KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
REINKARNASI #1


__ADS_3

TIGER ISLAND, 2000


Kini setelah puluhan tahun berlalu, pulau kumbang tidak lagi menyeramkan dan menakutkan. Namanya lebih dikenal sebagai Tiger Island. Sebuah kota berkembang dengan fasilitas modern. Pembangunan perumahan dan tempat bisnis di mana-mana. Membuat tempat itu menjadi semakin sesak.


Tiger Island bukan hanya dihuni para siluman harimau. Sejak Ratih menikahi manusia biasa, siluman harimau lain juga melakukan hal yang sama. Mereka hidup berdampingan dalam damai.


Tapi ada sesuatu yang berubah. Siluman harimau semakin jarang karena pernikahan dengan manusia biasa. Bahkan keberadaan mereka hampir punah.


Namun, kegelapan akan selalu ada kapan dan di manapun. Manusia biasa bisa menjadi serigala dan memangsa siapapun bahkan lebih kejam dari binatang.


Kerajaan siluman harimau semakin tersudutkan. Hanya sebagian kecil yang tetap meneruskan tradisi dan membasmi kejahatan. Melindungi tempat leluhur mereka dilahirkan.


Di sebuah sudut kota, seorang gadis berjalan cepat melewati jalanan sempit dan gelap. Wajahnya sangat pucat seperti sedang ketakutan.


Sebuah bayangan mengikuti gadis itu. Sepertinya dia hendak melakukan kejahatan.


Gadis itu berjalan terlalu cepat sehingga tidak memerhatikan jalanan. Tubuhnya pun limbung dan jatuh ke tanah ketika kakinya menginjak batu.


"Aaakh!"


Terdengar suara teriakan gadis itu. Namun tidak ada siapapun di sana.


Bayangan itu semakin mendekat. Sementara si gadis tambah ketakutan. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Bahkan tak sanggup untuk berdiri lagi.


Bayangan tanpa wajah itu berhenti dan mengeluarkan sebilah pisau.


"Serahkan tasmu! Jika tidak, aku akan membunuhmu!" ucap bayangan itu sangar.


"Ti-tidak! Jangan ambil tasku. Pergilah!"


Gadis itu tetap mempertahankan tasnya karena disana ada uang gaji yang baru saja diterimanya. Uang itu sangat berharga untuk membayar rumah kontrakan dan keperluan sekolah anaknya.

__ADS_1


"Heh! Elo ga sayang sama nyawa, ya? Sini, berikan!"


Bayangan itu mengambil tas dan ditariknya kuat-kuat.


Tiba-tiba, seseorang menendangnya dari belakang. Bayangan itu sampai jatuh terjelembab.


"Kurang aja! Siapa yang sudah menendangku?" tanya bayangan itu geram.


Seorang perempuan berdiri gagah di depannya. Parasnya sangat cantik dengan rambut pendek. Wajahnya bersinar dan matanya lebar. Di lehernya tergantung sebuah kalung cantik dengan liontin batu safir berwarna biru.


"Ya! Aku yang sudah menendangmu! Hadapi aku kalau berani. Jangan ganggu perempuan tak berdaya itu!" ujar gadis itu tanpa takut sedikit pun.


"Kurang ajar! Aku akan membunuhmu!"


Penjahat itu segera menghunuskan pisaunya. Namun gadis muda itu dengan sigap mengelak bahkan kembali memberikan tendangan. Sekali lagi penjahat itu terjatuh.


"Sialan! Awas, lain hari gue akan membunuh loh!"


"Terima kasih, sudah menolongku. Namamu siapa?"


Gadis itu tersenyum.


"Namaku Dara!"


Ya! Gadis itu adalah Dara. Dia sudah cukup banyak menolong orang. Meski masih duduk di bangku SMA tapi kemampuan beladirinya sangat baik. Dengan begitu bisa melawan penjahat dan melumpuhkan mereka dengan mudah.


"Daraaa! Kamu pulang terlambat lagi. Kamu itu mau ibu hajar, ya!"


Sesampainya di rumah, Dara langsung disambut seorang perempuan setengah tua dengan sapu ditangannya. Dia adalah Ibu Dara.


"Ampun, bu. Tadi ada penjahat yang mau merampok. Dara kan gak bisa diam saja. Kasian perempuan itu!" sungut Dara.

__ADS_1


"Tapi kamu itu bukan polisi atau jagoan. Jangan nyari masalah, kamu sendiri bisa terluka!"


Ibu Dara terus saja mengejar anak gadisnya yang sedikit nakal. Dara sendiri berlarian ke sana ke mari menghindari sabetan sapu ibunya.


Pemandangan itu sudah tidak aneh lagi. Bahkan tetangga cuek saja dan pura-pura tidak mendengar.


Dara memang tidak bisa mengendalikan diri jika melihat kejahatan di depan matanya. Dia merasa ada sesuatu yang membuat tubuhnya sangat ringan dan lincah namun mempunyai kekuatan yang sangat besar.


Mungkin kekuatan itu berasal dari kalung dengan liontin biru safir yang melekat di tubuhnya sejak kecil.


Bagaimana kisah Dara selanjutnya? Apakah kalung itu akan membawanya menuju kepada sang takdir?


Malam semakin larut. Dara sudah tertidur pulas. Ibu Dara, Nara kelihatan sangat gelisah.


Tiba-tiba, Nara berdiri. Dia merasakan kehadiran seseorang.


"Dato ...?"


Nara menyebut nama seseorang. Dia pun membuka pintu rumah. Seorang laki-laki berpakaian serba putih dan bersorban tengah berdiri di depannya.


"Assalammualaikum," sapa laki-laki yang dipanggil Nara sebagai Dato.


"Waalaikumssalam, Dato!"


"Sudah waktunya, anakmu mengetahui tentang takdirnya!"


Wajah Nara semakin pucat.


"Dara masih terlalu muda, Dato. Usianya baru tujuh belas tahun dan sekolah di SMA. Apa tidak nanti saja kalau sudah lulus sekolah?"


"Takdir tidak pernah salah memilih orang. Dara sudah memiliki tanda sejak dilahirkan. Dia harus bertemu takdirnya yaitu sebagai siluman harimau!"

__ADS_1


*****


__ADS_2