
Alex yang sudah menjadi vampire hampir tak bisa mengendalikan diri begitu melihat lawan yang setimpal. Di matanya, laki-laki itu bukanlah Saka melainkan Jaka.
"Aku sudah mendapatkan kalung ini. Aku juga yang akan memusnahkannya!"
Jaka mengeluarkan kalung milik Puan yang dipakai Dara dari dalam kantong celananya. Kemudian kalung itu dilemparkan ke atas lantai. Dengan sekali injakan, kalung itu akan musnah. Begitu juga pengikat antara Anthony dan Puan.
"Aaargh!"
Alex kembali menyeringai. Sedetik kemudian tubuhnya melayang dan mengambil kalung itu secepat kilat.
Jaka sangat terkejut setelah kalung itu disambar Anthony yang sudah menjadi vampire.
"Kau!"
Baru saja Jaka akan menyerang Anthony, terdengar suara pintu gerbang berdecit.
"Saka!"
Jaka menoleh. Seorang laki-laki berseragam polisi berdiri didepan pintu. Dia adalah Aris.
Mata Saka masih memerah, dia masih menjadi Jaka. Dia pun kembali menoleh, namun Alex sudah menghilang.
"Apa yang kau lakukan disini? Aku sudah mencarimu kemana-mana!" ucap Aris lagi.
Jaka terdiam, matanya kembali berubah seperti semula. Begitu juga jiwa Saka kembali.
"A-apa yang terjadi, pak?"
Saka kebingungan. Dia sendiri tidak mengerti mengapa ada di tempat itu.
"Mengapa kamu malah balik nanya? Cepat kembali ke markas!"
"Siap, pak!"
Saka segera mengikuti langkah Aris. Sebelum keluar dari gedung, dia melihat kesekeliling tempat itu sekali lagi. Saka merasa ada orang lain ditempat itu meski yang ada hanya kegelapan.
"Kalung itu!"
Saka memeriksa saku celananya. Ternyata kalung itu sudah tidak ada! Saka semakin heran karena dia tak ingat dimana meletakan kalung itu.
"Apa kamu sudah menemui korban harimau di rumah sakit?" tanya Aris ketika sudah sampai di markas polisi.
"Siap, pak! Maaf, saya sudah lancang."
"Kamu tidak perlu ke sana lagi. Aku yang akan menyelidikinya langsung!"
"Siap, pak!"
Saka tidak akan membantah atasannya. Tapi, dia akan menyelidikinya diam-diam. Semakin banyak kejadian aneh begitu juga pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Sesaat, Saka merasa ingatannya menghilang. Tadi, dia sedang berbicara dengan seseorang di gudang. Namun, tidak ada orang lain di tempat itu selain dirinya.
Untuk sementara Saka memendam keanehan dirinya. Terakhir ini memang ada sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya. Saka merasa seperti sedang mencari seseorang. Walaupun dia tak tahu siapa yang sedang dicarinya.
Malam semakin larut. Saka memutuskan untuk pulang. Begitu sampai di rumah, dia melihat seorang laki-laki tua berpakaian serba putih.
"Assalammualaikum, pak kyai. Bapak mau bertemu siapa?" tanya Saka ingin tahu.
"Aku adalah Kyai Patra. Kedatanganku adalah ingin bertemu denganmu, Jaka!" jawab laki-laki tua itu yang ternyata Kyai Patra.
"Jaka? Maaf, pak kyai. Nama saya adalah Saka."
"Ya! Kau adalah Saka tapi di dalam tubuhmu ada leluhur siluman harimau bernama Jaka!"
"Leluhur siluman harimau? Tapi, saya adalah manusia biasa!"
"Ya! Kau memang tidak ada keturunan siluman harimau. Tapi dahulu kala, leluhurmu mempunyai perjanjian dengan siluman harimau. Suatu saat, siliman harimau bernama Jaka akan menitis di tubuhmu!"
Kabar itu sangat tidak masuk akal. Jaka tak pernah percaya soal siluman harimau seumur hidupnya.
"Maaf, pak kyai. Mungkin bapak sudah salah orang. Saya adalah seorang abdi negara bukan titisan siluman harimau!" ucap Saka tegas.
Kyai Patra tersenyum.
"Suatu saat kamu akan menyadari ada orang lain di dalam tubuhmu. Sedikit demi sedikit kau akan sering lupa. Saat itulah tubuhmu sedang dikuasai oleh Jaka. Dia sama baiknya denganmu. Kedatangannya hanya untuk menjemput seseorang!"
Saka terdiam. Yang dikatakan laki-laki tua itu memang benar. Sekarang ini dia memang sering lupa ingatan.
Saka mulai penasaran dengan cerita Kyai Patra.
"Aku akan menceritakannya nanti. Aku hanya ingin memberitahumu untuk melindungi Dara. Dia adalah reinkarnasi Puan, ratu siluman harimau. Ada kelompok tertentu yang akan menyakitinya!"
"Dara? Dia reinkarnasi ratu siluman harimau?"
Saka semakin kebingungan.
Alex kembali menjadi manusia dan segera pulang. Dia tidak menyangka kalau Jaka sudah bereinkarnasi di tubuh Saka. Pantas saja, Alex merasa mengenali laki-laki itu.
Puan tidak perlu tahu kalau Jaka ada di dekatnya. Alex juga harus menjauhkan Puan dari Saka.
Setidaknya Alex sudah menemukan kalung Puan. Dia akan mengembalikannya besok karena sudah tengah malam. Puan pasti sudah tidur.
*****
Pagi pun menjelang. Nara sangat senang kalau puterinya sudah kembali meski hanya tubuhnya saja. Dia sudah menyiapkan seragam sekolah yang biasa Dara kenakan.
"Lihatlah, bu. Aku sangat senang memakai seragam sekolah ini!" ungkap Puan setelah memakai seragam sekolah milik Dara.
Nara tertegun. Sepertinya waktu berhenti sangat lama. Nara sangat merindukan Dara yang akan bersekolah lagi.
__ADS_1
"Kamu sangat cantik, Dara eeeh maksud saya nona Puan," ujar Nara sedikit gugup.
"Panggil aku Dara saja, bu. Aku tak ingin orang-orang curiga!"
Yang dikatakan Puan benar. Apalagi disekolah banyak teman-teman Dara.
"Baiklah, Da-dara!"
Puan tersenyum. Dia akan memulai kehidupannya yang baru sebagai gadis SMA.
*****
Harry juga harus kembali mengajar. Dia sangat penasaran apa yang terjadi pada Dara. Gadis itu pasti sudah terluka parah karena tembakan ditubuhnya.
Namun, Harry sangat terkejut begitu melihat Dara duduk di bangku kelasnya. Dia kelihatan sangat sehat seakan tidak pernah terluka.
"Kamu baik-baik saja, Dara?" tanya Harry yang masih penasaran.
"Aku baik-baik saja, pak. Bagaimana kabar bapak?" jawab Puan yang balik menyapa. Dia tidak tahu siapa Harry sebenarnya.
"A-ku baik-baik saja. Senang melihatmu sekolah lagi!"
Puan mengangguk dan tersenyum.
"Terima kasih, pak. Saya sangat bersemangat!"
Harry tidak mengerti mengapa Dara tidak mengenalinya. Apakah dia sudah kehilangan ingatan?"
Pelajaran pun dimulai. Sikap Dara seperti biasa saja. Meskipun di dalam tubuhnya ada Puan, namun kebiasaan yang dilakukan Dara masih sama. Tak tampak sedikitpun kalau ada orang lain di dalam dirinya.
Nara menunggu Puan di depan ruang kelas dengan penuh debar. Sesekali dia mengintip lewat jendela. Puan melambaikan tangan ketika melihatnya. Nara segera bersembunyi takut gurunya melihat.
Nyatanya, Harry menyadari keberadaan Nara. Dia merasa aneh dengan sikap ibunya Dara.
"Apa yang ibu lakukan disini?" tanya Harry ketika sudah berada di depan Nara.
"Ooh, maaf pak. Anak saya Dara baru saja sembuh tapi sedikit lupa ingatan. Saya minta tolong untuk lebih memerhatikannya di kelas. Tolong ya, pak," pinta Nara.
"Memangnya apa yang sudah terjadi pada Dara, bu?"
"Ooh, puteri saya kecelakaan jatuh dari motor ketika belajar menaikinya, pak. Padahal saya sudah memberitahukannya tapi Dara tetap bandel. Lukanya lumayan parah sampai harus dioperasi. Kata dokter, ingata Dara melemah. Tapi nanti bisa kembali lagi!" jelas Nara.
Harry mengernyitkan keningnya. Dia sangat tahu apa yang terjadi pada Dara. Tembakan itu bisa saja merenggut nyawanya tapi keadaan Dara baik-baik saja. Ibunya Dara juga sudah berbohong.
"Kecelakaan? Hhmmm, baiklah, bu. Nanti saya akan lebih memerhatikan Dara!"
"Terima kasih, pak!"
"Iya, bu. Sama-sama."
__ADS_1
Harry kembali ke ruang kelas. Dia sangat tahu rahasia Dara. Dia bukanlah gadis biasa tapi siluman harimau!!!
*****