KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
AKHIR SEBUAH KISAH #1


__ADS_3

Puan sangat senang karena Ratih sudah menemaninya kuliah. Dia juga berjanji akan belajar sungguh-sungguh. Masa depan manusia harimau ada di tangannya.


Seminggu sudah berlalu. Puan merasa tubuhnya semakin lemah. Dia menyadari kalau waktunya tidak banyak lagi.


"Aku sangat senang kamu ada di sini, Ratih. Aku jadi gak kesepian di kampus. Aku tidak mengenal satu pun dari mereka!" ujar Puan ketika dirinya dan Ratih berada di dalam taman kampus. Meskipun banyak mahasiswa namun Puan tidak mengenal mereka.


"Iya, Ra. Aku juga senang kita belajar sama-sama. Tapi ..., aku sedikit khawatir karena gak ada kabar dari kakakku! Bahkan handphonenya juga gak aktif," sahut Ratih dengan raut wajah sedihnya.


Puan mengusap bahu Ratih untuk menguatkannya. Sifatnya sama dengan Ratih, puterinya yang sangat dengan dengan ayahnya yaitu Jaka.


"Kakakmu baik-baik saja, Rat. Mungkin dia sibuk dengan tugas-tugasnya," ucap Puan menguatkan.


"Hhmm, kalian lagi ngomongin aku, ya?"


Tiba-tiba, Saka muncul. Spontan, Ratih sangat terkejut karena tidak tahu kedatangan kakaknya itu.


"Kak Saka! Ke mana aja, sih?!" celetuk Ratih sambil memasang muka masamnya.


"Aku ada tugas, adikku yang cantik. Apa kabar kamu, Dara? Maafkan kalau adikku ini sedikit bawel, ya!" ungkap Saka yang langsung menyapa Puan.


Puan tersenyum, "aku baik, kak. Ratih gak cerewet kok. Aku malah suka dengan celotehannya!" sahut Puan.


"Iih, emangnya aku burung, apa!"


Daka tertawa melihat sikap adiknya yang masih manja padahal sudah kuliah.


"Iya, kamu itu bukannya burung. Tapi jangkrik yang gak bisa berhenti siang malam!"

__ADS_1


"Kak Saka!!!"


Ratih langsung berdiri dan mengejar kakaknya yang sengaja menjauh. Saka sangat tahu cubitan adiknya itu sangat berbahaya.


Puan tertawa kecil melihat keduanya berlarian dan saling mengejar. Dia teringat masa kecil anak-anaknya yang selalu cerita. Jaka selalu menjaga anak mereka dengan baik.


"Kalian tunggulah disini! Aku akan mencari minuman. Kejar-kejaran tadi membuatku haus," ujar Saka yang masih ngos-ngosan.


"Eeeh, tunggu dulu. Aku gak mau kakak menghilang lagi. Jadi, aku aja yang membeli minuman. Kakak di sini aja dengan Dara. Jaga kakakku ya, Ra!" Ratih langsung berlari menuju kantin. Dia memang sengaja meninggalkan kakaknya bersama Dara.


"Lihatlah! Tenaganya seperti seekor harimau. Padahal aku aja udah kecapean!" celetuk Saka sambil menunjuk adiknya.


Puan tersenyum, puterinya juga seperti itu.


Saka terpaku melihat senyuman Puan. Dia harus menyampaikan sesuatu padanya.


Puan terperangah. Bagaimana Saka bisa tahu kalau dirinya bukanlah Dara, begitu juga soal Jaka.


"Bagaimana kamu tahu soal aku?" tanyanya penasaran.


Saka tersenyum, ternyata perkataan Jaka benar. Dia bicara dengannya tadi pagi.


"Sampaikan salamku kepada Puan. Dia pasti akan mengatakan sesuatu padamu!" kata Jaka yang berada pada bayangan Saka di dalam cermin.


"Puan? Siapakah dia? Apakah dia istrimu?" tanya Saka berkali-kali.


"Ya! Puan menitis pada diri Dara. Kamu pasti mengenalnya!" terang Jaka.

__ADS_1


Saka pun menyampaikan perkataan Jaka. Membuat Puan sangat terkejut dibuatnya.


"Kata Tuan Jaka, dia memintamu untuk kembali. Waktumu sudah tidak banyak! Kehidupan dunia fana dan dunia arwah sangat berbeda. Semua sudah ada jalan takdirnya masing-masing. Tidak seorang pun yang bisa mengubahnya!"


Lagi-lagi perkataan Saka membuat Puan termenung. Sebenarnya, dia bisa melihat masa depan keturunannya jauh lebih baik. Mereka menjadi lebih pandai dan menguasai pemerintahan di Pulau Kumbang. Dara pun menjadi seseorang yang sangat dihormati karena kepandaiannya dan menjadi pemimpin siluman harimau.


Tugas Puan sudah selesai. Namun mengapa dia enggan untuk kembali ke alamnya. Apakah karena tidak bisa bertemu dengan Anthony? Puan hanya tidak rela kalau mimpinya menjadi kenyataan. Dia lebih tenang jika Daralah yang menjadi pendamping Anthony.


*****


Jack dan Daniel merasa kalau tidak bisa lebih lama tinggal di dalam lapas. Dia harus menemukan jalan keluar dan menemukan tempat tinggal yang baru untuk membangun kerajaan vampirenya.


"Aku mengetahui ada seorang tahanan yang akan dihukum mati karena obat-obatan terlarang. Dia pasti mau menuruti kemauan kita kalau bisa lolos dari hukuman!" ungkap Daniel yang menemukan jalan keluar dari masalah mereka.


"Apa kita bisa mendapatkan tempat tinggal jika membantunya?" tanya Jack yang hampir putus asa. Kekayaannya di luar negeri sudah habis karena gaya hidupnya sendiri. Padahal perhiasan yang didapatnya dari kapal karam dibelikan rumah mewah seperti kastil di negaranya. Namun, kemewahan itu pun hilang dalam sekejap.


"Aku akan menanyakannya langsung. Tapi, kita bisa dengan mudah pergi. Bagaimana dengan vampire yang masih muda itu? Apa kita tinggalkan saja mereka?"


tanya Daniel lebih lanjut. Dia masih setia mengikuti kemauan Jack.


"Mereka bisa dijadikan umpan agar manusia harimau itu kembali. Hanya saja, mereka masih terlalu liar untuk dilepaskan," terang Jack.


Kali ini, Daniel ikut berpikir, "kita biarkan saja disini dulu agar perhatian para penjaga bisa teralihkan. Jadi kita dengan mudah membawa membawa tahanan itu keluar dari lapas!" ungkap Daniel lagi


"Oke, kita bisa mendapatkan manusia lain. Biarlah mereka akan menjadi kambing hitam sampai kita benar-benar pergi!"


Jack dan Daniel sangat yakin kalau bisa membangun kerajaan vampirenya di tempat lain. Pulau Kumbang akan mereka lupakan untuk sementara waktu.

__ADS_1


*****


__ADS_2