KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
PERBURUAN HARTA KARUN #1


__ADS_3

Alex teringat apa yang dikatakan Jack soal harta karun di kapal karam yang pernah mereka naiki. Dulu, Alex memang sudah mengeluarkannya dari dalam kapal sebelum tenggelam.


Namun, hanya sebagian yang dibawanya dan sebagian lagi disimpannya disuatu tempat. Alex sengaja meninggalkannya untuk Puan. Sampai sekarang harta karun itu masih ditempatnya semula.


"Bagaimana keadaanmu, Diva?" tanya Alex ketika Diva muncul sambil membawa nampan seperti biasa.


"Sudah baikan, tuan. Besok saya akan mencari keberadaan kedua vampir itu!" jawab Diva seraya meletakan gelas berisi darah sapi itu di atas meja.


"Untuk sementara, kedua vampire itu tidak akan ke pulau kumbang. Mereka tidak berani karena ada manusia siluman harimau. Tapi, minumlah darah itu, lukamu akan cepat sembuh!"


Diva menggeleng. Dia sangat ingin menjadi manusia meski kehilangan kekuatan vampirenya.


"Tidak, tuan. Saya masih bisa bertahan hidup meski tanpa darah," jawabnya.


"Apa yang kamu minum selama ini?" tanya Alex penasaran


"Hanya minuman seperti manusia biasa, tuan. Tapi, saya sudah menyuntikan ekstrak darah seminggu sekali," terang Diva.


Alex sangat terkejut mendengar jawaban Diva. Dia pernah meneliti tentang ekstrak darah manusia namun tak pernah berani memakainya. "Ekstrak darah manusia?"


"Iya, tuan. Dulu, tuan sering membuang ekstrak darah itu dan saya sudah memakainya. Maafkan saya karena tidak mengatakannya kepada tuan!'


"Tapi ekstrak darah manusia itu sangat berbahaya. Kau bisa tertular penyakit menular!"


"Tapi saya baik-baik saja, tuan!"


Alex menarik napas panjang. Dia sangat mencemaskan Diva.


"Ada yang lebih parah lagi, Diva. Jika terlalu sering menggunakannya, kau akan berubah menjadi makhluk yang lebih mengerikan dari vampire!"


Diva tertegun. Dia tidak menyangka reaksinya bisa separah itu. "Tidak terjadi apa-apa, tuan. Lihatlah, saya masih seperti biasa!"


Alex hanya diam saja meski sangat khawatir. Berharap tidak terjadi hal buruk pada Diva.


****


Harry masih berada di rumahnya. Seminggu lagi, acara perpisahan anak muridnya akan diadakan di sana. Dia membayangkan betapa meriahnya acara itu.


Tiba-tiba, sekelebat bayangan muncul. Harry hampir melompat karena terlalu kaget.

__ADS_1


"Sialan! Mungkin hanya cahaya saja," gerutunya.


Harry berdiri dan bersiap untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Apakah kau Harry?"


Harry sangat terkejut dan hampir terjatuh ketika dua orang asing muncul dihadapannya. "Si-siapa kalian?" tanyanya dengan suara gemetar.


"Aku adalah Jack dan Daniel. Kami akan menemui ayahmu, Tuan Iskandar!" jawab Jack santai.


Harry teringat perkataan ayahnya kalau sudah memanggil vampire untuk membunuh manusia harimau.


"A-apa kalian vampire?"


Jack dan Daniel saling pandang. Kemudian mereka tertawa kecil.


"Jadi kamu sudah tahu siapa kami, ya?"


"Ayahku sudah cerita. Tapi dia tidak di sini!"


"Oh, baiklah. Kami akan menunggunya disini sampai datang! Cepat bawa dia kesini!" ucap Jack seraya duduk diatas sofa. Daniel juga mengikutinya.


"Mengapa kalian bisa datang secepat ini? Ayahku bilang kalian kesini sebukan lagi!"


Harry masih gemetaran. Dia pun segera mengeluarkan hapenya dari dalam kantong celana.


"Hallo, ayah. Mereka sudah sampai di rumah!"


"Biarkan mereka tinggal disana!" jawab Pak Iskandar dari seberang.


"Tapi, ayah. Aku akan mengadakan acara disini!"


"Nanti juga mereka akan ke pulau kumbang!"


Harry tak bisa membantah ayahnya.


"Baiklah! Kalian bisa tinggal disini dulu."


"Oke!"

__ADS_1


Harry benar-benar tidak mengerti dengan ayahnya. Seharusnya masalah mereka hanya dengan manusia siluman harimau. Mengapa harus meminta bantuan vampire segala. Harry mulai meragukan keinginan ayahnya!


*****


Saka tetap mendampingi orang asing yang baru saja ditemuinya sampai menyeberang ke Pulau Kumbang. Yang disesalkan Saka adalah tak bisa mengingat kejadian semalam. Seluruh tubuhnya sakit semua dan juga ada sedikit luka.


"Jadi, kamu adalah seorang polisi?" tanya Keanu, orang paling tua diantara para siluman harimau.


Saka mengangguk. "Iya, aku adalah polisi. Sebenarnya kalian ini siapa? Apa kalian tinggal di satu kota?" Saka malah balik bertanya.


"Tidak! Kami berasal dari lain kota. Bahkan kami tidak saling mengenal!"


"Tidak saling mengenal? Lalu, siapa yang sudah mengumpulkan kalian?" Saka bertambah penasaran.


Tiba-tiba beberapa mobil beriringan muncul dan salah satunya berhenti di depan mereka.


Seorang gadia cantik muncul dari salah satu mobil.


"Selamat datang semua saudaraku. Silakan ikut bersamaku!"


Gadis itu adalah Puan. Semuanya mengenali siapa dia.


"Terima kasih, Ratu Puan. Saya senang sekali bisa bertemu dengan Ratu!" ucap Keanu seraya membungkuk.


Saka mengenali kalau gadis itu adalah Dara.


"Da-dara?!"


Puan menoleh. Dia mengenal Saka.


"Kak Saka, maaf sudah merepotkan. Mereka semua ada saudaraku!" jelas Puan agar Saka tidak curiga.


"Oh, saudaramu? Kenapa mereka tidak bilang. Tapi, mengapa mereka memanggilmu Ratu Puan?" tanya Saka lagi.


Puan tersenyum, "itu sebutanku ketika masa kecil. Maaf, kami pergi dulu!"


Puan segera masuk ke dalam mobil. Tak lama mobilnya melaju meninggalkan tempat itu bersama mobil yang lain.


Saka hanya berdiri tertegun. Dia semakin tak mengerti. Sebenarnya siapakah Dara?

__ADS_1


*****


.


__ADS_2