KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
BANGKITNYA RATU SILUMAN HARIMAU #2


__ADS_3

Aris semakin gelisah. Dia harus segera menemukan siluman harimau yang sedang bersama Iskandar. Mereka memang bukan saudara kandung, tapi posisinya di kepolisian berkat campur tangan Iskandar juga.


"Maaf, Saka. Aku harus kembali ke mobil. Senjataku tertinggal di sana!" ucap Aris mencari alasan agar berpisah dari Saka.


Saka terdiam. Tadi dia jelas melihat pistol di pinggang atasannya itu.


"Ba-baik, pak. Saya akan memeriksa ke sisi barat!"


"Oke! Aku langsung ke selatan!"


"Siap, pak!"


Saka memberi hormat sebelum Aris membalikkan badannya dan melangkah pergi.


Sikap Aris sangat aneh. Terlebih sudah berbohong soal senjatanya. Tidak mungkin Aris takut dengan harimau. Dia kan seorang polisi???


Akhirnya Saka melanjutkan perjalanannya seorang diri. Suasana malam sangat mencekam bahkan angin pun enggan berembus.


*****


Harry tak mampu melihat Dara terkena sabetan pedangnya. Dia memilih menutup mata seraya menyabetkan pedang yang sedang dipegangnya.


Tapi Dara yang sudah menjadi harimau tidak tinggal diam. Sebelum pedang mengenai tubuhnya, harimau itu melayangkan cakarannya ke arah Harry.


Seketika, cakaran harimau itu langsung mengenai tubuh Harry. Dia pun tergeletak tak berdaya sementara pedangnya terjatuh ke lantai.


"Ja-jangan bunuh aku, Dara. Aku adalah gurumu!"


Harimau itu berdiri dengan penuh amarah. Kini, dia bukanlah manusia. Siapapun akan mati jika sudah menyerangnya.


Sang harimau jelmaan Dara siap melayangkan serangan terakhir. Tiba-tiba, terdengar suara tembakan.


Aaaarrgh ....


Ternyata, Aris muncul dan langsung menembakkan senjatanya ke arah sang harimau.


Sebuah peluru bersarang di tubuh sang harimau. Darahnya berceceran di atas lantai. Namun, dia tetap berdiri tegar. Kini, targetnya adalah Aris.


Aris semakin tegang. Dia tidak menyangka kalau harimau itu masih hidup padahal sudah ditembak. Sekali lagi, Aris melepaskan tembakan dan kembali mengenai tubuh harimau itu.


Sang harimau sedikit limbung. Kali ini, dia tak mampu mengendalikan tubuhnya. Dia pun melompat seraya melayangkan cakarnya ke arah Aris.


Namun, Aris tidak tinggal diam. Dia pun segera menarik pelatuk senjatanya sampai berkali-kali. Harimau itu pasti akan langsung mati.

__ADS_1


Sedetik sebelum peluru-peluru bersarang di tubuh harimau itu. Sebuah bayangan muncul dan memeluk harimau itu menjauh.


Tembakan Aris tidak berhasil mengenai harimau itu. Kini, seorang laki-laki berwajah pucat dan rambut keemasan tengah berdiri di depannya dengan tatapan penuh kemarahan.


Untung saja, Alex sampai di waktu yang tepat. Dara yang berwujud harimau langsung tergeletak tak berdaya. Tiga buah peluru sudah bersarang di tubuhnya.


'Si-siapa kau?!"


Aris heran karena laki-laki itu muncul tiba-tiba dan gerakannya sangat cepat. Iskandar dan Harry juga melihat kemunculannya yang seperti kilat.


Alex bisa saja menyerang Aris dalam waktu cepat. Namun, dia merasakan kehadiran orang lain lagi.


Tak berapa lama, Saka muncul.


"Ada apa, pak? Apa harimau itu sudah ditemukan?"


Aris menoleh dan melihat Saka sudah berada di depannya.


"I-iya! Harimau itu sudah menyerang Pak Iskandar dan puteranya!"


Aris pun kembali menoleh ke arah harimau dan laki-laki asing itu. Namun keduanya sudah menghilang.


"Kemana perginya mereka?" tanyanya keheranan.


"Orang asing itu ..., dia sudah membawa harimau itu pergi!" jawab Harry dengan terbata-bata. Dia juga tak percaya dengan penglihatannya. Tubuh orang asing itu sangat ringan dan pergi dalam sekejap mata.


*****


"Bertahanlah, Dara! Tetaplah hidup!!!


Tak berapa lama, Alex sampai di rumahnya. Diva sangat terkejut melihat Dara sudah berlumuran darah.


"Ada apa, Tuan? Apa yang sudah terjadi dengan nona Dara?"


Alex terus berjalan menuju ke atap rumahnya, dimana ada helikopter.


"Aku akan membawa Dara ke rumah sakit secepatnya. Kau kabari ibunya dan ajaklah menyusul!" pesan Alex tanpa menoleh.


"Ba-baik, Tuan!" jawab Diva segera menuju ke rumah Nara tanpa bertanya lagi. Dia tahu tuannya sedang khawatir.


Sementara Alex membawa Dara ke rumah sakit dengan menggunakan helikopter. Waktu berjalan semakin cepat. Berharap Dara bisa bertahan lebih lama.


Wajah cerita Dara melintas di benaknya. Sikap dan tingkah lakunya memang sangat berbeda dengan Puan. Dara sangat pemberani dan tidak takut dengan apapun.

__ADS_1


Alex sempat melihat Dara melatih bela diri tanpa sepengetahuannya. Alex juga sering melihat Dara berkelahi melawan penjahat. Dia hanya melihatnya dari kejauhan. Dara mampu melindungi dirinya sendiri dan menolong orang lain.


"Apa dokter percaya ada siluman harimau?" tanya Dara suatu hari.


Alex tertegun. Dia tak bisa mengatakan yang sebenarnya.


"Darimana kamu tahu soal itu?"


"Ibuku yang menceritakannya. Jaman dulu, pulau ini hanya dihuni siluman harimau. Aku adalah keturunan harimau terakhir!"


Alex menarik napas panjang. Sepertinya, sudah waktunya Dara tahu siapa dia sebenarnya.


"Apa kamu tahu tentang vampire?"


Alex balik bertanya.


Dara menoleh dan menatapnya panjang.


"Dokter belum menjawab pertanyaanku!" ucap Dara sedikit kesal.


Alex tertawa. Bukan ekspresi itu yang ingin dilihatnya.


"Siluman harimau dan vampire sama-sama ada. Bahkan mereka hidup berdampingan dengan penuh kedamaian!"


Sepertinya Dara belum puas dengan jawaban Alex.


"Jika siluman harimau dan vampire pernah hidup berdampingan. Akankah mereka dipersatukan dalam cinta abadi?"


Alex tersenyum. Cinta abadi itulah yang membuatnya bertahan. Berharap suatu hari akan dipertemukan lagi dengan sosok pujaan hatinya.


"Tentu saja, mereka bisa bersatu dalam cinta abadi. Suatu hari kau akan melihatnya!"


Dara menjadi pendiam. Alex sendiri sudah tahu apa yang sedang dipikirkannya. Namun, dia juga tak menemukan semua jawaban.


"Jika saat itu tiba, aku sudah tidak ada di dunia lagi. Entah di mana aku berada!" celetuk Dara dengan nada suara melemah seperti sedang putus asa.


*****


Alex masih berada di atas helikopter dan Dara di bagian belakang dengan badan berlumuran darah. Waktu berjalan sangat lama. Alex ingin sekali membawa Dara terbang dengan kekuatan vampirenya. Tapi, semua orang pasti akan melihatnya.


"Tuan, tuaan!" panggil Dara yang sudah terjaga. Namun, dia memanggil Alex dengan sebutan lain.


Alex menyadari ada orang lain di tubuh Dara. Dia adalah Puan!!!

__ADS_1


"Sabarlah, Puan. Sebentar lagi, kita akan bersatu lagi!" bisiknya.


*****


__ADS_2