KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
PESAN DARI JAUH #2


__ADS_3

Dalam mimpi, Puan bertemu dengan Tuan Anthony yang sangat tampan dengan setelah jas berwarna putih. Di sebelahnya ada seorang gadis cantik berambut putih terurai dengan gaun panjang yang juga berwarna putih. Keduanya berjalan berdampingan menuju ke pelaminan. Mereka pun disahkan menjadi suami istri.


Kenyataannya, mimpi itu adalah mimpi Gisel. Dia memimpikan akan menikah dengan Anthony. Mimpi itu terhubung dengan mimpi Puan.


Tak berapa lama kemudian, sebuah sinar terang menutupi wajah Puan. Dia pun segera membuka mata. Dilihatnya Ibu Nara sedang membuka tirai jendela.


"Aakh, aku kesiangan lagi!" gerutunya seraya bangkit dari tempat tidur dan mendekati Nara. Puan pun memeluknya dari belakang, "selamat pagi, bu. Aku senang ada ibu di sini!" ungkapnya lembut.


Nara sedikit terkejut karena tiba-tiba Puan memeluknya, "astaga Nona Puan. Saya kira masih tidur!" katanya.


Puan cemberut. Ada sesuatu yang dia pikirkan.


"Kan ibu sudah berjanji untuk memanggilku Dara. Aku kan puterimu!" rengeknya.


Nara tersenyum, kerinduannya kepada sang puteri sedikit berkurang karena sikap Puan yang terkadang manja kepadanya.


"Iya, iya. Puteriku Dara yang cantik. Hari ini kamu kan ada kuliah. Ratih sudah menunggumu di ruang makan!" ungkap Nara ketika teringat Ratih yang sudah siap kuliah.


"Apa? Ratih sudah menunggu! Kenapa ibu gak bilang," ucap Puan yang langsung menyambar handuknya dan berlari ke kamar mandi.


Nara tertawa kecil melihat tingkah Puan. Semakin lama, sikapnya semakin mirip dengan Dara.


Setelah mandi, Puan melihat bayangannya di dalam cermin. Rambutnya sudah mulai panjang. Jika Tuan Anthony kembali, rambutnya akan panjang seperti dahulu. Puan juga tidak akan kelihatan seperti Dara lagi.


"Hei! Apa yang kamu liat di cermin itu, sih?"


Tiba-tiba Ratih muncul. Membuat Puan hampir terjatuh.


"Ratih! Bikin kaget aja. Dasar anak nakal!" teriak Puan. Anehnya, dia berbicara seperti kepada puterinya.


"Iih, aku bukan anak nakal tahu! Tapi anak kepooo! Ada yang kamu kangenin, ya," ledek Ratih.


Puan baru tersadar kalau sedang membayangkan puterinya di dalam diri Ratih.


"Ga kok. Cuman kangen kamu aja!" jawab Puan sambil mencubit pipi Ratih yang tembem.

__ADS_1


"Ra, kamu jadi saudara ipar aku aja, deh. Kak Saka kan suka sama kamu juga. Aku sangat senang kalau kalian jadian bahkan sampai jadi suami istri!" celetuk Ratih.


Puan tertegun. Jaka memang menitis pada Saka. Berarti Saka adalah ayahnya Ratih, puterinya. Puan merasa takdir sudah menyulam kehidupan demikian rapi. Dia merasa masih hidup ketika jaman dahulu. Padahal, Puan menginginkan hidup bersama Tuan Anthony selamanya.


*****


Saka berhasil meloloskan diri dari kejaran vampire. Sampai saat ini identitasnya sebagai titisan siluman harimau belum diketahui para vampire.


Malam itu, Saka memilih tidur di kos-kosan Bonar. Dia juga seorang intel tetapi seperti seorang preman. Sangat pantas karena tubuhnya yang tinggi besar dan bewokan.


Bonar masih memikirkan apa yang dilakukan Saka dengan pelurunya. Tentu saja sekarang darah Saka di pelurunya sudah mengering.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa memandangi peluru itu?" tanya Saka yang melihat kelakuan Bonar.


"Aku bingung dengan peluru itu. Darahmu sudah bau anyir. Apa perlu aku membersihkannya? Tapi, bagaimana kalau aku bertemu dengan vampire itu. Aku mati kutulah!" terang Bonar dengan logatnya yang lucu.


Saka tertawa lepas melihat Bonar seperti anak kecil. Kemudian malah meringis begitu merasakan wajahnya ngilu. Bahkan bengkaknya masih belum hilang.


"Sudah hapus aja! Mereka gak akan menemukan kita juga. Ayolah kita ngopi dulu!" cetus Saka membuat Bonar sedikit tenang.


Saka manggut-manggut, "nanti saja ngomongin soal itu. Aku akan menyelidikinya lebih lanjut. Ayolah, perutku sudah keroncongan nih, belum sarapan!" ungkap Saka sambil mengusap-usap perutnya.


"Iya, aku juga udah lapar!" Bonar segera mengembalikan peluru yang sudah dibersihkan ke dalam selongsong dan memasukan ke dalam pistol.


Mereka pun segera keluar dari dalam kamar menuju ke warung kopi yang ada di dekat kos-kosan.


Di sana, ada beberapa orang yang sedang membicarakan soal Tuan Iskandar dan puteranya yang di serang makhluk jadi-jadian di dalam lapas. Mereka malah mendapatkan simpati dari masyarakat.


Saka geleng-geleng sendiri mendengarnya. Padahal yang membawa makhluk itu adalah Tuan Iskandar sendiri.


"Aku dengar, Tuan Iskandar terlibat pembantaian harimau ketika masih muda dulu. Katanya harimau itu siluman dan bisa berubah menjadi manusia! Makanya dia malah diangkat menjadi dewan kota!" celetuk seorang pengunjung.


Kali ini, Saka mendengarkan lebih saksama. Bonar juga pura-pura menikmati kopinya padahal mendengarkan pembicaraan mereka juga.


"Masa iya ada siluman harimau! Aakh, itu cuman karangannya aja biar mendapatkan kepercayaan kita!" sahut orang di sebelahnya.

__ADS_1


"Iya! Aku curiga kalau dia itu sebenarnya menjual kulit harimau yang sudah dia bunuh!" ucap yang lain.


"Wah, kulit harimau kan sangat mahal. Bahkan ada yang menukarnya dengan sebuah rumah!" Ada lagi yang nimbrung dengan mereka.


Saka mulai betah di tempat itu. Pembicaraan mereka mulai random dan tidak semuanya membela Tuan Iskandar.


*****


Sementara itu, Tuan Iskandar benar-benar pusing dengan kelakuan kedua orang asing itu. Sedangkan Harry masih tergolek lemah di atas ranjang.


"Kedua orang asing itu harus dilenyapkan. Kau buatlah laporan ke markas besar soal makhluk itu. Katakan saja, mereka membawa virus dari luar negeri. Kita semua bisa tertular kalau sampai dibiarkan!" perintahnya kepada Aris, anak angkatnya yang bekerja di kepolisian.


"Tapi, yah. Soal itu tidak mudah dilakukan. Perlu penyelidikan lebih teliti!" sahut Kapten Aris.


"Terserah kamu saja. Ini file tentang kedua orang asing itu. Kalian bisa menjeratnya dengan alasan izin tinggal atau apalah!" ucap Tuan Iskandar lagi sambil menyerahkan beberapa lembar kertas.


Aris membaca file itu cermat, "bisa saja keduanya dijerat izin tinggal tapi tidak bisa dalam waktu dekat. Bagaimana Ayah bisa membawa mereka kesini?"


Tuan Iskandar hanya diam saja. Semuanya terjadi sangat cepat karena keinginannya menghancurkan keturunan manusia harimau.


"Ayah sudah lupa. Dulu ada orang yang menghubungi ayah dan membicarakan soal mereka. Katanya keduanya bisa melawan siluman harimau. Tak lama kemudian mereka datang!" terang Tuan Iskandar.


Aris menarik napas panjang. Mau tidak mau dia harus menutupi jejak kejahatan ayah angkatnya itu sekali lagi.


"Aku dengar beberapa rumah peninggalan orang yang berhubungan dengan manusia harimau sudah dibeli seseorang. Dia pendatang kaya raya dari kota!" ungkap Aris.


Tuan Iskandar tercengang. Dia baru tahu yang dikatakan Aris barusan.


"Orang kaya pendatang? Siapa dia?" tanyanya penasaran.


"Aku belum tahu benar, yah. Nanti akan aku selidiki lagi!"


Tuan Iskandar mengira kalau ada manusia harimau lain yang sudah datang ke pulau kumbang. Kekuasaannya sebentar lagi akan berakhir kalau mereka menunjukan dirinya. Tentu saja Tuan Iskandar tidak akan membiarkannya terjadi.


*****

__ADS_1


__ADS_2