
Puan masih berdiri di depan bangunan kokoh seperti istana. Hatinya sedikit meragu mengira kalau Anthony sudah memiliki pendamping. Mereka pasti sudah bahagia.
"Maaf, apa yang ibu lakukan disini?"
Seorang wanita setengah tua sudah berdiri dibelakang Puan.
"Aakh, tidak. Saya hanya salah jalan saja!"
Puan membalikan badan dan bersiap untuk pergi.
"Apakah ibu adalah Nyonya Puan?"
Puan menghentikan langkahnya. Dari mana perempuan itu tahu namanya ???
"Iya, nama saya adalah Puan. Dari mana kamu tahu?"
Wajah perempuan itu langsung berubah setelah mendengar pengakuan Puan.
"Ma-maaf, Nyonya Puan. Silakan masuk!"
Sikap perempuan itu sangat aneh. Puan jadi semakin penasaran.
Puan terdiam ketika sampai di depan pintu besar dan megah. Keraguan kembali menyusup ke dalam hatinya.
"Jangan ragu, Nyonya. Saya menunggu Nyonya sejak lama!" terang perempuan itu seraya menbuka pintu.
Puan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah megah itu. Dalamnya sangat luas dan mewah seperti istana.
"Rumah siapakah ini?"
"Silakan duduk dulu, Nyonya. Saya tinggal dulu sebentar. Nanti saya akan jelaskan!"
Perempuan itu pun pergi. Puan menuruti perkataannya dan duduk di kursi dengan ukiran indah terbuat dari kayu jati.
Tak berapa lama, perempuan itu kembali dengan membawa sebuah peti yang sudah usang.
Puan seperti pernah melihat peti itu. Tiba-tiba wajahnya berubah.
__ADS_1
"I-itu, peti milik Tuan Anthony!"
"Benar, Nyonya. Ini adalah peti milik Tuan Anthony. Demikian juga rumah dan perkebunan ini semua milik Tuan Anthony," jelas perempuan itu.
"Lalu, dimana Tuan Anthony?"
Perempuan itu terdiam sesaat. Dia menunduk lesu seperti ada yang membuat sedih.
"Saya tidak bertemu Tuan Anthony sejak sepuluh tahun yang lalu, Nyonya!"
"Sepuluh tahun?"
Puan tertegun. Berarti Tuan Anthony masih ada sepuluh tahun yang lalu.
"Ke mana tuan pergi?"
"Entahlah, Nyonya. Katanya Tuan akan pergi jauh dan tidak akan kembali. Tuan menitipkan peti ini, rumah dan semuanya untuk seorang perempuan bernama Puan. Perempuan itu suatu saat akan datang dan saya disuruh menunggunya!"
Tatapan perempuan itu menerawang. Teringat pertemuan pertamanya dengan orang asing berambut emas bernama Tuan Anthony.
"Ternyata yang dikatakan tuan benar. Kini, nyonya sudah ada disini. Berarti tugas saya menunggu di rumah ini sudah selesai!" lanjut perempuan itu.
Puan tidak percaya kalau selama ini Anthony tinggal tidak jauh. Kalau saja dia tahu, Puan akan rajin menjenguknya di tempat ini.
"Ternyata yang dikatakan Tuan Anthony benar. Nyonya sangat cantik! Mulai saat ini nyonya akan tinggal disini, kan? Saya sangat senang karena tidak kesepian lagi!"
"Tinggal disini?"
Puan terkejut mendengar ucapan perempuan itu. Ternyata Anthony sudah menyiapkan segalanya untuk Puan.
"Iya, Nyonya. Dulu tuan selalu berdiri di tepi pantai seperti sedang menunggu. Saya melihatnya sejak bekerja disini. Selama sepuluh tahun, tidak siapapun yang datang. Tuan kelihatan sangat sedih dan memilih pergi," lanjut perempuan itu.
Puan gemetar. Ternyata selama sepuluh tahun, Anthony menunggunya!!!
*****
Ratih sangat senang karena keinginannya menaiki ayunan langit sudah terwujud.
__ADS_1
Namun, wajahnya langsung pucat begitu melihat sosok ayahnya datang.
"A-ayah?"
"Apa yang kamu lakukan disini, Ratih?"
Ternyaya Jaka juga ada di pasar itu. Dia memang sering bolak balik ke tempat itu.
"Tadi Ratih aama Ibu, Yah. Terus Ratih dan Kak Bayu habis bermain ayunan."
Jaka melihat anak muda di samping puterinya.
"Assalammualaikum, paman. Tadi Dek Ratih yang memaksa saya untuk ikuti bermain ayunan!" jelas Bayu dengan sopan.
"Eeeh siapa bilang saya maksa kakak?"
"Iya, beneran. Kan tadi kamu yang maksa saya ikut!"
Ratih dan Bayu malah berebut omong.
Jaka melihat ke sana ke sini dan mencari sosok Puan.
"Lalu, di mana ibumu?"
Ratih terdiam. Dia baru ingat tak melihat ibunya sejak tadi
"Tadi ada kok, Yah. Mungkin sedang belanja di pasar."
"Ratih! Ibumu tidak pernah ke tempat ini. Ibumu bisa saja tersesat!"
Jaka mulai khawatir. Dia merasa sesuatu telah terjadi pada istrinya.
"Nanti Puan cari, Yah. Ayo, Kak!"
Jaka hanya terdiam melihat puterinya pergi bersama Bayu. Dia memang sudah lama mengenal Bayu karena dia adalah putera ulama di pesantren tempatnya belajar agama.
Sepuluh tahun yang lalu. Jaka sempat bertemu dengan Anthony. Dia berkata akan pergi jauh dan tak akan kembali. Ada sesuatu yang Jaka tutupi dan tidak diceritakan kepada Puan.
__ADS_1
Anthony menitipkan harta bendanya untuk Puan. Mungkinkah kini Puan mengetahui apa yang sudah terjadi pada Anthony???
*****