
Nara hanya berdiri mematung. Di hadapannya tengah berdiri seorang laki-laki yang menyebutnya sebagai adik.
"Ya, kamu adalah adikku yang telah lama hilang! Aku mengira kau sudah tidak ada. Ternyata, kita masih bisa bertemu lagi, Nara!" jelas Keanu.
Nara mengerjapkan matanya. Mengira kalau sedang bermimpi. "Maaf, aku sama sekali tidak mengingatmu. Yang aku tahu , aku tidak punya keluarga selain Dato Patra!" jawab Nara masih dalam keadaan bingung.
"Dato Patra? Siapakah dia? Seingatku tidak ada keluarga kita bernama Dato Patra!" ujar Keanu lagi.
"Dato Patra sudah kuanggap kakekku sendiri. Beliau yang merawatku sejak kecil. Tetapi sekarang ini, aku tidak tahu dimana Dato Patra tinggal. Beliau datang dan pergi begitu saja!"
Puan termenung mendengar jawaban Nara. Dia sendiri tidak pernah bertemu dengan Dato Patra. Jangan, jangan ..., dia adalah titisan Dato Kumbang!
"Aku juga ingin bertemu dengannya. Banyak yang ingin aku tanyakan!" celetuk Puan.
Nara mengangguk. Dia masih tidak percaya kalau masih memiliki keluarga yaitu kakaknya. "Baik, Ratu. Terakhir ini, Dato Patra belum kelihatan lagi. Saya juga selalu ada di sini," jelas Nara.
"Ajaklah beliau ke sini. Aku ingin memastikan sesuatu!"
"Apa itu, Ratu?"
"Sepertinya aku mengenal beliau. Mungkin saja, beliau adalah titisan Dato Kumbang! Beliau adalah manusia harimau pertama," ungkap Puan.
"Manusia harimau pertama?" tanya Nara lagi. Sikap Dato Patra memang sangat aneh. Sejak kecil, Nara sangat jarang melihatnya. Sampai sekarang dia selalu muncul tiba-tiba.
Kini, tinggal Nara berdua dengan Keanu. Nara juga ingin tahu tentang keluarganya.
__ADS_1
"Sebenarnya, apa yang sudah terjadi ketika itu, kak. Nara benar-benar tidak bisa mengingatnya!"
Nara mulai mencari tahu tentang kisah masa lalu. Entah mengapa dia tidak bisa mengingatnya sama sekali.
Keanu menarik napas panjang. Kejadian di masa itu tidak akan bisa dilupakan.
"Dulu, di pulau kumbang masih aman dan damai. Ayah dan ibu kita bekerja menjadi dewan kota. Manusia biasa tidak ada yang bekerja di pemerintahan. Tetapi, tiba-tiba ada salah satu pembasmi siluman menyusup di antara para dewan kota. Entah dari mana dia datangnya. Sejak saat itu, satu demi satu manusia harimau menghilang!"
"Siapa orang itu, kak?"
"Namanya Iskandar! Dia manusia paling jahat!"
Keanu mengepalkan tangannya menahan geram. Dia sempat melihat Iskandar membunuh orang tuanya yang sudah tak berdaya.
"Iskandar? Apakah orangnya sama dengan pemimpin dewan kota sekarang? Namanya juga Iskandar!"
"Bisa jadi dia adalah orang yang sama. Aku harus segera menemuinya!"
"Tapi, dia itu sangat susah ditemuinya, kak. Aku dengar dia baru saja di serang harimau," ungkap Nara.
"Diserang harimau? Apa mungkin harimau itu salah satu siluman harimau?"
"Entahkah, kak. Saya tidak tahu ceritanya dengan jelas," ucap Nara lagi.
Keanu harus segera mencari tahu siapa Iskandar sebenarnya. Jika dia adalah orang yang sama, Keanu harus membalaskan dendam atas kematian orang tuanya.
__ADS_1
*****
Diva merasa tubuhnya semakin lemah. Tidak ada jalan lain, dia harus menyuntikan ekstrak darah itu lagi ke tubuhnya.
Peringatan Alex tidak dihiraukannya. Tidak ada yang salah dengan ekstrak darah itu. Dia langsung mengambilnya dari rumah sakit.
"Dokter Alex memerlukan ekstrak darah lagi. Apa sudah ada di lab?" tanya Diva kepada seorang perawat bagian laboratorium.
"Hhhmmm, sepertinya ada, pak. Tapi, kami belum yakin ekstrak darah itu aman," jawab laki-laki muda itu.
"Tidak apa-apa. Nanti saya beritahukan kepada dokter Alex!"
Perawat itu masih sedikit ragu, "sebenarnya, untuk apa ekstrak darah itu, pak?"
"Dokter Alex memerlukannya untuk penelitian. Kita tidak bisa mencari tahu soal penelitian itu!"
Akhirnya perawat muda itu menyerah. Dia pun mengambil sebuah tabung ekstrak darah dari lemari penyimpanan.
Diva tersenyum. Setelah ini, kondisinya akan langsung membaik. Pernikahannya semakin dekat. Diva berharap, tidak terjadi hal buruk lagi.
Sesampainya di dalam kamar tidur, Diva segera menyuntikkan ekstrak darah itu lewat nadi di tangannya. Hanya beberapa detik, reaksinya sudah terasa. Tubuh Diva terasa sangat ringan.
Namun, kali ini ada sedikit keanehan. Diva mulai merasa kesakitan yang luar biasa. Sekujur tubuhnya seperti disayat pisau tajam. Perlahan, di bagian wajahnya mulai tumbuh bulu. Begitu juga dengan tangan dan kakinya. Apakah itu yang pernah dikatakan dokter Alex? Apakah dia akan berubah menjadi makhluk yang lebih menyeramkan dari vampire?
Diva masih mengerang kesakitan. Tapi, rasa sakit itu berusaha ditahannya. Dia harus bertahan hidup. Wajah Nara terbayang di pelupuk matanya. "Nara ..., aku mencintaimu!" ucapnya sebelum tak sadarkan diri.
__ADS_1
*****