
Dato Kumbang merasakan kehadiran Jaka dan menunggunya dengan hati tak menentu. Berharap Jaka mau menolong Anthony setelah tahu kejadian sebenarnya.
Apalagi melihat puan yang selalu ada di samping Anthony. Akhirnya Dato Kumbang memutuskan membawa Anthony ke tempat tinggalnya di dalam gua.
"Jangan bawa ke sana, took! Kasihan Tuan sendirian. Puan juga harus menemaninya," pinta Puan dengan berlinang air mata.
"Nanti Dato yang akan menemani Tuan Anthony. Kamu istirahat saja disini. Kondisimu juga semakin memburuk."
Puan tidak bisa menyangkal kalau kondisinya tidak sedang baik-baik saja. Dia tak mengerti mengapa tubuhnya semakin lemah bahkan berjalan saja sangat sulit.
Gadis itu hanya ingin memejamkan mata sekejap saja. Namun ketika membuka mata, Anthony sudah tidak ada.
"Tuaaan, tuaaan!" panggil Puan yang langsung berlari keluar.
Namun tubuhnya terlalu lemah. Baru saja sampai di depan rumah pandangannya menjadi rabun. Dia masih sempat melihat seseorang berdiri dihadapannya sebelum pingsan. Dia bukanlah Anthony.
Jaka baru saja sampai ketika melihat seorang perempuan muncul dari dalam rumah sederhana itu. Wajah perempuan itu tak asing meski sudah lama tidak melihatnya.
"Pu-puan ...."
Tiba-tiba, tubuh perempuan itu terhuyung dan akan jatuh. Jaka segera menangkapnya.
Puan terjaga sudah berada di atas dipan. Dia pun langsung bangkit namun tubuhnya masih terasa lemah.
"Jangan bergerak, tetaplah berbaring!"
Puan mencari suara itu. Dia melihat seorang laki-laki muda duduk di depannya.
__ADS_1
"Si-siapa kamu?"
Jaka tersenyum. Dulu Puan memang sangat kecil dan belum bisa mengingat.
"Aku adalah Jaka. Dimana Dato kumbang?"
"Kau mengenal Dato? Beliau sedang pergi untuk menjaga tuan."
"Tuan? Siapa dia?"
*****
Puan tak banyak bercerita. Setelah Jaka memberinya ramuan, Puanpun tertidur.
Jaka melacak keberadaan Dato Kumbang. Ternyata dia ada di dalam gua di pinggir pantai. Jaka pun bergegas ke tempat itu.
Tak berapa lama, Jaka sampai di gua. Dia melihat kesekeliling tempat itu yang kelihatan sangat rapi.
"Syukurlah kamu sudah datang, Jaka."
Dato Kumbang bisa bernapas lega dengan kedatangan Jaka.
"Saya sampai di rumah Dato dan menemukan Puan dengan keadaan lemah. Apa karena perubahan sebagai siluman harimau membuatnya seperti itu? Lalu siapa orang yang terbaring disana?"
"Ya! Puan harus berjuang sendiri dengan takdirnya sebagai siluman harimau. Aku memanggilmu karena Tuan Anthony!"
"Tuan Anthony? Siapa dia, Dato?.
__ADS_1
"Panjang ceritanya, dimulai dari sepuluh tahun yang lalu. Tuan Anthony hampir mati dan Puan memberikan darahnya sehingga menjadikannya sebagai penjaga."
Jaka mendengarkan dengan saksama tanpa melepaskan pandangannya dari Anthony.
"Dua hari lalu, telah terjadi hal buruk. Seseorang sudah melukai Tuan Anthony meski untuk menyelamatkan nyawa Puan."
"Dua hari yang lalu? Seharusnya orang itu sudah mati!"
"Kalau orang biasa, Tuan Anthony akan langsung mati. Dia bukanlah manusia biasa, tapi seorang vampir."
Jaka tertegun mendengar penjelasan Dato Kumbang. Dia pernah mendengar cerita vampir dari orang asing. Di negara mereka ada makhluk penghisap darah bernama vampir. Kini, mahkluk itu sudah ada di hadapannya.
Jaka mendekati Anthony yang belum juga membuka mata. Dia pun memeriksa denyut nadi di tangannya. Tidak ada tanda kehidupan sama sekali.
"Dia sudah mati, Dato. Tapi, mengapa saya merasakan tanda kehidupan masih ada padanya?"
"Tuan Anthony sudah mati disaat pertama menjadi vampir. Dia akan hidup kekal selamanya. Darah Puan sudah membuatnya bisa berjalan di dunia terang seperti manusia biasa!"
Jaka masih tidak percaya. Cerita itu seperti dongeng namun sangat nyata.
"Apa maksud Dato memanggil saya untuk memberikan darah padanya juga?"
Dato Kumbang terdiam. Seperti itulah maksudnya. Namun ada saatnya menjadi ragu. Karena kekuatan Tuan Anthony akan lebih besar jika mendapatkan darah Jaka sebagai pengendali darah panas.
"Aku mohon padamu untuk membantunya. Tuan Anthony sudah menyelamatkan nyawa Puan."
Kali ini, Jaka terdiam. Dia juga tidak bisa langsung memutuskan. Namun begitu teringat Puan, hatinya sedikit luruh.
__ADS_1
"Baiklah, Dato! Jika nanti orang asing itu bangkit kembali. Ada syarat yang harus dilakukannya. Dia harus meninggalkan tempat ini. Kebaikannya kepada Puan sudah impas dengan darahku!"
*****