KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
JUJURLAH PADAKU #1


__ADS_3

Ketika Dara berada di dalam pelukan Alex. Gadis itu tidak bisa memungkiri perasaannya masih sama bahkan tumbuh semakin besar. Padahal Dara sudah jarang bertemu dengan dokter Alex.


Menatap mata biru dokter Alex, Dara merasa menyelam ke dalam lautan yang sangat dalam, kemudian terbang ke angkasa sampai ke bulan. Aah! Dara benar-benar sudah jatuh cinta.


"Eeh maaf, dok! Aku terlalu antusias dengan gaun ini," ungkap Dara yang tersadar dari lamunannya. Dia pun melepaskan pelukan dokter Alex.


Alex sendiri malah gugup, hatinya sudah berkata jujur meski kepalanya berusaha tetap bertahan.


"Hati-hatilah! Gaun itu bukan untuk akrobat," ucap Alex sedikit bergurau.


Dara manyun, "memangnya aku pemain sirkus!"


Alex tersenyum. Meskipun Dara terlihat tegar terkadang sikap manjanya masih ada.


"Lalu, tadi itu apa? Berputar-putar seperti pemain sirkus kan?"


"Dokter!" sergap Dara dengan muka merah karena menahan kesal.


Seharusnya, Dara berniat kelihatan cantik di depan dokter Alex. Tapi malah jadi bulan-bulanan ledekannya.


"Ya, sudah. Aku mau pergi saja!" ujar Dara seraya ngeluyur pergi.


Alex hanya tersenyum melihat tingkah Dara. Sebenarnya, Alex ingin sekali menahannya dan berkata jujur. Namun, dia harus bisa mengendalikan hatinya sekuat mungkin.


Akhirnya, Alex hanya bisa menarik napas panjang dan meletakan telapak tangan di dadanya. Degup itu masih ada!


*****


"Ada seseorang yang akan ibu kenalkan padamu, Dara," ucap Nara sambil menggandeng puterinya.


"Siapa, bu? Oh iya, aku ingin tahu mengapa banyak orang di rumah ini. Siapakah mereka?"


Dara baru sadar banyak orang di rumah dokter Alex. Dia tidak mengenal mereka satupun.


"Panjang ceritanya, mereka adalah saudara kita yaitu siluman harimau. Ratu Puan sudah memanggil mereka ke sini. Ada seseorang yang harus kamu kenal! Dia adalah pamanmu, Keanu. Kami terpisah ketika kecil karena suatu peristiwa menyedihkan!" ungkap Nara.


"Jadi, ini adalah Dara, keponakanku?" tanya Keanu ketika tahu jiwa Dara sudah kembali.


"Iya, pa-paman. Saya adalah Dara!" jawab Nara sedikit gugup. Dia baru pertama kali merasakan punya seorang paman.


"Kamu adalah anak yang baik sampai Ratu Puan menitis pada dirimu. Aku sangat senang memiliki keponakan sepertimu!" jelas Keanu tentang perasaannya.


"Aku juga senang bisa punya paman. Selama ini ibu hanya sendirian. Hanya Dato Patra yang kami miliki. Tapi, dimanakah Dato Patra, bu? Mengapa beliau tidak kelihatan?"


Dara baru sadar kalau tidak melihat kakeknya.

__ADS_1


"Entahlah, Dara. Sejak Ratu Puan menitis padamu, Dato Patra belum kelihatan. Padahal ibu ingin beliau hadir di sini!" ungkap Nara sedikit sedih. Dia ingin Dato Patra melihatnya bisa bahagia lagi.


"Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya serius sekali?"


Diva muncul dengan memakai setelan jas yang membuatnya semakin tampan. Dari jauh dia sudah memerhatikan Nara yang juga kelihatan cantik. Dia sangat senang akan menjalani kehidupan bersama Nara selamanya.


"Ini Dara, Diva. Dia datang untuk menyaksikan kebahagiaan kita!" jelas Nara.


"Ja-jadi, kamu adalah Dara. Aku sangat senang kamu sudah kembali!" Diva hampir saja memeluk Dara yang sebentar lagi menjadi puterinya juga. Untung saja niatnya itu batal ketika Alex muncul.


"Apakah acaranya akan dimulai?" tanya Alex yang sudah memakai setelah jas. Wibawanya sangat kelihatan seperti bangsawan kerajaan.


Dara terkesima melihat dokter Alex setampan itu. Namun ketika mata mereka bertemu, Dara langsung membuang pandangannya ke arah lain.


Alex hanya tersenyum melihat sikap Dara yang masih kekanakan. Itulah yang disukai Alex darinya. Membuat jiwanya kembali muda dan berwarna.


Diva memerhatikan sikap majikannya yang sedikit berbeda. Tuan Alex lebih banyak tersenyum dan selalu memandangi Dara. Tatapannya sangat berbeda jika sedang bersama Ratu Puan. Diva tersadar, tuannya itu juga menyukai Dara. Sedangkan, jika bersama Ratu Puan, tuan Alex selalu memandanginya dengan kesedihan.


Acara pernikahan Nara dan Diva akhirnya berlangsung. Sekilas, Nara melihat sebuah bayangan yang sangat dikenalnya. Dia adalah Dato Patra. Nara semakin bahagia karena semua keluarganya sudah berkumpul.


Acara pernikahan itu berjalan dengan lancar. Akhirnya Nara dan Diva sudah dipersatukan untuk selamanya.


Dara sangat senang karena ibunya sudah ada yang menjaga. Meskipun, ada sedikit kesedihan karena tidak bisa di samping ibunya lebih lama.


"Jadi, kalian semua adalah manusia harimau seperti aku?" tanya Dara ketika bersama anak-anak siluman harimau. Mereka sebaya dengannya.


"Apa benar kamu ini bukan Ratu Puan? Aku takut bicara ngomong salah di depanmu!" ucap seorang dari mereka.


"Iya, jadi kamu Dara, ya?"


Dara tertawa kecil melihat mereka semua kebingungan.


"Tentu saja, aku adalah Dara! Lihatlah, aku bisa begini tahu!"


Dara melompat tinggi. Namun ketika angin berhembus kencang membuat gaunnya tersingkap. Dia pun segera memegangi gaunnya itu kuat-kuat.


Semuanya pun tertawa. Jelas, gadis di depannya bukanlah Ratu Puan. Tingkahnya menggemaskan sekali.


Alex memerhatikan Dara dan para siluman harimau dari jauh. Ketika gaun Dara tersingkap, hampir saja dia terbang agar bisa menutup bagian tubuh Dara yang terlihat. Untung saja, Dara sigap dan bisa memegang gaunnya itu. Lagi-lagi, Dara membuatnya tersenyum.


"Tuan ...,"


Alex terkejut. Tiba-tiba Diva sudah ada di sampingnya.


"Aah! Mengapa kamu selalu datang tiba-tiba," ungkap Alex sedikit kesal.

__ADS_1


"Seharusnya tuan tahu kedatangan saya. Bahkan kertas terbang pun pasti bisa tuan dengar. Sepertinya perhatian tuan sedang tertuju kepada Dara!" tegur Diva terus terang.


Alex tertegun. Tak menyangka Diva bisa membaca pikirannya. Hampir saja, Alex lupa kalau Diva juga seorang vampire.


"Tidak, bukan seperti itu! Aku tidak jatuh cinta padanya."


"Maaf, tuan. Saya tidak mengatakan seperti itu!" tegas Diva.


"Memangnya aku bicara soal apa?" tanya Alex yang sepertinya sudah keceplosan soal hatinya.


Diva hanya geleng-geleng kepala. Ternyata tuannya benar-benar sudah jatuh cinta dengan Dara yang kini menjadi puterinya.


"Sepertinya mulai sekarang tuan harus hati-hati. Dara adalah puteri saya. Jadi anggap saya sebagai bapak mertua!" ledek Diva.


"Apa? Bapak mertua? Memangnya aku akan menikah dengan Dara?" Alex melotot.


Diva tertawa lepas. Baru kali ini melihat tuannya kebingungan seperti baru pertama jatuh cinta.


*****


Di lain tempat, Nara menemui Dato Patra yang hanya menyaksikan pernikahannya dari kejauhan.


"Terima kasih Dato sudah mau datang. Saya sudah mencari Dato kemana-mana. Ini adalah kakakku, Dato. Namanya Keanu," ucap Nara sambil membawa kakaknya.


"Salam kenal, Dato. Saya adalah Keanu, kakaknya Nara. Ketika peristiwa pembunuhan itu, kami terpisah. Terima kasih sudah menjaga adik saya, Dato!" ungkap Keanu penuh perasaan.


Dato Patra tersenyum. Dia sangat senang karena Nara sudah mempunyai keluarga.


"Syukurlah kalian sudah bertemu lagi. Sepertinya tugas Dato sudah selesai. Kalian hiduplah dengan damai. Sampaikan salamku kepada Ratu Puan!"


"Tapi, aku harap Dato tetap disini. Dara pasti sangat merindukan Dato!" Nara mencoba menahan kepergian Dato Patra.


"Dara sudah dewasa. Dia juga akan menemukan takdirnya sendiri. Aku yakin Dara akan bahagia bersama orang yang dicintainya."


Mata Dara berbinar. "Apakah nanti Dara akan bertemu jodohnya, Dato?"


"Aku rasa, Dara sudah menemukannya!" Dato Patra mengalihkan pandangannya kepada tuan Laex yang selalu memerhatikan Dara meski dari kejauhan.


"Jangan-jangan ..., apakah orang itu dokter Alex? Tapi, dia adalah pasangan Ratu Puan?" tanya Nara penasaran.


Dato Patra hanya mengangguk. "Takdir sudah mencatat hidup setiap manusia. Cinta selalu ada tapi belum tentu berjodoh. Seperti dirimu sekarang ini. Kamu sudah menemukan laki-laki lain selain suamimu.Tuan Alex juga demikian. Meski Ratu Puan selalu di dalam hatinya tapi kehadiran Dara membuatnya menjadi manusia yaitu merasakan cinta!"


Nara tertegun mendengar penjelasan Dato Patra mengenai laki-laki yang akan mendampingi Dara. Dia adalah dokter Alex!


*****

__ADS_1


__ADS_2