KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
PERJALANAN KE MASA LALU #2


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Puan menatap laut penuh takjup. Ombak yang menggulung air laut menjadi buih putih yang sangat jernih.


Di sebelahnya, ada Ratih sahabat Dara. Puan teringat perjalanannya ketika bersama puterinya dahulu. Dia seperti kembali ke masa lalu.


"Suatu saat, apakah kita akan pergi berdua lagi, bu?" tanya Ratih saat itu.


Puan tersenyum, Ratih sudah beranjak dewasa. Suatu saat dia akan punya keluarga sendiri.


"Tentu saja kita bisa melakukan perjalanan seperti ini lagi. Asal jangan bilang-bilang ayahmu!"


"Sebenarnya ..., ayah sudah sering mengajak Ratih ke pulau seberang, bu," ucap Ratih sedikit ragu. Mengira ibunya akan marah.


Puan memang tidak pernah tahu kalau Jaka sudah membawa Ratih ke pulau seberang. Di depan Ratih, dia pura-pura mengetahuinya.


"Iya, Ratih. Ibu tahu, tapi kalau bersama ibu, ayahmu tidak akan memberi izin!"


Ratih menatap ibunya lekat. Ada banyak pertanyaan di kepalanya.


"Mengapa ibu tidak boleh pergi jauh-jauh? Apa tidak bosan di pulau kumbang?"


Sekali lagi, Puan tersenyum. "Banyak tugas yang harus ibu kerjakan. Ayah hanya tidak ingin ibu kelelahan," jawabnya ringan.


Puan sangat tahu mengapa Jaka melarangnya pergi. Itu karena penyakit yang diderita Puan. Semakin lama penyakit itu membuat tubuhnya lemah. Puan sangat ingin melakukan perjalanan bersama puterinya. Mungkin, itu adalah perjalanan terakhirnya.


"Hei! Kenapa kamu bengong aja, Ra?" tegur Ratih yang melihat Puan sedang melamun.


"Aah, aku tidak melamun. Aku hanya sedikit pusing!"


Ratih malah tertawa mendengar jawaban Puan.


"Jangan-jangan, kamu mabuk laut ya, Ra! Kamu ini aneh, Dara yang aku kenal gak akan mabuk laut. Malah dia itu sudah kebal sama angin!"

__ADS_1


Begitulah Dara, seorang gadis pemberani yang tidak takut dengan apapun. Puan ingin sekali bertemu dengannya langsung. Sementara, kini dia ada di dalam tubuh Dara.


"Hai, kalian sedang apa?"


Tiba-tiba terdengar suara yang menegur mereka. Puan dan Ratih segera menoleh.


"Kakak! Kenapa kakak di sini juga?" teriak Ratih histeris. Dia tidak tahu kalau Saka juga ada di kapal itu.


"Kakak sedang ada tugas di pulau seberang. Kalian mau kemana?"


"Kami mau menghadiri acara perpisahan kelas di rumah Pak Harry. Bagaimana kalau kakak ikut dengan kami?" usul Ratih.


"Hhmmm, bagaimana menurutmu, Dara?" Saka malah menanyakan kepada Puan.


Puan gelagapan. Dia sedikit terkejut mendengar pertanyaan Saka.


"Iya, kakak ikutan kami saja!" jawabnya singkat.


Puan tidak mengira kalau Saka ada di sana. Dia teringat kalau Saka adalah titisan Jaka. Dahulu, puterinya selalu berharap bisa melakukan perjalanan bersama ayah dan ibunya.


Sebenarnya, Saka memang sudah merencanakan perjalanan itu. Dia tahu kalau Harry akan mengadakan acara. Hanya saja, dia tidak tahu akan bertemu dengan Dara.


Setelah pertemuan dengan Dara beberapa kali, Saka merasakan sesuatu kepadanya. Dara sepertinya bukan orang asing, bahkan Saka merasa nyaman bila di dekatnya.


Sementara itu, Saka tidak tahu kalau saat itu, Dara adalah Puan. Membuat Puan sedikit khawatir. Sepertinya akan terjadi sesuatu!


*****


Suasana di rumah Harry sudah mulai ramai. Anak-anak sudah mulai berdatangan meski tidak berbarengan. Semuanya takjup dengan kemewahan rumah Harry.


"Ternyata, bapak itu orang kaya ya!" celetuk Gani

__ADS_1


"Iya, iya. Kalau begini, seharusnya kita sering main ke sini, pak!" sahut Rusli juga.


"Aah, ini rumah keluarga bapak kok!" ucap Harry sedikit merendah.


Suasana semakin ramai, Harry sedikit cemas karena tidak ada kabar dari Jack dan Daniel. Berharap kedua vampire itu sudah pergi.


Wajahnya langsung semringah begitu melihat Dara. Rasa bersalah merasuk hatinya ketika teringat pernah membuat nyawa Dara hampir hilang. Rahasia itu akan selalu disimpannya dalam-dalam. Apalagi, Dara masih hilang ingatan.


Namun, perasaannya berubah ketika melihat Saka berada di dekat Dara. Apa yang dilakukan Saka di rumahnya?


"Selamat malam semuanya, bapak senang kalian datang juga!" sapa Harry pura-pura tidak tahu kehadiran Saka.


"Selamat malam, pak. Maaf saya mengajak kakak saya yang kebetulan sedang tugas disini, namanya Kak Saka!" jelas Ratih soal kakaknya.


"Oh, selamat datang. Salam kenal, saya adalah gurunya Ratih!" sahut Harry seraya mengukurkan tangannya. Dia pura-pura tidak mengenal Saka.


Saka pun demikian. Dia tidak mau adiknya khawatir jika tahu kasus yang sedang ia tangani.


"Salam kenal juga, pak. Maaf jika merepotkan. Adik saya memaksa untuk ikut kesini!" ungkap Saka juga memberi alasan.


Puan hanya memerhatikan sikap Harry dan Saka yang sangat aneh. Dia juga merasakan kehadiran makhluk kegelapan di tempat itu tapi bukan siluman harimau. Apakah mereka adalah vampire?


Sementara itu, di dalam kegelapan. Jack dan Daniel mengamati situasi keramaian di rumah Harry. Ternyata mereka belum pergi.


"Aku melihat, ada siluman harimau di antara mereka. Laki-laki itu! Ya, dia pernah bertempur dengan kita!" ucap Jack ketika melihat Saka.


Daniel memerhatikan orang yang dimaksud Jack. "Ya! Dia orangnya. Tapi, dia bukanlah orang yang sama. Aku tidak merasakan bau siluman harimau!" celetuk Daniel.


Jack juga tidak merasakan kalau laki-laki itu adalah siluman harimau. "Ada orang lain tapi bukan laki-laki itu. Sudahlah! Acara ini akan berjalan sangat menyenangkan! Lihatlah anak-anak muda itu. Darah segar mereka sangat menggiurkan!"


"Aku juga mau merasakan darah muda itu, Jack!"

__ADS_1


Keduanya menyeringai. Mereka sudah merencanakan sesuatu yang sangat menyeramkan.


*****


__ADS_2