KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
SANG PERAMAL #2


__ADS_3

Puan memandangi langit di balkon kamarnya. Langit sangat cerah dengan bertabur bintang-bintang. Kerinduan hadir menyusup diam-diam. Membuatnya memikirkan seseorang yang selalu mengisi hatinya. Apakah Tuan Anthony juga sedang melihat langit? Apakah kerinduan juga hadir di dalam hatinya?


Sosok gadis di balkon yang sedang memandang langit malam juga terpancar di mata Gisel. Sosoknya sangat muda dengan penampilan masa kini. Tidak! Gadis itu bukanlah yang dahulu ada dalam ramalannya.


Anthony atau Alex juga sedang melihat langit. Hanya saja di sana sedang siang hari. Matahari tidak bersinar seperti di Pulau Kumbang. Hanya terasa hangat bahkan cenderung dingin.


Dulu, semua vampire putih sangat takjup melihat Anthony bisa berjalan dalam terang. Mengira kalau dia mempunyai kekuatan di atas vampire biasa. Untuk itulah Raja langsung menjadikan Anthony menjadi panglima.


Semua itu karena darah yang diberikan Puan. Aakh! Anthony mulai memikirkan Puan lagi. Seandainya Puan tidak memberikan darahnya, mungkin Anthony akan binasa.


Gisel hanya memerhatikan Anthony dari kejauhan. Apakah yang diramalkannya sudah menjadi kenyataan. Apakah gadis pujaan Anthony sudah menitis di tubuh gadis yang dilihatnya?


Tiba-tiba, pandangannya berubah gelap. Gisel merasa akan datang pandangan baru akan masa depan Anthony. Darah hitam vampire tumpah di atas tanah. Akan ada pertempuran besar sesama vampire. Anehnya di sekitar Anthony begitu banyak harimau.


Kemudian pandangannya beralih ke waktu yang berbeda. Anthony akan bersanding dengan gadis lain, bukan yang dilihat gisel dahulu.


Tidak! Gisel bersumpah tidak akan mengatakannya kepada Anthony. Kesalahannya dahulu tidak akan dilakukannya lagi. Dulu, Gisel mengatakan tentang ramalan tentang kekasih Anthony yang akan menitis. Setelah itu, dia langsung pergi dan tak kembali.


Anthony kembali masuk ke istana yang temaram, matahari tidak sampai ke sana. Dia pernah merasakan tinggal di tempat itu dalam waktu yang cukup lama.


Gisel baru bisa mendekati Anthony lagi setelah pindah ke tempat yang agak gelap, "apa yang membuatmu kembali, Anthony? Bukankah kau sudah menemukan gadis yang kau tunggu?" tanya Gisel yang penasaran tentang Anthony sekarang. Dia masih saja tidak bisa membaca pikiran Anthony.


Anthony menoleh dan tersenyum, "yang kau katakan benar. Kekasihku sudah menitis ditubuh gadis lain. Aku belum mengucapkan terima kasih kepadamu, Gisel!"


Gisel tertegun. Sudah lama tak mendengar Anthony menyebut namanya. Namun hatinya terlalu dingin untuk mempunyai rasa. Hanya bentuk apresiasi karena Anthony masih mengingatnya.


"Kamu tahu mengapa dulu aku memberitahukanmu soal itu. Aku tidak ingin menikahi laki-laki yang mempunyai gadis lain di hatinya. Lalu untuk apa sekarang kamu ada di sini?"


Anthony menatap Gisel lekat. Dia adalah gadis yang baik hati, hanya saja Anthony tidak bisa bersanding dengannya.

__ADS_1


"Ada vampire hitam yang akan sudah banyak memangsa manusia. Aku akan meminta izin untuk membunuh mereka!" jawab Anthony pasti.


Gisel tertegun. Yang dilihat dalam ramalannya ternyata benar.


"Kau tahu tidak boleh sembarangan membunuh sesama vampire!" ucap Gisel.


"Ya! Aku tahu. Makanya aku kembali untuk meminta izin Raja. Jika dibiarkan vampire itu akan banyak memangsa manusia yang tidak bersalah!" jelas Anthony lagi.


"Apa itu ada hubunģannya dengan kekasihmu?"


Anthony menatap Gisel lekat, "aku akan tetap melakukannya tanpa dorongan siapapun. Kau tahu dahulu begitu banyak pertempuran dengan vampire hitam. Itu aku lakukan karena mereka sudah melakukan banyak kejahatan. Bukan hanya kepada manusia tetapi kepada sesama vampire juga!"


Penjelasan Anthony cukup panjang. Gisel cukup mengerti kalau Anthony masih memiliki pemikiran yang sama seperti dahulu.


"Baiklah! Aku akan mendukungmu. Aku akan memberitahukan Raja akan kedatanganmu!" ungkap Gisel setelah mendengar penjelasan Anthony.


*****


Malam sudah datang. Saka masih berada di dalam sel. Hanya tinggal beberapa menit lagi sampai sipir menjemputnya.


Tiba-tiba, sebuah bayangan berkelebat di depan sel. Saka yang terduduk di pojokan bisa melihat sosok itu jelas. Dia adalah orang asing yang juga vampire.


Bayangan itu adalah Daniel. Dia sangat yakin kalau orang yang dimaksud Jack ada di dalah satu sel. Dia pun memeriksa para tahanan yang ada di dalamnya. Gerakannya sangat cepat sampai tidak seorang pun yang tahu kehadirannya.


Semua tahanan memang bersikap biasa saja sambil menahan perutnya yang keroncongan. Sebentar lagi makan malam tapi terasa sangat lama.


Jack terus memerhatikan para tahanan satu persatu. Tidak ada yang mencurigakan. Mungkin perkiraannya salah. Dia pun memilih untuk meninggalkan ruangan itu.


Tak lama kemudian, beberapa orang sipir muncul bersama petugas bagian makanan.

__ADS_1


"Sudah waktunya makan malam!" teriak seorang sipir sambil memukul jeruji satu persatu.


Semua tahanan bersiap di depan jeruji. Para petugas mulai membagikan nampan makanan satu persatu. Salah satu sipir adalah Karso.


"Kau, kemarilah!" ujar Karso yang menunjuk Saka.


Saka pun segera menghampirinya, "ada apa, pak?"


"Kau ikut denganku! Kau akan dipindahkan ke lapas yang lain sekarang juga!" ungkap Karso seraya membuka kunci sel.


"Baik, pak!" ucap Saka yang sudah mengetahui rencana sebelumnya.


Semua tahanan sibuk menyantap makanannya sehingga tidak terlalu memerhatikan Saka. Semuanya berjalan lancar sesuai rencana.


"Apa yang kau temukan?" tanya Jack ketika Daniel muncul.


Daniel menggeleng, "dia tidak ada disini!"


"Tapi, aku masih merasakan kehadirannya!" celetuk Jack.


Daniel diam sesaat, memutar ulang memorinya dan melihat apakah ada yang mencurigakan. Semua tahanan tidak seorang pun yang menyadari kehadirannya. Kemudian, Daniel teringat ada seorang laki-laki yang menatapnya tajam di salah satu sel. Jangan-jangan ....


"Aku tahu siapa dia!" Daniel pun segera menggerak menuju ke dalam sel yang ada anak muda itu. Wajahnya memang penuh luka, tapi matanya masih sama!


Para tahanan masih sibuk makan malam. Daniel segera mencari anak muda yang sempat melihatnya. Jelas dia memiliki kekuatan diatas manusia normal karena bisa melihatnya.


Setelah beberapa lama, Daniel tidak menemukan anak muda yang dimaksudnya. Sebenarnya, yang dia cari adalah Saka. Akan tetapi, saat ini Saka sedang menuju ke pintu ke luar lapas!


*****

__ADS_1


__ADS_2