KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
CINTA DI WAKTU YANG SALAH #2


__ADS_3

"Jadi, kalian benar-benar mau menikah?" tanya Alex ketika Diva dan Nara meminta ijin menikah.


"Iya, tuan. Kami sudah yakin akan menjalani hidup ini bersama," jawab Diva tanpa keraguan sedikit pun.


"Lalu, bagaimana dengan Dara. Apakah dia sudah tahu?" tanya Alex lagi sekaligus menanyakan kabar Dara.


"Saya sudah menanyakannya malam itu, tuan. Dara juga ingin melihat kami bahagia!" jawab Nara meski bukan hanya itu perbincangannya dengan Dara.


Alex menatap Nara lekat. Dia bisa membaca pikirannya. Nara sudah mengetahui perasaan Dara kepadanya.


"Baiklah, jika kalian sudah yakin. Jadi kapan acara pernikahan kalian dilangsungkan?"


"Bagaimana kalau bersamaan dengan ulang tahunku. Maksudku ulang tahun Dara. Dia pasti sangat senang," celetuk Puan yang sendari tadi hanya diam saja.


Diva menatap Nara seakan memberi kesempatan kepadanya untuk mencari waktu yang tepat untuk pernikahan mereka.


Nara segera mengangguk.


"Iya, nona. Dara pasti setuju kalau acara pernikahan kami bersamaan dengan ulang tahunnya!" ucap Nara memberi keputusan.


Hanya Alex yang dilanda kegelisahan. Lamunan membawa Alex ketika bersama Dara dan mengajukan sebuah pertanyaan yang tak akan bisa dijawabnya sampai kapanpun.


Puan tahu kalau Alex sedang melamun. Terkadang, Puan merasa Alex sedang berada jauh meski tubuhnya ada di dekatnya.


"Bagaimana, tuan. Apakah boleh?"


Lamunan Alex buyar ketika mendengar suara Puan.


"Ya, ada apa?" tanya Alex yang kembali tersadar.


"Apakah hari pernikahan Nara dan Diva boleh dilaksanakan di hari ulang tahun Dara, tuan!" Puan mengulangi lagi pertanyaannya.


"Tentu saja boleh! Asal dilaksungkan sederhana saja. Aku tak mau terlalu ramai!"


"Horreee, aku sangat senang sekali!"


Puan melompat kegirangan sampai memeluk Nara dengan erat.


Alex hanya diam saja melihat tingkah Puan yang sangat berbeda dengan sikapnya dahulu. Kini, dia selalu ceria dan banyak tertawa. Sifatnya sama dengan Dara!


*****


Saka sampai juga ke pulau seberang. Di sana lebih ramai dan modern dibandingkan dengan Pulau kumbang.


"Carilah di toko yang ada di pulau seberang. Mereka pasti tahu pasti siapa pemilik koper itu yang sebenarnya!" pesan penjaga pelabuhan.


Kini, Saka sudah berada di depan toko koper yang dimaksud penjaga pelabuhan. Saka langsung menanyakan kepada penjaga toko.


"Apakah koper seperti ini dijual disini?" tanya Saka seraya menunjukan foto koper berwarna merah.

__ADS_1


Perempuan penjaga toko itu memerhatikan foto dari hape Saka. Dia bergegas memanggil temannya. Mereka pun berbicara sebentar.


"Be-benar, pak. Koper itu hanya dijual disini. Tapi, apakah di dalam koper itu ada mayat?" tanya penjaga toko itu dengan suara gemetar.


"Bukan, hanya boneka saja. Boleh aku tahu siapa saja yang punya koper ini?"


Wajah penjaga toko itu berubah lebih tenang begitu mendengar ucapan Saka.


"Koper itu hanya ada beberapa saja, pak. Ini daftarnya!"


Saka membaca satu persatu nama yang tertulis di atas kertas.


"Bapak Iskandar, apakah dia dewan kota tiger island?"


"I-iya, pak. Namun koper itu bukan untuknya, tapi untuk puteranya yang seorang guru. Kami sempat menulis kartu ucapan untuknya. Namanya Harry setiawan!" jelas penjaga toko itu.


Saka tertegun. Ternyata Bapak Iskandar dan puteranya terlibat dalam pembunuhan itu!


"Tapi, koper itu dikirimkan ke alamat di pulau ini, bukan tiger island, pak," lanjut penjaga toko itu lagi.


"Apakah aku bisa mendapatkan alamatnya?"


"Bi-bisa, pak!"


Penjaga toko itu segera menyalin alamat yg ada di dalam file.


Saka sedikit lebih tenang begitu mendapatkan alamat yang dimaksud. Dia harus ke sana secepatnya.


*****


"Aku lulus gak, ya? Apa surat ini aku buka sekarang saja!" tanya Ratih yang sangat penasaran.


"Jangan, Ratih. Tapi aku yakin kita pasti lulus ujian," ucap Puan menenangkan.


"Lulus sih lulus. Masalah nilainya bagus gak! Kamu sih sudah pasti tenang, Ra. Nilaimu selalu bagus-bagus. Kamu pasti diterima di perguruan tinggi!"


"Benarkah? Ibuku pasti senang jika aku masuk perguruan tinggi negeri!"


"Tapi lokasinya cukup jauh, Ra. Kamu harus kos dan jarang pulang," jelas Ratih.


"Kos? Apakah tempatnya sangat jauh?"


"Lumayan jauh, Ra. Hampir seharian baru sampai dengan perahu. Biasanya para mahasiswa memginap di kos-kosan agar gak terlambat!"


"Berarti aku harus keluar dari pulau ini?"


"Pastinya begitu. Aku malah berharap gak kuliah. Ibuku sudah tua dan aku ingin menjaganya saja!"


"Ibuku juga sakit-sakitan. Tapi sebentar lagi akan ada yang menjaganya."

__ADS_1


"Benarkah, Ra. Siapa yang akan menjaga ibumu?"


"Mang Diva! Sebentar lagi mereka akan menikah," ungkap Puan.


"Mang diva? Dia itu sangat baik. Sejak Tk, dia selalu mengantarmu sekolah. Aku kira dia adalah ayahmu!"


Ternyata, Diva dan Nara sudah saling mencintai sejak lama. Puan bersyukur bisa akhirnya cinta mereka bersatu.


"Apa kamu mengenal mang Diva? Kalau begitu datangkah ke rumah dokter Alex tepat di hari ulang tahunku. Acaranya akan dilangsungkan di sana!"


"Dokter Alex? Apa dia bule yang menjemputmu kemarin? Jadi dia adalah seorang dokter. Aku kira masih mahasiswa. Wajahnya masih imut dan tak kelihatan kalau seorang dokter!"


Puan tersenyum. Ketampanan Alex memang tidak berubah sedikit pun. Itu karena dia bukanlah manusia biasa.


"Hai, kalian. Datanglah ke acara perpisahan nanti, ya!"


Tiba-tiba Harry muncul. Dia sudah punya rencana.


"Acara perpisahan? Bukannya kita akan jalan-jalan ke luar, pak?" tanya Ratih yang sedikit komplain.


"Itu nanti, sekitar sebulan lagi bersama kelas lainnya juga. Nanti hanya untuk kelas kita saja!" jelas Harry.


"Kapan dan dimana acaranya, pak?" tanya Ratih lagi.


"Acaranya seminggu lagi di rumahku di pulau seberang. Kalian bisa sekalian liburan. Pokoknya kalian harus datang, ya!"


"Siap, pak!" seru Ratih bersemangat.


Puan tak mengeluarkan perkataan apapun. Dia mulai mencurigai gurunya yang sering memerhatikannya dari jauh. Alex sudah mengatakan agar jangan terlalu dekat dengannya.


"Sudah tampan, baik juga Pak Harry ya, Ra. Diantara guru lain, Pak Harry adalah guru kesukaanku!" celetuk Ratih setelah Harry pergi.


"Jadi, Pak Harry itu bukan orang asli sini, ya?"


"Tentu bukanlah, Ra. Dulu di pulau ini tak ada penghuninya. Kita semua berasal dari luar pulau! Apakah ibumu tak cerita?"


"Setahuku, leluruhku tinggal di sini!" jawab Puan singkat.


"Leluhurmu? Jangan, jangan ... kamu itu keturunan manusia harimau ya, Ra?"


Puan terkejut mendengar perkataan Ratih.


"A-apa? Manusia harimau? Tentu bukanlah, Ratih! Mana ada manusia harimau secantik aku?" ucap Puan sedikit bercanda.


"Bisa jadi kamulah manusia harimau yang paling cantik, Ra!" celetuk Ratih lagi.


Puan tersenyum. Dulu, dia memanglah siluman harimau yang paling cantik karena satu-satunya perempuan. Semua manusia harimau adalah laki-laki, makanya mereka memanggilnya dengan sebutan ratu!


Harry memang sudah merencanakan acara perpisahan kelas yang hanya kamuflase saja. Tujuan utamanya adalah Dara. Dia harus melakukan sesuatu sebelum orang suruhan ayahnya datang. Masalahnya, sanggupkah Harry membunuh Dara dengan tangannya sendiri???

__ADS_1


*****


__ADS_2