," terang Jaka.


Diva mengangguk. Tak ada jalan lain, dia hanya bisa menunggu.


"Baiklah, aku akan pergi!" ucapnya yang langsung menghilang dalam sekejap.


Jaka mencari cara agar Saka bisa mengetahui tentang dirinya. Ada sebuah benda yang bisa membantunya. Benda itu adalah handphone Saka yang ada kameranya. Dia akan membuat video yang akan dilihat Saka esok pagi.


Pagi pun datang. Saka terbangun seperti biasa. Hari ini, dia akan kembali ke lapas sebelum ke kantor tempatnya bertugas.


Tapi, ada yang aneh dengan hapenya. Dia melihat kameranya masih menyala. Saka pun segera memeriksanya.


"Video siapa ini? Ka-kapan aku membuatnya?" celetuk Saka ketika melihat ada dia di dalam video hapenya.


"Assalammualaikum, Saka. Perkenalkan, namaku adalah Jaka. Aku menitis pada dirimu."


Saka tertegun. Apa videonya salah? Mengapa dirinya ada di dalam video itu? Aah! Saka benar-benar bingung.


"Aku adalah leluhur siluman harimau yang tinggal di Pulau Kumbang dahulu kala. Aku meminta bantuanmu untuk mencari keberadaan vampire jahat. Nanti ada seseorang yang akan menemuimu. Namanya adalah Diva."


Saka menatap dirinya di cermin dan berbicara seperti di dalam video.


Apa benar ada siluman harimau yang menitis padanya? Saka teringat Dato Patra yang pernah menemuinya. Dia membicarakan ratu siluman harimau yang bernama Puan. Dia ditugaskan untuk menjaganya yang menitis pada seorang gadis bernama Dara.


Itulah sebabnya, Saka selalu berada di dekat Dara. Dia ingin tahu siapa ratu siluman harimau itu sebenarnya. Apalagi, Dara adalah teman sekolah adiknya.


Jadi, sebenarnya apa hubungannya Jaka yang menitis pada dirinya dengan Puan? Apa mereka adalah pasangan di kehidupan sebelumnya?


Berbagai pertanyaan mengisi kepala Saka. Soal vampire juga membuatnya bingung. Apa benar siluman harimau dan vampire ada di dunia sekarang ini?


*****


Keadaan Iskandar sudah kembali normal. Luka-luka di tubuhnya sudah sembuh hanya bekasnya saja yang masih tersisa.


"Aku akan menemui vampire itu. Sepertinya kita akan mulai bertindak!" ungkapnya berapi-api.


"Ayah sangat salah karena sudah membawa mereka ke sini. Mereka bisa menghancurkan kita kapan saja!" tegas Harry.


"Tidak! Kedatangan mereka sudah tepat. Mereka bisa kita gunakan untuk membinasakan keturunan siluman yang masih tersia. Jika sudah selesai, mereka akan kita usir," jawab Iskandar sangat pasti.

__ADS_1


"Tapi, ayah. Aku punya merasaan tidak enak dengan mereka. Aku takut akan menjadi buah simalakama untuk kita!"


"Tenanglah! Nanti ayah akan bicara lagi dengan mereka," ungkap Iskandar mengakhiri pembicaraan.


Harry tidak bisa lagi konsentrasi sebagai guru. Rasa bersalah selalu membayanginya. Tangannya terlanjur kotor dan tidak bisa dibersihkan seperti semula. Akhirnya, Harry tetap menjalani takdirnya sebagai kaki tangan sang ayah.


Sudah seharian, Harry menunggu kabar dari dua anak buahnya yang sudah melakukan kesalahan. Namun hingga pagi menjelang, mereka tidak juga memberi kabar.


"Mereka sudah masuk, pak. Sepertinya mereka masih tidur!" lapor petugas lapas yang menjadi kaki tangan Iskandar. Dia juga mengikuti perintah Harry.


"Dasar pemalas! Mereka malah keenakan. Lihat saja nanti!" gerutu Harry.


Harry tidak tahu kalau Rio dan Gerry sudah menjadi vampire. Mereka masih alergi dengan terang dan memilih bersembunyi di dalam kegelapan.


*****


Saka baru saja keluar dari rumah ketika melihat seorang laki-laki keluar dari dalam mobil dan menghampirinya.


"Apakah saya bisa bicara denganmu?" tanya Diva yang segera menemui Saka.


"Apakah kamu adalah Diva?" tanya Saka. Dia teringat video dirinya yang mengatasnamakan Jaka.


"Benar, namaku adalah Diva. Ikutlah denganku sebentar!" jelas Diva.


"Tapi aku masih ada tugas!" jawab Saka seraya melirik jam tangannya.


"Aku akan mengantarmu ke tempat tugas. Kita akan bicara di dalam mobil!" ungkap Diva.


"Apakah masalahnya sangat penting?"


Diva langsung mengangguk.


Akhirnya Saka menuruti kemauan orang yang bernama Diva itu. Dia juga penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi. Apakah orang itu adalah vampire atau siluman harimau?


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Aku masih bingung karena pagi tadi melihat video pengakuan diriku sendiri!" cerita Saka perihal video di hapenya.


Diva hanya tersenyum sambil menyetir mobil, "iya, dia adalah Jaka. Leluhur siluman harimau yang menitis pada dirimu. Aku sendiri adalah vampire!" jawab Diva santai.


Berbeda dengan Saka yang sangat terkejut mendengar pengakuan Diva. Ternyata vampire itu benar-benar ada dan kini ada di dekatnya!!!

__ADS_1


*****


__ADS_2