
Jaka langsung membawa pulang Puan yang masih tak sadarkan diri. Namun di sepanjang jalan airmata Puan tak juga berhenti mengalir.
Sejenak keraguan hadir di hati Jaka. Akankah dia bisa menggantikan Anthony di dalam hati Puan?
"Ada apa dengan Puan, Jaka?"
Dato Kumbang menyambut Jaka dengan pertanyaan.
"Lihatlah, Dato! Orang asing yang Dato percaya malah meninggalkan Puan yang tak sadarkan diri sendirian!" jawab Jaka dengan penuh Amarah.
"Tuan Anthony tidak pernah seperti itu. Dia akan selalu menjaga Puan setiap waktu!"
Jaka tersenyum tipis dan meletakkan tubuh Puan di atas tempat tidur.
"Sifat orang pasti akan berubah, apalagi orang asing itu adalah Vampir. Suatu saat, Puan bisa menjadi mangsanya!"
Dato Kumbang hanya terdiam. Dia harus bicara dia dengan Anthony dan mendengar kejadian sebenarnya.
*****
Sementara, Anthony kembali ke gua tempat tinggalnya. Menghabiskan waktu dengan termenung.
Perasaan itu begitu kuat. Darah panasnya masih menggelora. Tak sanggup kehilangan Puan.
Yang terjadi, Anthony bukannya merapikan barang-barang malah menghancurkan semuanya. Tak ada guna lagi, dia menyimpan barang-barang yang hanya menimbulkan luka.
Tanpa sadar, Anthony mengangkat sebuah peti dan menghancurkannya. Dari dalam peti keluar sebuah gaun berwarna putih agak kusam yang pernah dipakai Puan.
Kenangan itu pun hadir. Saat Puan mengenakan gaun itu seperti pengantin. Kepedihan membuat amarah Anthony memuncak. Dia berniat membakar gaun itu agar semua kenangan juga ikut lenyap.
__ADS_1
Api sudah memerah, Anthony membakar barang-barangnya. Termasuk buku-buku yang sudah habis dibacanya selama sepuluh tahun.
Dia menyisakan baju-baju bangsawan yang masih bisa dipakai. Juga uang koin yang bisa dipakai nanti.
Terakhir adalah gaun yang pernah dipakai Puan. Gaun itu sudah berada di tangannya siap untuk dilemparkan ke dalam api.
Bayangan Puan yang memakai gaun itu pun terlintas. Dia sangat cantik seperti setangkai bunga melati yang harum mewangi.
"Puaan ...."
Tanpa sadar, Anthony menitikkan airmata. Sesuatu yang sangat aneh. Dia adalah seorang vampir yang sudah lama mati. Air mata juga sudah lama mengering.
Anthony hanya memeluk gaun itu sambil membayangkan memeluk Puan. Airmatanya terus berderai tanpa henti.
*****
Jaka hampir lupa kalau sudah memberikan darahnya kepada Anthony. Dia juga merasakan apa yang dirasakan orang asing itu.
"Besok para tetua manusia harimau akan datang. Tiga hari lagi, pernikahan kalian bisa dilaksanakan!"
"Benarkah, Dato? Apa Puan sudah mengetahuinya?"
"Aku akan memberitahunya saat para tetua sudah datang semua. Aku sedikit khawatir karena manusia harimau yang masih muda juga akan datang. Mereka akan bereaksi jika bertemu dengan makhluk darah panas lainnya!"
Jaka mengerti siapa yang dimaksud Dato Kumbang.
"Saya pastikan Anthony akan pergi malam ini juga!"
Puan hanya tertegun setelah mendengar percakapan Dato Kumbang dan Jaka. Ternyata, dia bersembunyi di balik pintu.
__ADS_1
Tiga hari lagi pernikahannya akan berlangsung!
*****
Anthony sudah menyiapkan barang-barang yang akan dibawa pergi. Tadi sore, dia bertemu dengan pemancing di sisi pulau.
Laki-laki muda itu sangat berani mendatangi pulau yang terkenal angker itu sendirian.
Ternyata dia sudah beberapa kali datang ke pulau itu untuk memancing. Pertamanya, laki-laki muda itu heran karena ada orang asing di sana.
"Apa kau tidak takut bertemu makhluk mengerikan di pulau ini?"
"Saya sudah sering kesini, Tuan. Tapi gak pernah bertemu makhluk siluman harimau seperti yang orang ceritakan!"
Anthony menatap anak muda itu lekat. Dia melihat keberanian dari matanya.
"Bukan siluman harimau, tapi vampir!"
Seketika Anthony berubah menjadi makhluk mengerikan penghisap darah.
Anak muda itu sangat terkejut tapi dia tidak kabur ketakutan. Dia menatap Anthony sambil memegang erat alat pancingnya sebagai senjata.
"Apa menurutmu, kamu akan menang jika melawanku?"
"Aku akan melawan hingga mati!"
Anthony tersenyum tipis. Dia sudah menemukan seseorang yang akan mendampinginya ke dunia manusia.
****
__ADS_1