
Alex merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Dia sudah terlalu lama tak merasakannya. Sesuatu itu bukan soal Puan atau Dara. Ada hal lain yang lebih mengerikan.
Malam mulai menjelang, Alex melemparkan pandangannya ke luar jendela. Dari apartemennya di atas gedung bisa melihat ke seluruh kota. Lampu berkerlap-kerlip bertebaran seperti kunang-kunang yang dulu dilihatnya di Pulau Kumbang.
"Ada apa, tuan? Apa yang tuan lihat?" tanya Diva yang membawakan segelas darah sapi segar.
"Aku merasakan kehadiran vampire lain. Sepertinya mereka datang untuk melakukan sesuatu yang menakutkan!" ungkap Alex tanpa mengalihkan pandangannya.
"Saya tidak bisa merasakan apa-apa, tuan. Mungkin karena saya sudah terlalu tua!" celetuk Diva yang merasa kekuatan vampirenya sudah menghilang.
"Itu karena kau tidak meminum darah segar lagi! Kekuatan vampiremu sudah berkurang," ungkap Alex. Dialah yang sudah menjadikan Diva, vampire ketika sekarat dulu.
"Iya, tuan. Sudah cukup lama saya tidak meminumnya. Mungkin sejak bertemu dengan Nara!"
Alex menoleh dan mengambil gelas berisi darah segar dari tangan Diva. Dia pun meminumnya dengan sekali tenggak.
"Suatu saat aku juga ingin melakukannya. Tapi, darah binatang juga membuatku melemah. Aku harap para vampire itu tidak membuat masalah!"
"Saya akan mencari tahu, tuan. Mereka muncul disini pasti ada sebabnya," ucap Diva sedikit membantu tuannya.
"Hati-hatilah! Mereka lebih ganas karena meminum darah manusia!"
"Baik, tuan!"
Alex kembali membuang pandangannya keluar jendela. Berharap kehadiran para vampire itu tidak berhubungan dengan bangkitnya Puan.
*****
Di tempat lain, dua orang laki-laki asing sampai di pelabuhan. Mereka menaiki kapal pesiar dari luar negeri yang singgah di sana. Mereka adalah Jack dan Daniel. Keduanya adalah vampire.
"Aku merasakan kehadiran vampire di tempat ini!" ucap salah seorang dari mereka yang berambut keemasan bernama Jack.
"Iya, aku juga merasakannya!" ujar laki-laki asing berambut hitam yang bernama Daniel.
Keduanya bisa berbahasa pribumi meski sedikit kaku, padahal hanya belajar di kapal pesiar.
"Orang itu, Iskandar. Dia tidak cerita kalau ada vampire di sini."
"Biarkan saja! Sepertinya vampire itu sangat pandai menyembunyikan diri. Biar kita yang akan menemukannya!" ucap si pirang lagi.
Temannya langsung mengangguk. Cepat atau lambat, mereka pasti akan menemukan vampire itu.
*****
__ADS_1
Saka sudah sampai di alamat yang diberikan penjaga toko. Rumah itu cukup besar seperti rumah jaman dahulu. Seorang dewan kota bisa memiliki rumah semewah itu. Baru saja Saka akan menanyakan kepada penjaga rumah, sebuah mobil tiba.
Saka menepi, dia masih sempat melihat seorang laki-laki di dalamnya. Saka mengenalinya. Dia adalah Harry, anak dari Pak Iskandar.
"Maaf, pak. Apakah ini rumah Bapak Iskandar?" tanya Saka kepada seorang laki-laki yang bertugas menjaga rumah.
"Iya, pak. Ada perlu apa, ya?" Penjaga itu malah balik bertanya.
"Apa tadi itu anaknya Pak Iskandar?"
"Oh, tadi itu Pak Harry, anaknya Pak Iskandar. Seminggu lagi akan ada acara perpisahan murid-muridnya di sini!"
"Oh, pak Harry itu seorang guru?"
"Iya, pak!"
"Oh, ya nanti saya balik lagi!"
"Bapak ini siapa?" selidik penjaga rumah itu.
"Saya mau bertemu dengan Bapak Iskandar. Saya dari dewan kota, mau ada perlu dengannya," jawab Saka sekenanya.
"Oh, Pak Iskandar tidak disini. Sepulangnya dari rumah sakit langsung ke Tiger Island! Masa bapak gak tahu?" tanya si penjaga yang mulai curiga.
Saka segera meninggalkan tempat itu. Dia akan kembali seminggu lagi ketika acara yang akan dilangsungkan Harry.
Malam semakin larut. Saka memutuskan tidak langsung pulang. Dia akan mampir untuk makan malam. Terakhir makan sebelum menyeberang dari Tiger Island.
Sebelum sampai ke restoran, Saka sengaja melewati taman kota yang mulai sepi. Dia ingin tahu apakah kota itu jauh dari kejahatan.
Tiba-tiba, pandangan Saka memudar. Jangan, jangan ... Saka sudah berubah menjadi Jaka. Ya! Jaka memang kembali. Dia merasakan kehadiran vampire di dekat tempat itu. Apakah vampire itu adalah Anthony?
Dua buah bayangan muncul dari balik pepohonan. Bayangan itu bertubuh tinggi besar. Postur tubuhnya mirip dengan Anthony atau Alex. Rambutnya berwarna hitam dan satu lagi berwarna keemasan. Keduanya bergerak sangat cepat dan tiba-tiba sudah berada di depan Saka.
"Kalian siapa?" tanya Saka yang sudah menjadi Jaka.
"Aku menginginkan darahmu!" ujar Jack yang sudah berubah menjadi vampire.
"Ya! Aku sangat haus!" seru Daniel dengan air liur yang menetes dari mulutnya.
Jaka tak mampu berkata apa-apa. Dia memang menitis di tubuh Saka yang bukan siluman harimau. Namun, kekuatan Jaka masih sama.
Jack dan Daniel langsung menyerang. Tapi Jaka sudah siaga, tubuhnya bisa seringan kapas. Dia bisa menghindari serangan kedua vampire itu dengan mudah.
__ADS_1
Jack dan Daniel keheranan melihat kekuatan mangsanya. Mereka pun menyerang dengan lebih kuat lagi.
Lama kelamaan, Jaka pun terpojok. Kekuatan kedua vampire itu sangat berbeda dengan Anthony. Mereka lebih liar dan beringas.
"Hentikan! Kalian bukan lawan manusia itu!"
Tiba-tiba, Alex muncul bersama Diva. Mereka datang tepat waktu.
Jaka bisa bernapas ketika Alex muncul. Kali ini, kemunculan Alex bisa membantunya.
"Akhirnya kamu muncul juga! Kau, apakah Anthony?" Jack mengenali Alex yang dulu bernama Anthony.
"Siapa dia?" tanya Daniel.
"Dia adalah Anthony. Kami dulu satu kapal ketika berlayar kesini. Aku kembali ke negaraku dengan kapal lain. Benarkan, Anthony?"
Alex tertegun. Ingatannya kembali kepada masa lalu. Di dalam kapal tempatnya bekerja itu sebenarnya ada dua orang yang sudah menjadi vampire. Temannya bisa pergi dengan penumpang lain. Sementara Anthony terlalu lemah dan tertinggal di dalam.kapal yang karam.
"Apakah kau Jack?" tanya Alex berusaha mengingat.
"Ya, aku adalah Jack. Aku tidak tahu kalau kau masih hidup. Aku kembali akan mengambil harta karun yang tertinggal di dalam kapal!"
"Kapal itu sudah lama karam! Tidak ada yang tersisa lagi sekarang ini. Pergilah dari tempat ini!"
Jack tertawa mendengar ucapan Alex. "Apa kau yang sudah mengambil semua harta karun itu?" tebaknya.
"Aku hanya mengambil seperlunya. Kapal itu terlanjur karam!"
"Aku tidak percaya! Berikan aku harta itu!"
Jack bertambah berang. Dia tahu Anthony sudah mengambil semua harta yang tertinggal di kapal.
Tanpa menunggu lama, Jack menyerang Alex. Begitu juga Daniel yang kembali menyerang Jaka. Diva tidak tinggal diam dan membantu Jaka.
Rembulan menjadi pucat pasi. Pertempuran itu tidak bisa dielakan lagi. Pertempuran para makhluk berdarah hitam!
Puan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Mimpi itu kembali datang. Darah hitam berserakan. Darah itu bukan darah harimau tapi darah vampire. Pertempuran akan segera terjadi.
Tiba-tiba, mata Puan terbuka. Matanya merah menyala. Dia langsung keluar dari kamarnya dan berlari ke pantai. Lama kelamaan, tubuhnya berubah menjadi harimau. Puan terus berlari kencang menuju ke bukit yang lebih tinggi.
Aaaargh ... Aaargh ...
Puan yang sudah menjadi harimau mengaum kencang. Sudah waktunya memanggil para siluman harimau!
__ADS_1
*****