KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
TERLAHIR KEMBALI #3


__ADS_3

Setelah malam mengerikan itu, Iskandar dan Harry masih dalam perawatan dokter di rumah sakit. Untuk sementara mereka hanya fokus melakukan pengobatan setelah terluka parah.


Harry sudah sembuh karena hanya mengalami luka ringan. Namun, dia tetap menunggu ayahnya yang masih lemah.


Malam mengerikan itu tidak bisa hilang dari ingatan Harry. Saat Dara berubah menjadi seekor harimau dan mulai menyerang tanpa ampun.


Rasa bersalah mulai memenuhi hati Harry. Dia tak menyangka karena perbuatannya membuat banyak orang terluka.


Harry teringat percakapan dengan ayahnya beberapa bulan yang lalu.


"Kau adalah penerus kelompok pembasmi siluman harimau. Kau harus menjalani takdirmu dan temukan siluman harimau terakhir!"


"Tapi, yah. Aku adalah seorang guru. Aku tak pantas menjadi orang seperti itu!"


"Justru sebagai guru, kamu harus melindungi generasi selanjutnya. Ayah tidak ingin siluman harimau kembali bangkit dan menguasai kota ini!"


Iskandar tetap berkeras pada kemauannya.


"Aku tahu sejarahnya, yah. Pulau ini dulu hanya dihuni oleh para siluman harimau. Seharusnya mereka yang lebih berkuasa!"


Harry tidak mau membohongi hatinya. Dia mengetahui sejarah yang sebenarnya.


"Sudahlah! Temukan gadis itu. Selebihnya ayah yang bergerak!"


Pembicaraan pun berakhir. Harry tak mampu melunakkan hati ayahnya. Sejak itu, dia mulai melakukan pencarian. Sampai akhirnya melihat tanda harimau di tubuh Dara. Mau tidak mau, Harry harus melakukan tugasnya.


*****


"Apa kau sudah menemukan harimau itu?" tanya Aris setelah beberapa hari sejak munculnya siluman harimau.


"Maaf, pak. Harimau itu menghilang begitu saja. Kami belum menemukan jejaknya lagi!" jawab Saka yang juga merasakan keanehan dengan harimau itu.


"Kau harus cepat menemukannya sebelum ada korban lagi. Harimau itu sangat berbahaya dan dan harus dilenyapkan!"


"Siap, pak!"


Saka segera keluar dari ruangan Aris. Dia harus segera kembali ke lokasi kejadian dan menemui para korban. Sebenarnya banyak keanehan namun Saka akan mencari tahu secepatnya.


Aris menarik napas panjang. Sebenarnya dia tidak ingin terlibat namun sudah terlanjur. Karirnya bisa hilang jika tidak menuruti Iskandar.


Peristiwa mengerikan itu masih membekas dalam ingatannya. Dia terpaksa menembak harimau itu karena sudah melukai iskandar.


"Apa benar dia adalah siluman harimau? Dia seperti harimau liar biasa!" ucapnya pelan.


Aris memang hanya melihat seekor harimau sedang menyerang Iskandar. Dia tidak tahu kejadian sebelumnya.


"Temukan harimau itu secepatnya. Dia adalah siluman harimau!" ucap Iskandar sebelum tak sadarkan diri di lokasi kejadian.


"Apa benar dia itu siluman harimau, Ry?" tanya Aris kepada Harry yang hanya terluka ringan.


"I-iya, pak!" jawab Harry.


"Kamu tahu siapa orangnya kan?"

__ADS_1


Harry terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu. Dia tidak ingin melakukan kesalahan lagi.


"Ti-tidak, pak. Saya hanya melihat harimau yang sudah menyerang kami!" jawab Harry berbohong.


Aris curiga dengan sikap Harry. Sementara Iskandar sudah terluka parah dan tak sadarkan diri. Dia pasti akan tahu siapa harimau itu sebenarnya jika Iskandar sudah sadar.


*****


Setelah Puan terlahir kembali dalam tubuh Dara, dia belum mendapatkan ingatan sepenuhnya.


"Apa aku mempunyai rambut pendek seperti ini? Apa aku masih tetap cantik?" tanya Puan ketika melihat wajahnya di cermin.


Alex tersenyum. Dulu Puan memang mempunyai rambut panjang dan hitam. Alex juga sangat menyukai Puan ketika angin berembus dan mengibarkan rambut panjangnya.


"Kamu tetap cantik seperti dulu, Puan!"


"Tapi aku kurang nyaman. Apa boleh aku memanjangkan rambutku?"


"Tentu saja, kamu bisa memanjangkannya seperti dulu!"


"Siapa nama pemilik tubuh ini? Dia sangat cantik meski mempunyai rambut pendek. Wajahnya sangat muda. Bahkan aku sudah lupa saat muda dulu!" ungkap Puan lagi.


Kali ini, Alex terdiam. Sosok Dara muncul dalam ingatannya. Sifatnya yang penuh gairah dan ceria mampu membuat siapapun di dekatnya menjadi terpesona.


"Namanya adalah Dara. Dia memang sangat muda dan ceria. Terkadang ceroboh dan tidak berpikir panjang. Tapi, Dara adalah seorang pemberani. Dia bisa menghajar penjahat dengan tangannya sendiri," jawab Alex yang menguraikan tentang pribadi Dara. Tanpa sadar dia sedikit merindukan gadis itu.


"Benarkah dia sepemberani itu? Seandainya aku bisa bertemu dengannya pasti sangat menyenangkan!"


"Sekarang kau ada di dalam tubuh Dara, Puan!"


"Oh, iya. Aakh mengapa sifatku gak berubah juga ya?" ucap Puan seraya memukul kepalanya.


Alex tidak berhenti tertawa. Puan selalu membuatnya merasakan kebahagiaan meski hanya sikap sederhananya.


"Aku ingin cepat keluar dari sini. Lihatlah di luar sana! Sangat berbeda dengan jamanku dulu. Ada banyak sesuatu yang bergerak! Benda apakah itu? Lalu, di manakan aku sekarang? Apa masih di Pulau Kumbang?"


Puan menunjuk ke arah luar jendela. Di sana banyak kendaraan lalu lalang. Dia tidak pernah melihatnya. Terlalu banyak pertanyaan di dalam kepalanya.


"Kita ada di rumah sakit Anthony. Di seberang lautan adalah Pulau Kumbang. Yang bergerak itu adalah mobil. Dulu hanya ada kerbau atau kuda yang bisa dijadikan.alat untuk bergerak. Banyak perubahan sudah terjadi. Jika sudah sembuh benar, aku akan mengajakmu jalan-jalan!"


"Benarkah? Aku sangat ingin keluar. Sekarang juga bisa! Aku merasa sudah sangat sehat."


Puan langsung bangkit dan turun dari tempat tidur. Namun ketika menapakkan kakinya di lantai, tubuhnya limbung dan hampir jatuh.


Alex segera bergerak dan menangkap tubuh Puan sebelum terjatuh ke lantai. Kemudian membopongnya kembali ke atas tempat tidur.


"Tubuh manusiamu masih lemah. Dia terluka parah dan banyak kehilangan darah. Mungkin besok kondisimu baru sembuh seutuhnya!" jelas Alex yang menjadi sedikit risau.


"Maaf, dok. Ini hasil medis nona Dara."


Tiba-tiba, dokter Jesse muncul. Dia adalah dokter yang membantu mengoperasi Dara. Wajahnya cantik dan berkulit putih seperti Alex. Ayahnya memang orang asing dan ibunya pribumi.


"Kamu sangat cantik ...," celetuk Puan.

__ADS_1


Dokter Jesse yang sedang bicara dengan Alex jadi menoleh pada Puan.


"Terima kasih, nona Dara. Kamu juga sangat cantik. Semoga kamu cepat sembuh, ya!" ucap dokter Jesse ramah.


Sementara itu, Alex sedang fokus melihat file medis Dara.


"Apakah kamu juga orang asing seperti Tuan Anthony?"


Kali ini, Alex mendongak. Tersadar kalau ingatan Puan masih seperti dulu. Alex belum sempat memberitahukan soal namanya yang sudah berganti beberapa kali.


"Tuan Anthony?" tanya dokter Jesse sedikit bingung.


"Aakh! Dara selalu lupa kalau namaku adalah Alex."


Alex buru-buru meralat.


"Alex? Bukankah nama Tuan Adalah Anthony?" tanya Puan lagi.


Alex berusaha tenang.


"Di sini mereka memanggilku dokter Alex. Kamu juga boleh memanggilku seperti itu!"


"Hhmmm, baiklah, dokter Alex!"


Akhirnya Puan paham juga. Alex bisa bernapas lega.


"Baiklah! Maaf, saya harus pergi. Semoga kamu cepat sembuh Nona Dara!"


"Dokter bisa memanggilku Puan!"


Dokter Jesse kembali menatap Dara. Kata-kata terakhirnya sedikit aneh.


"Puan? Bukankah nama nona adalah Dara?"


"Ooh, iya. Aku adalah Dara. Panggil aku Dara saja!"


Untung saja Puan bisa membetulkan ucapannya.


Dokter Jesse akhirnya bisa tersenyum.


"Baiklah, Dara. Senang bertemu denganmu!"


Bayangan dokter Jesse menghikang di balik pintu. Puan merasa kembali tenang.


"Maafkan aku, Tuan. Aku lupa kalau berada di tubuh Dara!"


Alex hanya tersenyum dan menggenggam tangan Puan erat.


"Cukup aku saja yang memanggilmu, Puan!"


Puan tersenyum. Banyak yang sudah berubah. Namun hatinya sangat senang karena sudah bertemu dengan laki-laki yang selalu dirindukannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2