KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
VIRUS VAMPIRE #3


__ADS_3

Di dalam ruang kecil yang gelap dan pengap, Rio dan Gerry menggigil karena tak bisa menahan tenggorokannya yang terasa sangat kering. Waktunya untuk minum darah segar.


Sebagai vampire pemula, keduanya harus bisa menahan rasa haus akan darah. Mereka akan sangat ganas jika tidak bisa melakukannya.


Hanya saja, ruang pengap itu dikunci dari luar. Jack dan Daniel sengaja melakukannya sampai kambing pesanan mereka sampai. Untuk sementara, keduanya tidak boleh keluar dari ruangan itu.


Malam pun semakin larut, Rio dan Gerry yang sudah tidak bisa menahan diri. Mereka pun membuat keributan dengan memukul tembok. Suaranya menggema ke seluruh ruangan disertai erangan yang membuat bulu kuduk merinding.


Seisi lapas sangat ketakutan. Mereka kembali bersembunyi di balik selimut dan berusaha memejamkan mata. Namun, telinga mereka tetap saja mendengar suara menakutkan itu.


Diva yang terus berkeliling juga mendengar suara teriakan itu. Suara itu tidak asing. Dia teringat ketika pertama kali menjadi vampire. Tuan Anthony mengikatnya di bangkai kapal. Semalaman, Diva harus bisa mengendalikan rasa hausnya akan darah.


Malam masih panjang. Diva harus segera menemukan vampire baru sebelum mereka membuat keributan. Kekuatan mereka sangat besar dan jangan sampai ada korban lagi.


Saka merasakan sesuatu telah terjadi. Malam itu sangat mencekam. Bahkan angin pun enggan berembus.


Selain itu, banyak yang ingin dia ketahui tentang Jaka, sang pengendali darah panas yang menitis di dalam tubuhnya.


Dia pun mencari data di internet tentang penduduk asli pulau kumbang. Saat itu tidak ada foto tetapi ada lukisan tua yang ditemukan di dalam gua. Tetapi, lukisan itu adalah orang asing berambut emas dan seorang wanita penduduk asli. Lalu, dimanakah lukisan Jaka? Mengapa tidak ada jejaknya di mana pun?


*****


Alex sangat risau ketika mendengar teriakan vampire baru. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagai panglima vampire putih, dia sangat tahu kalau tidak boleh sembarangan membunuh vampire. Meskipun vampire itu sudah berbuat kejahatan.


Puan juga merasakan hal yang sama. Dia membuka mata dan berdiri di balkon kamarnya yang menghadap ke pulau kumbang. Masalah yang terjadi sekarang sudah diluar jangkauannya. Puan tidak bisa memutuskan sendiri. Selama vampire lain tidak menyerang manusia harimau. Puan tidak akan melakukan apapun dan menunggu kepastian dari Alex.


Alex tahu, Puan juga merasakan kecemasan. Dia tidak bisa membiarkannya begitu saja.


"Apa yang kamu risaukan, Puan?" tanyanya begitu sampai di dekat Puan.


"Tuaan! Bikin aku kaget aja, sih!" gerutu Puan yang sangat terkejut dengan kedatangan Alex.


Alex tertawa kecil, "seharusnya kamu sudah terbiasa," katanya lagi.


"Tetap saja bikin kaget. Bisa bisa aku mati jantungan!" sahut Puan dengan wajah cemberut.


"Besok kamu sudah mulai kuliah, kan?" tanya Alex yang mengingatkan Puan tentang kuliahnya.


"Iya, tuan. Aku sudah semangat bener. Tapi, apa situasi di Pulau Kumbang masih bisa terkendali?" Puan tetap saja merisaukan kejadian di Pulau Kumbang.

__ADS_1


"Tenanglah! Masih ada yang lain di sana. Kamu seriuslah kuliah!" jawab Alex berusaha menenangkan Puan.


Puan kembali membuang pandangan ke Pulau Kumbang, "aku harap semua baik-baik saja!" ucapnya pelan.


Alex hanya bisa menarik napas panjang. Besok dia akan segera berangkat ke istana vampire putih. Dia harus bisa mendapatkan izin untuk melenyapkan Jack dan Daniel.


"Aku akan memberikan sesuatu agar bisa membantumu kuliah. Kamu bisa menanyakannya kepada Keanu. Dia bisa mengajarmu untuk memakainya," ucap Alex seraya memberikan sebuah benda kotak tipis.


"Apakah ini, tuan?" tanya Puan seraya menerima pemberian Alex.


"Ini namanya laptop. Kamu akan membutuhkannya untuk belajar."


Puan merasa sangat asing dengan benda itu. Tapi dia harus bisa mempelajarinya.


"Baiklah, tuan. Terima kasih untuk semuanya. Besok hati-hatilah!" pesan Puan.


Alex mengangguk. Dia berharap punya waktu lebih banyak bersama Puan. Namun, ada hal yang hatua diselesaikan dalam waktu singkat.


*****


Nara menunggu Diva dengan penuh kekhawatiran. Dia terjaga dan tidak menemukan Diva di kamar tidurnya. Nara pun mencarinya ke seluruh ruangan namun Diva tidak ada juga.


Namun, tepat di depan pintu langkahnya terhenti. Dia melihat sebuah bayangan berkelebat.


"Diva?" panggilnya. Namin bayangan itu tidak menyahut.


Nara merasakan ketegangan. Bayangan itu sudah menghilang. Namun, Nara masih merasa ada orang lain di dekatnya.


"Siapa kamu?" tanyanya lagi. Nara meraih sebuah sapu si pojok ruangan. Dia sudah siap siaga jika ada serangan.


Tiba-tiba, sebuah bayangan melompat.


Meeooong ....


Wajah tegang Nara langsung mencair. Ternyata bayangan itu hanyalah seekor kucing.


"Haduh! Kamu membuatku takut aja, Lang. Ayolah, kita tidur saja!"


Nara menggendong kucing peliharaannya yang bernama belang. Kucing itu yang menemaninya ketika sedang kesepian. Dia pun kembali masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.

__ADS_1


Dari dalam kegelapan, sesosok bayangan tengah memerhatikan Nara. Tak berapa lama, bayangan itu pun menghilang.


Ternyata bayangan itu adalah Jack. Dia mencari tahu keberadaan Alex yang dulu bernama Anthony dan vampire orang pribumi.


Sebenarnya, Jack tidak sengaja sampai di sana. Dia hanya mencari kapal karam yang dulu pernah dinaikinya. Ternyata kapal itu sudah tenggelam.


Kemudian Jack melihat rumah besar itu. Namun, dia tidak berani mendekatinya. Ada hawa vampire di sana, namun bukanlah Anthony. Dia juga mencium hawa bukan manusia biasa. Tetapi hawa manusia siluman harimau!


Jack tidak akan memulai peperangan saat ini. Waktunya belum tiba. Dia harus menyiapkan bala tentara. Kelak, dia akan mempunyai kerajaannya sendiri. Kerajaan vampire.


*****


Diva memutuskan untuk pulang. Dia khawatir karena Nara sendirian. Besok dia baru akan kembali menemui Saka.


Namun, dia merasakan kehadiran vampire di dekat rumahnya. Tapi itu bukanlah tuannya.


"Naraaa!"


Diva semakin cemas. Dia membiarkan vampire itu pergi dan harus secepatnya menemui Nara.


Sesampainya di dalam kamar, Diva melihat Nara sedang tertidur di atas ranjang. Hatinya menjadi tenang karena Nara baik-baik saja. Dia pun segera merebahkan diri di samping sang istri.


Tiba-tiba sesuatu melompat dari tempat tidur. Diva sangat terkejut dibuatnya. Tanpa sadar dia pun berteriak.


"Aaakh!"


Nara terkejut juga begitu mendengar teriakan suaminya. Padahal ada si belang di sampingnya.


Meeooong ....


"Astaga! Mengapa ada kucing disini?!" ucap Diva seraya turun dari tempat tidur.


"Maaf, Diva. Aku iseng sendirian jadi si belang aku ajak tidur di sini! Hadeh, kemana lagi si belang, ya. Puuus, puuus ...."


Nara langsung mencari si belang yang bersembunyi entah dimana tanpa memedulikan suaminya.


Diva hanya tertawa kecil melihat tingkah Nara. Sejenak melupakan ketegangan di luar sana.


*****

__ADS_1


__ADS_2