KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
SANG PENJAGA #1


__ADS_3

Disebuah kedai di pesisir pantai.


"Benar! Kapal karam itu berisi emas. Kita bisa kaya kalau bisa sampai ke pulau itu!" ujar seorang laki-laki bertubuh tambun sambil menyeruput kopinya.


"Tapi tidak seorangpun yang berani ke pulau itu. Katanya di sana ada silumau harimau!" celetuk orang lain yang berbadan kerempeng.


"Halaah! Itu cuman mitos doang. Mana ada siluman harimau. Cerita itu ada agar tidak ada seorang pun yang sampai ke sana dan mengambil emas-emas itu. Pokoknya, besok malam aku akan ke sana!"


"Gila kau! Kalau benar ada siluman harimau, apa yang akan kau lakukan? Mati kutulah kau!"


"Sialan! Tenang sajalah. Aku punya sesuatu yang bisa membuat siluman itu binasa! Aku akan mendapatkan harta karun sekaligus kulit harimau!"


Laki-laki bertubuh besar itu tertawa lepas. Dia sudah merasakan kesenangan meski belum melakukan apapun.


*****


Sementara itu, Puan masih saja seperti anak kecil. Dia berlarian dengan bertelanjang kaki. Biasanya kakinya tak pernah luka. Kali ini, sebuah ranting membuat kakinya sedikit berdarah.


"Aduh! Kenapa mesti berdarah, sih? Padahal hanya menginjak kayu kering!"


Puan terduduk. Merasakan kakinya terasa pedih.


Anthony yang sedang mengambil rumput sedikit terpengaruh dengan apa yang terjadi dengan Puan.


"Ada apa?"


"Kakiku berdarah, Tuan. Biasanya aku tak pernah terluka meski berlari kencang," jawab Puan sembari meringis.


Anthony meletakan rumputnya di keranjang dan menghampiri Puan.

__ADS_1


"Makanya kamu itu harus sadar diri. Hanya anak kecil yang berlarian kesana kemari!"


Puan cemberut.


"Kalau mau memarahi lebih baik jangan kesini. Aku gak minta bantuan Tuan, kok!"


Puan berusaha berjalan sendiri. Namun, tubuhnya malah limbung. Seperti biasa, Anthony dengan cepat menarik tubuhnya sebelum jatuh.


"Kenapa sih, kamu itu sangat suka jatuh ke dalam pelukanku?"


Puan melotot. Sepertinya pertengkaran itu akan mulai lagi.


"Iikh! Siapa yang mau dipeluk, Tuan. Jangan ge er deeh!"


Puan meronta, berusaha lepas dari pelukan Anthony.


"Sudahlah! Kau kan tahu aku adalah penjagamu. Sudah seharusnya aku selalu ada disampingmu. Ayolah! Aku akan menggendongmu."


Sejujurnya, Puan memang sangat senang bila berada dalam gendongan Anthony. Apalagi ketika sedang berjalan layaknya seperti terbang.


Anthony memeriksa kaki Puan dengan saksama. Darah segar yang keluar dari lukanya membuat naluri vampir Anthony sedikit terpengaruh.


Tenggorokan Anthony tiba-tiba terasa sangat kering. Membayangkan menghisap darah Puan . Pasti sangat menyegarkan. Namun, sedetik kemudian dia tersadar. Puan bukanlah mangsa.


Perkataan Dato Kumbang kembali terngiang. Sebelum Puan mencapai tingkat sempurna, tubuhnya akan melemah.


Anthony merobek bajunya dan mengikat kaki Puan. Dia juga melepaskan sepatunya.


"Pakailah! Kakimu tidak boleh menginjak benda keras dulu!"

__ADS_1


"Tapi kaki Tuan tidak ada pelindung lagi!"


"Aku tak perlu berjalan. Aku kan bisa terbang."


"Benarkah, Tuan?"


"Tentu saja benar. Aku bahkan sering terbang di atas rumahmu!"


"Aku juga mau terbang, pasti sangat menyenangkan. Aku akan terbang seperti burung dan keluar dari pulau ini!"


Anthony tertegun mendengar ucapan Puan.


"Apa benar kamu ingin keluar dari pulau ini?"


Puan langsung mengangguk.


"Kata Tuan, dunia itu sangat luas lebih dari pulau ini. Aku ingin melihat dunia itu, Tuan!"


"Dunia memang sangat luas tapi sekaligus sangat berbahaya. Lebih liar dari kehidupan di hutan. Kau tidak akan pernah tahu mana teman atau lawan!"


Puan mendengarkan penjelasan Anthony dengan saksama.


"Tapi aku tetap ingin melihat dunia luar. Kan ada Tuan yang akan menjagaku!"


Anthony mendongak dan melihat mata Puan bercahaya.


"Aku tidak sebaik perkiraanmu. Mungkin saja suatu saat aku akan pergi!"


Puan terdiam, cahaya dimatanya sedikit redup. Dia tidak bisa membayangkan kalau Anthony pergi darinya. Sebagian hatinya juga akan ikut menghilang.

__ADS_1


*****


__ADS_2